Strategi Pemasaran Produk Startup Lewat Medsos

Kanal-kanal pemasaran kian terbuka luas sekarang ini. Foto: Campaign Creators/Unsplash.


#DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

Ide-ide yang unik, tim yang solid dan andal serta dukungan dana yang memadai masih belum cukup untuk membuat sebuah perusahaan rintisan (startup) tumbuh, berkembang dan mendulang profit secara stabil.

Untuk dapat tumbuh, berkembang dan mengucurkan profit secara stabil, perusahaan memerlukan tambahan pelanggan dan penjualan, yang perlu diupayakan lewat jalur pemasaran. Semakin banyak tambahan pelanggan dan penjualan, maka semakin baik bagi perusahaan.

Untungnya sekarang ini, berkat kemajuan di sektor teknologi digital, kanal-kanal pemasaran kian terbuka luas. Tinggal bagaimana kita mampu memanfaatkannya secara maksimal untuk mendongkrak jumlah pelanggan dan penjualan produk perusahaan yang kita miliki.

Salah satu kanal pemasaran di ranah digital yang dapat kita manfaatkan untuk kemajuan perusahaan rintisan yang kita miliki adalah kanal media sosial.

Ada banyak platform media sosial yang dapat kita manfaatkan untuk melakukan kempanye pemasaran produk. Namun, menurut Harpreet Munjal (2019), untuk menuai hasil yang maksimal, kita perlu jeli memilih platform yang paling tepat selaras dengan ceruk dan khalayak sasaran bagi produk kita.

Dalam konteks perusahaan rintisan, Harpreet Munjal merekomendasikan lima platform media sosial yang dapat dimanfaatkan sebagai kanal pemasaran. Apa saja dan kenapa?

1. Facebook
Media sosial besutan Mark Zuckerberg ini merupakan media sosial paling populer dengan pengguna lebih dari dua miliar. Kita dapat menggunakan Facebook dalam melakukan kampanye pemasaran untuk hampir semua ceruk pasar dan melakukan promosi untuk semua jenis produk. Dibanding platform media sosial lainnya, promosi lewat Facebook termasuk cukup murah sejauh ini.

2. Twitter
Twitter dapat menjadi opsi lain di samping Facebook. Platform media sosial ini sangat cocok untuk model usaha B2B (business to business) dan B2C (business to consumer). Hanya saja, dalam soal ongkos yang harus dikeluarkan, Twitter jauh lebih mahal dibanding Facebook. Meski demikian, tipe iklan dan sasarannya cukup beragam.

3. Instagram
Meski cocok untuk semua ceruk pasar, Instagram paling pas untuk dimanfaatkan oleh perusahaan-perushaan yang bergerak di bidang fesyen, kesehatan, kecantikan, kebugaran, modeling dan sektor usaha yang terkait dengan fotografi.

4. LinkedIn
Platform ini lebih banyak digunakan oleh para profesional. Oleh sebab itu, LinkedIn sangat cocok digunakan untuk model usaha B2B. Perusahaan rintisan dengan model B2B, sebaiknya melakukan kampanye pemasaran lewat LinkedIn.

5. Snapchat
Jika sasaran produk perusahaan kita adalah kaum muda, maka Snapchat adalah platform media sosial yang paling cocok untuk digunakan, terutama untuk produk-produk yang bertalian dengan fesyen, kecantikan dan kesehatan.

Lebih jauh, Harpreet Munjal, menyodorkan tip bagi para pemilik perusahaan rintisan yang hendak melakukan aktivitas pemasaran lewat media sosial.

Pertama, lengkapi profil media sosial secara lengkap, termasuk info detil perusahaan, logo maupun foto-foto perusahaan.

Kedua, unggah konten secara teratur dan bangun engagement dengan khalayak lewat sejumlah aktivitas seperti polling, tanya jawab, kuiz, lomba  serta pemberian suvenir.

Ketiga, bergabunglah dalam grup atau bentuklah grup dengan ceruk yang kita sasar serta pilih khalayak yang tepat untuk sasaran pemasaran.

Keempat, berikan penawaran e-book, produk uji-coba atau demo produk sebagai bagian dari upaya mengumpulkan e-mail pelanggan serta calon pelanggan dan sekaligus menyusun daftar e-mail pelanggan perusahaan kita.

Kelima, cepat tanggap dengan segera merespons setiap pesan dan pertanyaan yang masuk.

Keenam, gunakan fitur analitik (seperti Feacebok pixel) untuk menyasar ulang mereka yang tertarik pada produk yang kita miliki dan sekaligus mendorong mereka menjadi pelanggan perusahaan kita.

Menurut Harpreet Munjal, agar aktivitas pemasaran melalui kanal media sosial ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, tak ada salahnya perusahaan rintisan memanfaatkan secara khusus jasa pakar strategi pemasaran media sosial.***

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar