Solusi Digital untuk Pendidikan Indonesia yang Lebih Maju

Ilustrasi belajar secara daring. Sumber: unsplash.com/photos/4A1pj4_vClA


#WritingCompetitionDigitalBisa #DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

Pendidikan merupakan hal yang paling penting untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, di masa pandemi Covid-19 ini, sektor inilah yang menjadi salah satu terdampaknya di Indonesia. Tidak seperti biasanya, pembelajaran dapat dilakukan secara tatap muka setiap pertemuannya sehingga tercipta interaksi secara langsung antara guru dan siswa. Selain itu, siswa juga bisa melakukan praktikum secara eksklusif dengan bimbingan guru di sekolah. Kegiatan-kegiatan kesiswaan di sekolah pun menjadi tidak ada karena menyesuaikan kondisi pandemi saat ini. Hal inilah yang menjadi fokus penting bagi pemerintah Indonesia untuk lebih memperhatikan lagi masa depan pendidikan di Indonesia. Karena, pendidikan di Indonesia itu merupakan garda terdepan dalam menciptakan generasi-generasi penerus selanjutnya.

Hadirnya pandemi Covid-19 ini yang melanda Indonesia menjadi sebuah tantangan untuk melakukan perubahan secara besar-besaran di semua sektor terutama di sektor pendidikan. Semua kegiatan pun harus menjadi tidak tatap muka dan tidak perlu datang ke suatu tempat karena keadaan yang memaksa seperti saat ini. Salah satu solusi dari kondisi saat ini adalah digitalisasi. Digitalisasi merupakan suatu terobosan yang harus dilakukan untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang bisa mengubah suatu kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru. Kebiasaan baru tersebut yaitu berinteraksi secara daring jika akan diadakan suatu pertemuan. Seperti halnya pembelajaran di sekolah, semua kegiatan belajar dan mengajar dilakukan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom, Google Meet, atau sejenis sebagai media pembelajaran interaktif.

Di sisi lain, solusi tersebut tentunya antara guru dan siswa tetap mengalami kendala-kendala dalam proses kegiatan belajar dan mengajar. Kendala-kendala tersebut memungkinkan seperti pada kondisi siswa yang kurang mampu dan memiliki lokasi rumah yang jauh dari pemukiman penduduk, sehingga tidak ada sinyal seluler sedikitpun untuk terhubung ke internet guna mengikuti proses kegiatan belajar dan mengajar secara daring. Selain itu, jika siswa menggunakan paket data seluler terus-menerus secara mandiri, maka kuota penggunaan internet pun akan cepat habis dan dari segi keuangan pun akan cepat terkuras sehingga akan timbul permasalahan baru yaitu perekonomian keluarga dari siswa. Hal ini menjadi titik permasalahan yang sangat serius bahwa kesiapan pendidikan di Indonesia itu masih sangat kurang, seperti halnya pemerataan instalasi infrastruktur-infrastruktur IT di setiap daerah terpencil, pemberian program subsidi kuota internet gratis secara berkala, dan penerapan sistem informasi e-learning secara merata di sekolah-sekolah.

Maka dari itu, pemerintah harus mewujudkan perubahan besar di masa pandemi Covid-19 ini yang dapat disebut sebagai digitalisasi pendidikan yang ada di Indonesia. Digitalisasi pendidikan ini dapat dilakukan dengan cara mensosialisasikan pemanfaatan e-learning di sekolah-sekolah guna memperlancar kegiatan belajar dan mengajar selama pembelajaran daring dan penugasan-penugasan akan lebih praktis ke depannya dibandingkan sebelumnya yang selalu mengumpulkan penugasan dalam bentuk fisik, mengadakan kursus atau pelatihan berupa beasiswa talenta digital yang diselenggarakan secara daring untuk guru dan siswa guna meningkatkan digital skills, mengadakan program magang secara daring untuk guru dan siswa agar bisa menyetarakan kompetensinya sesuai dengan kebutuhan industri di Indonesia, dan memperluas makna Merdeka Belajar dengan membebaskan siswa untuk melakukan upgrade skills dengan boleh memilih antara mengikuti kursus atau pelatihan gratis berupa beasiswa talenta digital yang diselenggarakan secara daring atau magang yang dilakukan secara daring. Dengan demikian, guru dan siswa bisa melakukan pembaruan kompetensi sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri di Indonesia.

Di era digital saat ini, pemerintah tidak boleh terlalu lambat dalam mewujudkan digitalisasi pendidikan. Hal itu sangat penting karena mampu mendorong cara berpikir siswa menjadi futuristis. Pengembangan dari segi hard skills dan soft skills bagi siswa pun harus berjalan secara beriringan dan berkelanjutan. Melihat dari kondisi pandemi saat ini, dari kedua segi tersebut, pemerintah seharusnya juga menekankan kepada sekolah-sekolah untuk menerapkan program yang sama seperti Kampus Merdeka yaitu dengan memperjelas arah dan tujuan dari Merdeka Belajar. Dari Merdeka Belajar tersebut, seharusnya tidak hanya memfokuskan pada talent mapping, namun diisi juga program-program untuk menciptakan talenta-talenta digital yang nantinya siap bekerja di dunia industri.

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar