Terobosan Baru Perkuat Konektivitas Internet of Things

Platform IoT Antares


Internet of Things (IoT) adalah sebuah terobosan dalam dunia teknologi yang membantu manusia dalam banyak hal. Di tengah dunia yang kian berevolusi, sistem teknologi informasi semakin menyesuaikan diri. Adanya IoT mampu mendukung produktivitas kinerja secara efisien berkat kemampuannya fungsionalnya. 

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menanggapi era digital dengan menyediakan solusi digital lewat beragam produk dan layanan. Perkuat posisinya di tanah air, perusahaan ini berinovasi memaksimalkan penerapan IoT di Indonesia.

Telkom menaungi 2  lini yang ada di IoT miliknya, yaitu konektivitas khusus IoT (Long Range Wide Area Network atau LoRaWAN) dan pengembangan platform IoT (Antares). LoRaWAN atau LoRa merupakan teknologi transmisi data jarak jauh untuk perangkat IoT Telkom. Sementara di layer platform, Telkom memiliki Antares, platform horizontal IoT. 

Sejatinya, pengembang program berbasis IoT butuh platform virtual yang bisa mengatur dan membuat aplikasi. Maka Unit Media dan Digital Department (MDD) merancang Antares sedemikian rupa untuk menjawab kebutuhan pengguna dalam membangun program berplatform IoT.

Antares bersifat platform-agnostic, mendukung konektivitas umum—seperti LoRa, NB-IoT, 3G/4G LTE—dan protokol komunikasi umum—seperti Websocket, MQTT, HTTP, CoAP. Tak hanya itu, Antares menyediakan format data JSON dan XML. Lalu, tersedia pula library Android dan microcontroller Arduino bertujuan memudahkan pengembang perangkat lunak dan keras.

IoT Antares mampu mengembangkan penggunaan smart utilities, smart PJU, tracking assets, environment monitoring, smart poultry, dan masih banyak lagi.  Layanannya mendukung format pemrograman, mulai Arduino, ESP, Android, Raspberry Pi, dan sebagainya. Semua prosesnya berlangsung aman, sesuai waktu nyata.

Fiturnya beragam, mulai dari device management hingga data storage. Dengan sistem Open API, pengguna bisa mengontrol aplikasi buatannya via dasbor, memvisualisasi data secara sederhana, dan memegang kuasa penuh atas data pengukuran dari perangkat.

Diakui di Kancah Internasional

Sertifikasi Global OneM2M © Inet Detik

OneM2M adalah lembaga berisikan 8 badan standar teknologi informasi komunikasi dengan 200 anggota di seluruh dunia. Pada ajang OneM2M Ceremony Award 2019, Dongho KIM, Ph.D. selaku Direktur ICT Convergence Department mewakili TTA Korea menganugerahkan sertifikasi global untuk platform IoT kepada Antares. Hal ini tentu menjadi bukti bahwa kehadirannya telah diakui oleh internasional.

Antares mengakomodasi protokol dan standar teknis internasional untuk memastikan interoperabilitas dan konektivitas tanpa batas pada setiap perangkat yang akan diintegrasikan.

Selain memenuhi standar global dan regulasi Kementerian Komunikasi Informatika, Antares sangat bisa diandalkan sebab pengembangannya in-house, melalui proses pengujian ketat sejak tahun 2016 oleh 7 anggota tim IoT Platform Development. 

Tak Berbayar, Solusi dari Kebutuhan Platform Horizontal IoT

IoT Antares © Telkom

Melansir Inet Detik, menurut Manager IoT Platform Development PT Telkom Ibnu Alinursafa, Antares merupakan application and tech platform as your reliable solutions, jawaban dari kebutuhan akan solusi platform horizontal IoT yang menyesuaikan arsitektur pengguna. 

Telkom masih memberikan Antares tanpa pungutan biaya kepada usaha rintisan digital (startup), pengembang program (developer), hingga akademisi, dengan batasan transaksi harian 10.000 hits API. Ia menerangkan, "Selama ini, para pengembang menggunakan platform dari luar negeri, baik cuma-cuma maupun berbayar, misalnya ThingSpeak dan Ubidots. Masalahnya, tak sesuai Peraturan Pemerintah No 82 Kemenkominfo yang mensyaratkan data pengembang harus disimpan di dalam negeri.”

Lebih lanjut, perusahaan BUMN mencanangkan misi sosial dalam pemberian platform, mengingat industri digital Indonesia baru saja berkembang. Jika sudah terbebani banyak biaya di awal, justru akan sulit maju secara keseluruhan.

Namun, tak menutup kemungkinan, startup dan developer luar bisa menggunakan Antares. Berdasarkan data registrasi yang ada, sejak dirilis, sudah ada pengembang dari beberapa negara, yakni Malaysia, China, Taiwan, dan Jerman.

"Mereka yang mengambil platform gratis kami pun nantinya tak ada kewajiban menjual layanan kepada Telkom. Mereka bebas dikembangkan dan dijual sendiri. Sekiranya mau dijual, bisa berkolaborasi melalui program startup, Indigo ataupun di luar program Indigo," sarannya.

Selain bisnis, platform IoT Antares pun mendukung dunia pendidikan yang ada di Indonesia. Usai tersertifikasi global, instansi pendidikan tak perlu ragu memperkenalkan Antares untuk keperluan edukasi siswanya. Antares terbuka bagi para mahasiswa, pengajar, dan peneliti yang memiliki ketertarikan IoT sebagai sarana memperdalam pemahaman secara bebas tak berbayar.

Jembatan Pendukung Konektivitas Bisnis IoT

MDD berharap, Antares bisa menjadi jembatan yang mendukung berbagai macam konektivitas bisnis IoT pada infrastruktur Telkom berskala nasional, seperti narrowband IoT, Low-Power Wide-Area Network LoRa, dan infrastruktur lainnya. 

Pihak IoT Platform Development akan terus mensosialisasikan Antares kepada para pengembang di 12 Digital Lounge (DiLO) PT Telkom yang tersebar di seluruh Indonesia, antara lain Bogor, Jakarta, Bandung, Jogja, Malang, Makassar, Padang, Balikpapan, hingga Banda Aceh.

 

Source: Antares.id | Telkomiot.com | Cloudcomputing.id | Inet.detik.com | Uzone.id

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar