Tips Simpel Gunakan PeduliLindungi Tanpa Smartphone

Ilustrasi akses PeduliLindungi melalui microsite yang bisa menjadi solusi bagi pengguna handphone non-smartphone


Belum genap sepekan Dul merasa lega setelah tahu keberadaan aplikasi pelacakan (tracing) digital bernama PeduliLindungi, yang bisa membantunya melacak zonasi kerawanan covid-19 secara mudah dan cepat. Di tengah kegembiraannya itu, musibah menimpa Dul. Dia mendapat masalah yang cukup pelik bagi generasi muda sepertinya: smartphone-nya rusak.

Kerusakan smartphone membuat Dul hrus memakai handphone model lama sementara waktu ini. Pilihan ini dia ambil sebagai jalan terbaik, “daripada tidak ada alat komunikasi sama sekali, nggak masalah deh pakai handphone jadul dulu,” batinnya.

Meski lapang hati, namun Dul tetap merasa sedih. Alasannya, dia jadi terancam tidak bisa bertemu sahabatnya Lindung di sebuah kafe akhir pekan nanti. Dengan penuh rasa kecewa, dia pun menelepon Lindung untuk memberi tahu kondisinya.

“Halo, Lindung. Maaf nih ganggu, aku mau kasih kabar buruk sebentar,” ujar Dul.

“Hei Dul, tumben banget loh telepon. Udah lama ya kita nggak teleponan begini, biasa kan chat-chat saja. Ada apa sih? Kok kayanya penting banget,” timpal Lindung.

“Iya Ndung, ini kabar buruknya ada kaitannya sama alasan aku telepon. Jadi gini, Ndung, smartphone-ku sejak semalam rusak. Aku sementara harus pakai handphone lama punya ayah. Nah, karena aku pakai handphone jadul, jadi kayanya kita harus batal ketemu nih weekend besok. Duh, maaf banget ya Lindung,” kata Dul menjelaskan.

BACA JUGA: Solusi Mudah Pantau Kerawanan Covid-19 Menggunakan Teknologi Digital

BACA JUGA: Segala Hal Tentang PeduliLindungi yang Wajib Kita Ketahui

Setelah penjelasan disampaikan Dul, Lindung tak langsung menanggapi. Dia terdiam. Tak beberapa lama, ia baru bersuara.

“Aku kira ada masalah apa, ternyata persoalan handphone. Sudah nggak apa-apa Dul, santai saja. Lagi pula, kita tetap bisa ketemu kok sesuai rencana semula meski kamu lagi nggak pegang smartphone. Kenapa harus batal pula?” tanya Lindung mengonfirmasi.

Dul langsung menanggapi pertanyaan sahabatnya itu. “Ya batal dong. Kan aku nggak ada smartphone. Sementara sekarang syarat kita bisa pergi ke kafe, mall, restoran, atau tempat publik lain salah satunya dengan check in pakai aplikasi PeduliLindungi yang kamu kasih tahu aku pekan lalu. Kalau aku nggak ada smartphone, bagaimana coba caranya check in waktu mau masuk ke tempat tujuan kita?”

Jawaban Dul membuat Lindung tertawa. Setelah itu, dia menanggapi pernyataan Dul.

“Kamu ini kok lucu, Dul. Kita tetap bisa ketemu sesuai rencana, soalnya sekarang ini kan cara check in via PeduliLindungi bisa diakses pemakai handphone jenis apa saja. Jadi kalau kamu pakai handphone lama tetap bisa masuk ke berbagai lokasi,” kata Lindung.

“Ah kamu serius? Bagaimana caranya?” tanya Dul.

“Serius lah. Jadi sekarang pemakai handphone jadul bisa check in atau lihat status vaksinnya pakai microsite PeduliLindungi. Caranya gampang banget, kamu cuma perlu buka alamat microsite yang disediain lokasi tujuan kita nanti. Nah, setelah itu kamu masukin deh NIK ke kolom yang ada di microsite, lalu status vaksin atau hasil tes covid-19 langsung terlihat,” kata Lindung menjelaskan.

Mendengar penjelasan Lindung, Dul merasa lega. Tapi dia masih punya pertanyaan. “Kalau aku nggak bisa buka microsite pakai handphone ini bagaimana?”

Lindung lantas menjawab, “Kamu bisa minta tolong petugas di lokasi tujuan supaya bantu akses microsite itu. Atau nanti aku bantu masuk ke microsite-nya juga bisa kok. Tenang aja, data kamu dijamin aman.”

Perasaan sedih dan penasaran yang dimiliki Dul lantas sirna. Setelah mendengar informasi dari Lindung, Dul bisa bernapas lega.

“Wah syukurlah! Kalau begitu kita tetap bisa ketemu ya akhir pekan nanti. Meski nggak bisa nongkrong lama karena masih pandemi, tapi lumayan deh seenggaknya kita bisa ketemu. Informasimu oke banget, Lindung. Terima kasih ya!” ujar Dul.

“Iya dong, kita tetap sesuai rencana ya. Yasudah Dul, aku pamit dulu ya. Ada ‘tugas negara’ yang harus dikerjain nih. Nanti kita berkabar lagi via SMS ya. Wah, sudah lama banget kita nggak SMS-an. Berasa hidup di jaman dulu, hahaha,” ujar Lindung mengejek temannya.

“Dasar kamu Ndung. Yasudah sana. Terima kasih loh sekali lagi buat informasinya. Sampai jumpa akhir minggu ini!” kata Dul mengakhiri perbincangan.

 

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar