Website Desa Menuju Smart Village

Layanan Digital | Sumber. Sya'bani Fitrianto (Aparatur Desa)


#DigitalBisa #UntukDaerahLebihBaik

Mengangkat pamor kopi gambut, sebuah tulisan yang menceritakan bagaimana tanaman kopi sempat menjadi tanaman primadona oleh masyarakat desa sebagai sumber mata pencaharian. Namun, akibat terjadinya kebakaran hutan dan lahan, banyak tanaman kopi mati dan sekarang mulai tergantikan oleh tanaman lain.

Tulisan ini adalah sebuah tulisan yang terdapat pada website milik Pemerintah Desa Sumber Agung, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.  Tulisan berasal dari saduran liputan wartawan Pontianak Post.  Salah satu media cetak yang ada di Kalimantan Barat. Kala itu mereka melakukan peliputan di Desa Sumber Agung pada 2019 silam.

Di era digitalisasi, memiliki website desa merupakan keharusan bagi Pemerintah Desa Sumber Agung. Website ini diluncurkan pada Maret 2020 dengan nama Portal Desa Digital Sumber Agung yang dapat diakses pada alamat https://sumberagung.id. Tujuannya untuk memberikan informasi, komunikasi, transparansi dan pelayanan kepada masyarakat desa.

Arifin Noor Aziz, Kepala Desa Sumber Agung mengatakan bahwa website ini buat sebagai sarana informasi dan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat desa. Selain itu untuk mendorong digitalisasi desa menuju smart village (desa cerdas). “Harapannya masyarakat “melek” teknologi di era digitalisasi,” ungkapnya.

Endra Wijaya Dkk yang melakukan penelitian dengan judul Desa Digital: Peluang Untuk Mengoptimalkan Penyebarluasan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia memahami bahwa digitalisasi berkaitan erat dengan proses penyimpanan dan mentransfer informasi secara elektronik melalui media komputer, tanpa mengenal batasan waktu dan tempat. Setiap informasi dapat dengan relatif mudah dan cepat untuk disimpan serta ditransfer ke berbagai tempat di belahan dunia. Hal inilah kemudian menjadi potensi yang luar biasa dari media internet.

Berjalannya waktu, internet sudah menjadi kebutuhan primer. Pemerintah desa memanfaatkan internet untuk mendukung digitalisasi desa. Keterbatasan jangkauan internet di desa diatasi dengan pemasangan wifi desa. Letak desa yang jauh dari ibu kota kabupaten bukan menjadi alasan keterbatasan penggunaan internet..

Hadirnya website desa tentunya membantu masyarakat yang ingin menyampaikan dan memperoleh informasi serta layanan di desa. Penulis contohnya pernah memanfaatkan website Desa Sumber Agung untuk memperoleh data sekunder pembuatan hasil kajian cepat salah satu program yang masuk di desa pada 2020 silam.

Terjadinya wabah Covid-19 mengakibatkan penulis tidak bisa turun ke desa untuk memperoleh langsung data dari aparatur dan masyarakat desa. Pemberlakuan karantina wilayah saat itu membatasi warga luar memasuki wilayah desa.

Alhamdulillah dengan adanya website desa, penulis merasa terbantu. Walaupun dari segi usia website masih berumur jagung, namun sudah berkontribusi positif menyajikan data-data untuk mereka yang ingin memperoleh gambaran desa.

 

Masuk Dalam Program Desa Cerdas

Setelah mengikuti tahapan seleksi, Desa Sumber Agung terpilih dan menjadi lokasi Program Desa Cerdas Tahun 2021. Desa Sumber Agung menjadi bagian dari 10 desa di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat yang masuk program. Ada 350 desa di seluruh Indonesia yang menjadi lokasi program yang dirancang oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Arifin menjelaskan, dijadikannya Desa Sumber Agung menjadi lokasi Program Desa Cerdas setelah melalui proses seleksi. Seleksi meliputi ketersediaan jaringan listrik, infrastruktur internet, adanya bangunan untuk ruang digital, support anggaran desa dan satu orang calon kader digital. “Semua persyaratan itu kita penuhi,” ungkapnya.

Hafny Aisyatul Huda Dkk dalam penelitiannya mengartikan Smart village sebagai suatu konsep desa pintar dengan tujuan untuk terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan yang lebih baik terhadap warganya. Konsep dasar dari desa pintar adalah untuk mengumpulkan masyarakat upaya dari berbagai aliran dan mengintegrasikannya dengan teknologi informasi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat pedesaan.

Terpilihnya Desa Sumber Agung dalam Program Desa Cerdas menjadi tantangan bagi Pemerintah Desa dan masyarakat desa. Diperlukan kerjasama antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi dan peran masing-masing.

Tersedianya website desa menjadi nilai tambah penyebarluasan informasi dan layanan desa. Tidak menutup kemungkinan, konsep desa cerdas yang dicanangkan benar-benar dapat diwujudkan di Desa Sumber Agung.

 

Referensi

 

Hafny Aisyatul Huda, Utang Suwaryo dan Novie Indraswari Sagita.2020. Pengembangan Desa Berbasis Smart Village (Studi Smart Governance pada Pelayanan Prima Desa Talagasari Kabupaten Karawang). Jurnal Moderat Universitas Padjadjaran. Bandung

 

Endra Wijaya, Ricca Anggraeni dan Rifkiyati Bachri.2013. Desa Digital: Peluang Untuk Mengoptimalkan Penyebarluasan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia. Jurnal Dinamika Hukum Fakultas Hukum Universitas Pancasila. Jakarta

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar