Tren Utama yang Mendorong Digital Workplace

Tren Utama yang Mendorong Digital Workplace | Sumber : pixabay.com


#DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

Didorong oleh COVID-19 masyarakat terus mengalami perubahan drastis pada tahun 2021, salah satu perubahan yaitu kebutuhan akan opsi kerja hybrid dan jarak jauh. Pandemi mengajarkan organisasi di seluruh dunia mengenai pentingnya teknologi Digital Workplace dan bagaimana Digital Workplace dapat digunakan untuk memberdayakan karyawan dan membuat mereka tetap terlibat aktf dalam bekerja. Solusi Digital Workplace telah menjadi misi penting untuk memenuhi kebutuhan karyawan.

Apa itu Digital Workplace ?

Digital Workplace adalah bentuk virtual dari lingkungan kantor dengan tatap muka secara langsung dimana banyak elemen kolaborasi dan produktivitas dilakukan melalui beberapa kombinasi aplikasi digital, cloud computing, dan teknologi lainnya. Digital Workplace memungkinkan digitalisasi alur kerja yang mencerminkan proses bisnis internal organisasi. Alur kerja memungkinkan otomatisasi tugas biasa dan berulang, mendapatkan approval yang diperlukan dengan cepat, menciptakan saluran komunikasi yang lancar antar karyawan, dan banyak lagi.

Kelebihan dan Kekurangan Digital Workplace

Kelebihan :

  1. Jelajahi lebih banyak peluang untuk skalabilitas, fleksibilitas dan beradaptasi dengan peluang bisnis baru atau gangguan bisnis yang tidak terduga seperti pandemi global, cuaca buruk, dll.
  2. Karyawan bisa kerja dimapun mereka bisa dengan kolaborasi yang ditawarkan dari Digital Workplace dan fitur multitasking yang dapat meningkatkan produktivitas.
  3. Mengurangi overhead, dengan adanya Digital Workplace dapat mengurangi biaya perjalanan. Beralih ke model virtual atau jarak jauh menghilangkan biaya overhead tetap seperti ruang kantor dan furnitur.
  4. Meningkatkan transparansi dengan mendorong lebih banyak alur kerja ke dalam ruang digital, memberikan banyak wawasan tentang operasoi sehari-hari, dan membantu mengidentifikasi keberhasilan dan peluang untuk peningkatan.
  5. Meningkatkan pendapatan. Dikombinasikan dengan penghematan biaya lainnya, model digital memberikan lebih banyak kelincahan yang mempercepat peluang bisnis dan membantu perusahaan mencapai pasar lebih cepat.

Kekurangan :

  1. Membutuhkan koneksi internet yang handal dan cukup kuat setiap saat. Tanpa koneksi yang handal dapat mengakibatkan pekerjaan menjadi menumpuk.
  2. Rentan terhadap cyber dan ancaman lainnya. Tidak seperti kerja di kantor dimana sumber daya lebih terisolasi dari kekuatan luar, data berharga dapat menjadi target peretas.
  3. Memerlukan investasi dimuka dan biaya rutin termasuk penyiapan, pelatihan, manajemen, dan pembaruan.

Empat Tren Utama yang Akan Mendorong Digital Workplace Pada Tahun 2022.

1. Meningkatkan Pengalaman Karyawan

Sebelum pandemi ada, keterlibatan karyawan adalah prioritas utama bagi banyak organisasi. Dalam lingkungan kerja hybrid saat ini, kebutuhan karyawan tergeser menjadi lebih dari sekedar kompensasi yang adil dan mendorong keterlibatan. Laporan Aragon Research Top Work Predictions for 2022 mencatat bahwa “Tempat kerja hybrid menghadirkan tantangan manajemen yang sangat besar bagi supervisor, sumber daya manusia, dan karyawan”. Dalam lanskap baru ini, solusi tempat kerja digital menjadi sangat penting untuk menciptakan pengalaman karyawan yang positif bagi pekerja jarak jauh dan hybrid.

2. Beradaptasi dengan Komunikasi Visual

Cara organisasi berkomunikasi telah berubah secara drastis dan alat yang dibutuhkan karyawan untuk melakukannya juga telah berkembang. Karyawan bekerja langsung di kantor atau berkerja jarak jauh, komunikasi harus disatukan. Banyak organisasi memanfaatkan teknologi Digital Workplace untuk memusatkan komunikasi dan menyediakan satu sumber kebenaran untuk informasi yang dapat diakses dimana saja dan dari perangkat apa pun. Teknologi ini memungkinkan focus yang lebih besar pada kolaborasi botton-up dan lintas fungsi.

3. Menghubungkan Pekerja Frontline dengan Pekerja Intelektual

Di masa lalu, akses ke komunikasi digital terbatas untuk frontliner jika bandingkan dengan rekan kerja lainnya. Seringkali, frontliner mengandalkan bentuk komunikasi kuno seperti berbagi pemberitahuan yang diposting di ruang istirahat untuk mengirimkan informasi penting. Pandemi telah meningkatkan kebutuhan dan pengetahuan frontliner untuk memiliki akses ke teknologi Digital Workplace serta tetap mengikuti pedoman dan kebijakan yang selalu berubah, berkomunikasi dengan anggota tim lain, dan berkontribusi pada budaya perusahaan.

4. Tata Kelola dan Otomatisasi Konten

Teknologi Digital Workplace memungkinkan organisasi untuk dengan mudah dan memelihara kebijakan tata kelola konten yang kuat, serta berfungsi sebagai satu-satunya sumber kebenaran informasi. Digital Workplace memungkinkan organisasi memastikan konten yang tepat tidak hanya dibuat tetapi juga didistribusikan ke semua karyawan.

Tenaga kerja digital yang mengacu pada aplikasi komputer berkemampuan AI yang digunakan untuk mendukung otomatisasi tugas yang sebelumnya dilakukan oleh manusia, dan otomatisasi telah menjadi semakin integral untuk memungkinkan pekerja mengakses informasi yang mereka butuhkan dengan cepat dan mudah. Pada tahun 2022, otomatisasi akan terus tumbuh dalam prevalensi dan memungkinkan karyawan untuk mencapai efisiensi dan hasil yang lebih besar.

Tahun lalu menunjukkan bahwa kelincahan dan konektivitas sangat penting untuk kesuksesan bisnis. Seiring dengan pertumbuhan organisasi di tahun 2022, menemukan dan menerapkan solusi Digital Workplace yang tepat akan menjadi vital bagi pengalaman karyawan, memungkinkan saluran komunikasi yang tepat, menghubungkan pekerja frontline dengan pekerja intelektual, dan mempertahankan tata kelola konten.

 

Referensi

https://www.berca.co.id/2021/09/16/kemudahan-membangun-digital-workplace-yang-efektif-melalui-3-tools-ini/

https://www.hpe.com/us/en/what-is/digital-workplace.html

https://aragonresearch.com/aragon-researchs-top-work-predictions-for-2022/

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

X

Tekan ESC untuk keluar