Terobosan Besar dari Malang untuk UMKM

Tim Rumah BUMN Malang dan Startup Ezy Industries | Sumber: Telkom Indonesia


Siapa bilang UMKM dan milenial tidak bisa bekerja sama?

Selama ini, mungkin ada banyak orang yang melihat UMKM dan milenial sebagai dua aktor berbeda. UMKM kerap diposisikan sebagai pihak produsen atau penjaja produk dan layanan. Di sisi lain, ada generasi milenial yang dianggap sebagai pasar atau perwakilan pembeli paling berpengaruh saat ini.

Karena dikotomi tersebut, maka UMKM dan milenial selama ini seakan berada di dua kutub berbeda. Padahal, kedua aktor ini seharusnya bisa bergerak bersama untuk memenuhi kebutuhan masing-masing.

Coba kita lihat, dalam beberapa tahun terakhir perubahan demi perubahan model usaha kerap dilakukan UMKM di segala bidang. Adaptasi dilakukan UMKM demi mengikuti perkembangan zaman dan dinamisnya perubahan tren yang sedikit banyak dipengaruhi selera generasi milenial.

UMKM yang mampu beradaptasi—seperti melakukan digitalisasi dengan cara mengubah pola distribusi dan pemasaran via lokapasar atau media sosial—bisa terus bertahan. Akan tetapi, tak sedikit pelaku usaha terpaksa gulung tikar karena gagal beradaptasi. Mereka akhirnya tergerus zaman.

Keberadaan pelaku usaha atau UMKM yang belum bisa beradaptasi secara maksimal bisa dengan mudah kita temukan di lingkungan sekitar. Biasanya, UMKM yang belum mampu beradaptasi mengalami kendala dalam hal pemasaran, perekrutan tenaga kerja berkualitas, serta masih minim literasi keuangan dan digital.

Kesulitan-kesulitan tersebut sebenarnya bisa diatasi pelaku UMKM bila ada pihak yang mau membimbing mereka dengan serius. Di sinilah peran generasi milenial diperlukan. Sebagai kelompok masyarakat berusia muda dan mayoritas melek teknologi, milenial seharusnya bisa banyak membantu UMKM agar lebih paham mengenai dunia digital, cara pemasaran yang sesuai zaman, dan mendapat tambahan kemampuan (skill) untuk menunjang usahanya.

BACA JUGA: Apa Itu Digital Platform?

Kita harus akui bahwa kemampuan generasi milenial menggunakan teknologi jauh lebih mahir dibanding generasi sebelumnya. Hal ini terjadi karena generasi milenial adalah mereka yang lahir dan berkembang di tengah pesatnya perkembangan teknologi di dunia pada kurun 1990-2000an. Kelihaian generasi milenial menggunakan teknologi membuat mereka bisa dengan mudah membaca dan menciptakan tren serta selera pasar.

Kelebihan generasi milenial tersebut bisa sangat membantu UMKM untuk bertahan dan berkembang di era digital. Karena itu, kolaborasi antara dua pihak ini harus dibangun. Upaya membuat kolaborasi antara generasi milenial dan UMKM sudah dilakukan berbagai pihak, salah satunya Rumah BUMN Kabupaten Malang.

Dipimpin PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., Rumah BUMN Malang membuat sebuah program bernama Millenialls Business Academy (MBA). Program ini adalah cara Rumah BUMN Malang mengakselerasi proses digitalisasi UMKM dengan menggandeng generasi milenial sebagai motornya.

MBA merupakan wadah inkubasi bisnis yang pas untuk UMKM agar lebih berkembang di era kekinian. Melalui program yang diadakan Rumah BUMN Malang dan perusahaan rintisan Ezy Industries ini, UMKM bisa mendapat pelatihan terkait cara produksi yang efektif, pengelolaan SDM secara profesional, serta kiat-kiat pemasaran digital dan literasi keuangan.

Selain hal-hal di atas, MBA juga menyediakan fasilitas mentoring dan membuka kesempatan para generasi muda untuk magang di UMKM yang membutuhkan. Kegiatan mentoring dan magang ini bersifat mutualisme, karena menguntungkan UMKM serta pendamping/pemagang sekaligus.

Kehadiran MBA bisa menjadi solusi UMKM agar lebih efektif melakukan pemasaran di dunia digital, mengelola sosial media, serta memperluas pasar melalui lokapasar. Program ini juga membantu UMKM agar memiliki pencitraan (branding) yang kuat dan tepat sehingga dapat lebih efektif menarik perhatian pembeli.

Kolaborasi UMKM dan generasi milenial seperti yang dilakukan Rumah BUMN Malang sangat mungkin direplikasi di daerah-daerah lain. Kerja sama seperti ini harus dimasifkan agar ke depannya semakin banyak UMKM yang bisa tumbuh dan beradaptasi tanpa kendala, serta di satu sisi membuat para generasi muda tak kehilangan kesempatan untuk menuangkan ide, gagasan, serta kemampuannya di tataran praktis.

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar