Teknologi Digital Sebagai Salah Satu Kendaraan Menuju Kemajuan Bangsa

Teknologi Digital Sebagai Gerbang Kemajuan Bangsa, Foto: www.thedigitaltransformationpeople.com


#WritingCompetitionDigitalBisa #DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

Perkembangan teknologi digital membuat banyak hal yang awalnya berupa imajinasi dan fantasi, menjadi sesuatu yang bisa diwujudkan dan dinikmati secara nyata. Proses jual beli daring, konser musik daring, belajar daring, merupakan beberapa contoh perkembangan dunia digital atau proses digitalisasi yang saat ini dinikmati oleh masyarakat. Secara garis besar, digitalisasi merupakan proses atau kegiatan untuk merubah proses atau kegiatan yang awalnya dilakukan secara manual menjadi sistem digital.

Penerapan teknologi digital memiliki manfaat antara lain, kemudahan berkomunikasi, kecepatan memperoleh informasi, pengurangan biaya, penghematan waktu, dan kemudahan melakukan transaksi ekonomi (Jiminami, 2019). Namun demikian, penggunaan teknologi digital memiliki beberapa kekurangan antara lain, timbulnya kejahatan digital, rentannya keamanan data, kurangnya interaksi sosial, serta timbulnya kecanduan (Souisa, 2021).

Berdasarkan manfaat yang beraneka ragam dan penting inilah, teknologi digital dapat digunakan sebagai salah satu sarana unggulan dalam meningkatkan kemajuan bangsa. Hal ini mungkin terjadi, mengingat beberapa kondisi yang dimiliki Indonesia sebagai berikut:

  1. Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari sekitar 17.000 pulau. Kondisi ini merupakan tantangan dalam memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh penduduk Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia dalam berkontribusi terhadap kemajuan bangsa. Namun demikian, dengan adanya kondisi geografis ini, teknologi digital dipandang sebagai salah satu peluang dalam memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh penduduk untuk berkontribusi terhadap kemajuan bangsa. Salah satunya dengan penggunaan teknologi digital di bidang pendidikan dan penyebaran informasi pengetahuan. Setiap penduduk dapat memperoleh pendidikan dan pengetahuan dengan standar yang sama di mana pun lokasinya melalui teknologi digital.     

  1. Jumlah penduduk Indonesia yang besar

Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan sensus penduduk tahun 2020 sebesar 270,2 juta jiwa (BPS, 2020). Jumlah penduduk yang besar merupakan modal berharga yang dimiliki Indonesia. Riyanto (2021) menyatakan bahwa pengguna internet pada awal tahun 2021 sebanyak 202, 6 juta jiwa. Sehingga, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk berdasarkan hasil sensus tahun 2020, maka penetrasi internet di Indonesia sebesar 74,9 persen. Jumlah ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan populasi penduduk terbesar keempat di dunia dan pengguna internet terbanyak keempat di dunia (Mursid, 2021).  Penetrasi yang cukup signifikan ini merupakan modal yang bagus dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai salah satu sarana dalam mencapai kemajuan bangsa di berbagai sektor.

  1. Bonus demografi penduduk Indonesia

Persentase penduduk Indonesia usia produktif (15 – 64 tahun) sebesar 70,72% berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2020 (BPS, 2020). Bonus demografi yang dimiliki Indonesia sangat bermanfaat dalam perkembangan penggunaan teknologi digital di Indonesia. Riyanto (2021) mengemukakan bahwa berdasarkan laporan hasil survei yang dilakukan oleh HootSuite, pengguna internet yang berusia 16 – 64 tahun memiliki beberapa perangkat elektronik berbeda untuk mengakses internet meliputi, komputer/laptop, komputer tablet, smartphone, dan sebagainya. Penggunaan teknologi digital secara masif oleh penduduk usia produktif di segala bidang merupakan modal penting untuk mencapai kemajuan bangsa.

Meraih Kemajuan Bangsa Melalui Teknologi Digital
Meraih Kemajuan Bangsa Melalui Teknologi Digital, Foto: www.pointstar.co.id

Namun demikian, terdapat beberapa permasalahan mendasar yang perlu diselesaikan agar penggunaan teknologi digital sebagai salah satu cara memajukan bangsa dapat optimal. Beberapa permasahalan tersebut antara lain:

  1. Biaya investasi teknologi digital yang mahal

Permasalahan ini merupakan salah satu permasalahan terbesar implementasi teknologi digital di Indonesia. Penggunaan teknologi digital membutuhkan pembangungan infrastruktur teknologi dan komunikasi, perangkat keras (hardware), dan perangkat lunak (software) yang sangat mahal. Dari sisi pengguna teknologi digital, perangkat elektronik seperti komputer/laptop, smartphone, komputer tablet, serta perangkat lainnya diperlukan untuk menggunakan teknologi digital. Perangkat-perangkat tersebut tidak murah dan tidak dimiliki dengan mudah oleh seluruh penduduk Indonesia, terutama mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan.     

  1. Literasi digital penduduk Indonesia yang belum optimal

Literasi digital merupakan hal penting yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam pemanfaatan teknologi digital. Literasi digital merupakan suatu kemampuan atau keterampilan terkait dengan teknis memperoleh akses, mengaitkan, memahami, dan menyebarluaskan informasi (Bowden, 2001). Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui siaran persnya menyatakan bahwa literasi digital Indonesia masih belum mencapai skor baik (4,00) berdasarkan survei yang dilakukan oleh Katadata di 34 provinsi tahun 2020. Capaian subindeks kemampuan teknologi sebesar 3,66, subindeks keamanan sebesar 3,66, subindeks komunikasi dan kolaborasi sebesar 3,38, dan subindeks informasi dan literasi data sebesar 3,17 (Kominfo, 2020). 

  1. Infrastruktur teknologi digital yang belum merata

Infrastruktur teknologi digital mayoritas hanya bisa dinikmati oleh penduduk yang tinggal di perkotaan. Banyak penduduk yang tinggal di daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) yang belum dapat memanfaatkan teknologi digital. Kominfo menyatakan bahwa sebanyak 12.548 desa di Indonesia belum mendapatkan akses internet (Rosana, 2020). Hal tersebut merupakan salah satu kendala signifikan dalam pemanfaatan teknologi digital yang mempengaruhi tercapainya kemajuan bangsa.

Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia perlu mengambil beberapa tindakan untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi digital antara lain:

  1. Memprioritaskan alokasi anggaran untuk percepatan transformasi teknologi digital dan pemerataan pembangunan infrastruktur teknologi digital

Alokasi anggaran yang cukup sangat diperlukan agar teknologi digital dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh penduduk. Sehingga, kemajuan bangsa melalui teknologi digital dapat tercapai secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

  1. Meningkatkan literasi digital penduduk Indonesia khususnya penduduk usia produktif

Peningkatan literasi digital mutlak diperlukan agar masyarakat dapat berperan serta secara aktif dan optimal dalam memanfaatkan teknologi digital. Mengingat sekitar 85,62 persen pemuda Indonesia merupakan pengguna aktif internet, maka peningkatan literasi digital bagi mereka merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan sehingga pemanfaatan teknologi digital dapat optimal.

  1. Memberikan dukungan penuh dalam percepatan transformasi teknologi digital pada berbagai sektor

Pemerintah harus memberikan dukungan sepenuhnya dalam proses percepatan transformasi digital di berbagai bidang, meliputi pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial, dan sebagainya. Dukungan penuh diperlukan agar proses transformasi digital dapat berjalan secara efektif, efisien, dan optimal.

 

Daftar Referensi

Badan Pusat Statistik. (2020). Hasil sensus penduduk 2020. https://www.bps.go.id/pressrelease/2021/01/21/1854/hasil-sensus-penduduk-2020.html

Bawden, D. (2001). Information and digital literacies: a review of concepts. Journal of Documentation, 57(2), 218-259

Jiminami. (2019). Manfaat produk digital dalam kehidupan sehari-hari. https://www.viva.co.id/vstory/teknologi-vstory/1172439-manfaat-produk-digital-dalam-kehidupan-sehari-hari?page=all&utm_medium=all-page

Kementerian Komunikasi dan Informatika. (2020). Hasil survei indeks literasi digital nasional 2020, akses internet makin terjangkau. https://kominfo.go.id/content/detail/30928/siaran-pers-no-149hmkominfo112020-tentang-hasil-survei-indeks-literasi-digital-nasional-2020-akses-internet-makin-terjangkau/0/siaran_pers

Mursid, F. (2021). Kominfo: pengguna internet Indonesia terbesar ke-4 di dunia. https://www.republika.co.id/berita/qv56gb335/kominfo-pengguna-internet-indonesia-terbesar-ke4-di-dunia

Rosana, C.F. (2020). Kominfo sebut 12.548 desa belum tersentuh sinyal internet. https://bisnis.tempo.co/read/1352697/kominfo-sebut-12-548-desa-belum-tersentuh-sinyal-internet/full&view=ok

Riyanto, G.P. (2021). Jumlah pengguna internet Indonesia 2021 tembus 202 juta. https://tekno.kompas.com/read/2021/02/23/16100057/jumlah-pengguna-internet-indonesia-2021-tembus-202-juta

Souisa, A.Y. (2021). Teknologi digital: definisi, contoh, macam-macam, kelebihan. https://www.finansialku.com/teknologi-digital-definisi-contoh-macam-macam-kelebihan/#Kelebihan_Teknologi_Digital

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar