Teknologi Kesehatan di Era Modern

Teknologi Kesehatan | unsplash


#DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

Sekarang ini kita telah memasuki era modern, yang mana segala hal telah berubah dari tradisional menjadi modern. Salah satunya, kita telah mencapai era revolusi 4.0. Era yang disebut sebagai periode perkembangan baru segala teknologi mencapai kemajuan daei sebelumnya. Teknologi digital menjadi bagian yang termasuk mengalami kemajuan, tak terkecuali dalam hal teknologi kesehatan.

Bidang kesehatan saat ini telah mengalami banyak perubahan besar atau pergolakan selama beberapa tahun terakhir ini dalam teknologinya. Kemajuan teknologi kesehatan tersebut mempermudah pasien ketika mengakses seluruh layanan kesehatan. Yang sebelumnya untuk berkonsultasi kesehatan hanya bisa dijangkau dengan pergi secara langsung ke dokter, kini telah bisa dilakukan secara jarak jauh dengan memanfaatkan kecanggihan dari teknologi kesehatan tersebut.

Bisa kita bayangkan atau bahkan diantra kita sudah pernah melakukannya ketika menjadi seorang pasien bisa menemui dokter hanya melalui aplikasi kesehatan online dengan smartphone kita. Hal ini juga berlaku ketika menebus resep obat daei dokter, tes laboratorium, atau melakukan rawat jalan di rumah. Itu semua dapat terjadi karena adanya kombinasi dengan layanan transportasi melalui internet. Sehingga pasien tidak perlu pergi kemana - mana untuk berobat, mencari informasi kesehatan, dan layanan kesehatan karena bisa dilakukan hanya dengan duduk santai bahkan sambil rebahan bermain ponsel pintar mereka untuk mendapatkan semua itu yang mereka butuhkan. Sudah terfasilitasi sistem online untuk kontak langsung dengan dokter, baik konsultasi, melihat atau mengubah jadwal kontrol sesuai kebutuhan hanya melalui aplikasi seluler mereka.

Sebenarnya, perkembangan teknologi kesehatan di Indonesia ini telah ada sejak tahun 1990-an dengan dikenalkannya istilah telemedicine. Yang kemudian, semakin berkembang dengan adanya rekam medis dan resep elektronik. Situs web informasi medis pun makin populer dengan menawarkan konsultasi online bersama dokter dan apotek dijangkau secara online juga. Selain itu, media sosial telah populer yang mengakibatkan pasien mudah mendapatkan informasi kesehatan.

Pelayanan kesehatan umum telah dituntut  untuk lebih beradaptasi dengan teknologi modern hal ini menjadi salah satu solusi seperti pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence ((AI) di rumah sakit. Ditambah adanya pandemi ini telah membuat saya perjalanan bisnis terkait barang dan jasa menjadi lebih cepat dan akurat dengan menggunakan teknologi digital. Terkhusus pada layanan medis yang mendapat perhatian publik pasca pandemi ini tidak terkecuali. Namun, untuk melayani dan merawat pasien dengan baik menjadi semakin sulit. Pandemi pun telah menguji kemampuan hampir seluruh sumber daya kesehatan yang ada di Indonesia. Maka dari itu, pelayanan kesehatan masyarakat harus lebih sigap untuk beradaptasi dengan teknologi modern. Salah satunya dengan menggunakan kecerdasan buatan dalam rumah sakit.

Salah satu perusahaan teknologi kecerdasan buatan yang didirikan oleh anak Indonesia yaitu Arogya.id yang mempromosikan penggunaan teknologi kecerdasan buatan secara luas di rumah sakit Indonesia. Presiden Joko Widodo pun pernah mengatakan pada tahun 2018 dulu bahwa Rumah Sakit dapat menjadi Rumah Sakit pintar dengan meningkatkan perawatan dan layanan pasien sekaligus mengurangi biaya dengan membangun sistem integrasi dan penggunaan teknologi inovatif secara ekstensif. Dalam konteks Rumah Sakit pintar teknologi kecerdasan buatan ini dapat mendukung manajemen rantai pasok untuk memaksimalkan efisiensi manajemen dan operasi Rumah Sakit. Hal ini juga menunjukkan betapa pentingnya rantai pasok dalam sistem perawatan rumah sakit.

Menurut survei kesehatan kardinal supply chain rumah sakit, terdapat 65% responden yang mengakui bahwa sistem pelayanan kurang optimal yang mengakibatkan penundaan pelayanan kesehatan dikarenakan kekurangan obat maupun peralatan medis yang dibutuhkan. Namun, pelayanan rumah sakit sering memprediksi permintaan obat dan peralatan medis berdasarkan analisis statis daripada analisis dinami. Sehingga peramalan menjadi kurang akurat dan mengarah pada kelebihan atau kekurangan persediaan. Namun berkat sistem manajemen inventaris dan pemesanan berbasis kecerdasan buatan manajemen Rumah Sakit sangat terbantu dalam membuat keputusan yang akurat tentang pemesanan dan pembelian obat-obatan serta peralatan medis teknologi AI lah yang menyediakan sistem untuk terintegrasi dan lebih efisien.

Maka dari itu teknologi dalam bidang kesehatan ini diharapkan dapat mempermudah dalam memberikan pelayanan kepada pasiennya, khususnya di masa pandemi saat ini. Hal ini didukung dengan adanya teknologi artificial intelligence (AI) yang telah masuk dalam bidang kesehatan.

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar