Tren Pariwisata di Era Digital

Sunrise dari Puncak Sikunir, Dieng, Foto: Milik Pribadi


#DigitalBisa #UntukDaerahLebihBaik

How fun it would be if it gets digitized?

Apa sih pentingnya digitalisasi? Mulai dari akses hingga kreasi, kemudahan menjadi sebuah urgensi di samping kebutuhan yang tak bisa dibatasi. Kita tidak bisa menyalahi pandemi, walau terbentur kepentingan yang mesti terus dipenuhi.

Tahukah kamu? Indonesia di Era Digital ini memiliki poin aktivitas digital yang tinggi, loh! Hal ini menjadikan dunia digital sebagai media paling efektif dalam penyebaran informasi. Terlebih lagi, bukankah kita semakin mengandalkan perangkat digital sejak pandemi kemarin? Selain terbawa arus 'Era Digital' yang makin kekinian, kita juga terdesak keadaan yang menuntut pembaruan. Entah dalam kehidupan bersosial maupun kebutuhan personal. Urgensi digital kita makin ditekan sejak bermulanya pandemi Covid-19 kemarin. Mulai dari makan yang harus delivery order, pekerjaan dan sekolah terpaksa online, hingga mobilitas pun terpaksa diminimalisir dengan adanya ketetapan pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat.

Namun, meski aktivitas fisik kita terbatas, nyatanya digitalisasi membawa efektivitas yang tinggi. Mulai dari kebutuhan sehari-hari, pekerjaan, maupun pendidikan kini bisa diakses dan diselesaikan dengan mudah dengan perangkat digital. Tak hanya mudah, kecepatan dunia digital juga dapat meminimalisir waktu kita dalam merampungkan keperluan ataupun tanggungjawab. Misal saja saat kamu belanja kebutuhan makan hingga pakaian, dahulu kita harus ke pasar, swalayan, atau mal. Saat harus memenuhi kewajiban pekerjaan, kita harus menyiapkan bahan presentasi, mencetaknya dan membagikannya pada rekan. Atau saat harus mengumpulkan tugas sekolah, kita harus menulisnya di kertas dan menumpuknya di meja guru. Sedangkan hari ini, semuanya bisa dipersingkat dan dipermudah. Memesan belanjaan bisa via online baik bahan makanan sampai pakaian. Mengerjakan laporan dan presentasi bisa melalui PowerPoint dan online meeting. Sedang tugas sekolah bisa diketik, foto, dan kirim secara daring. Meski begitu, semua kebutuhan digital ini tentunya hanya bisa dipenuhi bila akses listrik dan internet juga terpenuhi, bukan?

Gunung Sindoro dari Puncak Sikunir, Dieng. Source: Foto Pribadi

 

Lalu, apa sih kebutuhanmu yang lagi urgent?

Usai pandemi yang panjang ini, pariwisata jadi urgensi yang banyak dicari. Solusi tepat untuk mengisi ulang energi usai lelah membatasi diri. Meski begitu, banyak wisatawan yang masih mengkhawatirkan akses jalan, listrik, maupun internet. Terutama dalam keterbatasan keadaan dalam kondisi pandemi, kita tentu memerlukan optimalisasi. Entah dari segi akses maupun informasi. Terlebih dan lebih lagi, banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum bergegas untuk berwisata. Terutama, di daerahku yang jauh dari area perkotaan. Lokasi wisata di daerah akupun masih banyak yang memanfaatkan kekayaan alam, misalnya seperti Dataran Tinggi Dieng. Tidak hanya tentang wisata candi dan peninggalan sejarah, wisata camping juga banyak diminati anak-anak muda. Namun sayang, wilayah dataran tinggi biasanya sulit terjangkau listrik dan internet. Maka dari itu, digitalisasi adalah cara terbaik dalam optimalisasi wisata di daerahku.

  1. Memudahkan akses internet di pelosok negeri. Dengan akses internet yang memadai, kita tidak perlu khawatir kehilangan kontak dengan orang lain saat bepergian. Tidak perlu khawatir tertinggal informasi ataupun sulit berkomunikasi dengan orang di rumah. Bagi kita yang mudah sesat jalan, kemudahan akses online maps juga jadi perhitungan.
  2. Meningkatkan digital engagement bagi kearifan lokal. Produk wisata andalan daerahku adalah budaya dan keindahan alamnya yang unik. Maka dari itu, dengan akses informasi yang memadai, kita bisa dengan mudah menyebarkan dan mempublikasikan kekayaan alam maupun keindahannya. Dengan kemudahan akses informasi yang diberikan, para pengunjung akan lebih mudah mengenali lokasi wisata meski belum pernah berkunjung, loh! 
  3. Memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan. Dengan kemudahan akses jalan, pengunjung akan lebih mudah menjangkau lokasi wisata. Namun, sedangkan dengan media digital, pengunjung akan lebih mudah menjangkau informasi terkait lokasi wisata. Kemudahan akses inipun menambah kesan nyaman dan aman. Tentunya dengan tanpa memikirkan cara untuk mencari jalan pulang, atau sekedar mencari informasi 'rumah makan terdekat'. Selain itu, pembayaran digital juga mulai gencar dipublikasikan dengan kemudahan metode pembayaran Q-ris.

Dalam dunia pariwisata, kebutuhan digital bukan semata-mata untuk memenuhi sinyal telepon, namun juga tentang penyempurnaan fasilitas dan layanan bagi para pengunjung.

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar