Simak Sejumlah Tips dan Trik untuk Atur Usaha Tanpa Ribet

Ilustrasi | Pixabay/ar130405


Pengelolaan usaha yang simpel kini wajib dilakukan pelaku bisnis. Kewajiban ini muncul seiring terjadinya berbagai perubahan di berbagai lini kehidupan, yang menuntut manusia untuk bergerak semakin cepat dan efektif.

Perubahan pola pengelolaan usaha harus dilakukan untuk mempermudah pelaku bisnis menjaga roda usahanya. Tanpa adaptasi, bisa jadi sebuah bisnis tidak akan berumur panjang.

Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan pengusaha untuk menjaga keberlangsungan bisnisnya. Salah satunya, pelaku usaha bisa mulai membiasakan diri untuk mencatat berbagai kebutuhan, pengeluaran, pemasukan, dan arus kas usahanya sejak dini.

Pencatatan arus kas atau laporan keuangan memang awalnya sulit dilakukan, terutama bagi pelaku usaha atau UMKM yang tak terbiasa berurusan dengan angka dan statistik. Akan tetapi, jika sudah dilakukan hal tersebut justru sangat membantu pelaku usaha menjaga profitabilitas bisnisnya.

Pelaku usaha yang membuat laporan keuangan atau catatan arus kas bisa mendapat manfaat berupa terjaganya informasi terkait kondisi keuangan bisnisnya. Selain itu, pencatatan membuat pelaku usaha tahu hal-hal apa saja yang boros menggunakan sumber daya dan berpotensi dilakukan efisiensi.

BACA JUGA: Pulihkan Kondisi Usaha dengan Kreativitas dan Inovasi

Pencatatan arus kas atau laporan keuangan juga bisa menjadi salah satu syarat pelaku usaha atau UMKM untuk mengajukan pinjaman ke bank atau tekfin. Kemudian, dengan adanya catatan maka pelaku usaha tak perlu repot mencari bukti dan detail transaksi yang sudah terjadi.

Pencatatan arus kas bisa dilakukan secara manual atau memanfaatkan berbagai aplikasi yang tersedia. Apabila ingin memiliki catatan yang lebih terorganisir, maka tidak ada salahnya bagi pelaku UMKM untuk mulai memanfaatkan aplikasi-aplikasi pencatatan keuangan untuk membantu operasional sehari-hari.

Selain membiasakan diri membuat catatan arus kas atau laporan keuangan, pelaku UMKM juga bisa memanfaatkan metode digital marketing untuk merambah pasar yang lebih luas secara cepat dan tepat sasaran.

Praktik digital marketing menjadi hal penting yang harus dilakukan UMKM, terutama sejak 2 tahun terakhir. Digital marketing bisa dilakukan mulai dari hal kecil, contohnya yaitu dengan memasukkan nama dan lokasi usaha kita ke dalam peta daring (Google Maps dan aplikasi sejenis).

Pelaku UMKM juga bisa mempromosikan dagangan melalui berbagai media sosial (medsos) baik secara berbayar atau gratis. Apabila memiliki modal lebih, pelaku UMKM juga bisa bekerjasama dengan para influencer untuk mempromosikan dagangannya melalui akun medsos masing-masing artis.

Terakhir, pelaku UMKM dapat mulai menerapkan metode pembayaran nontunai (cashless) sebagai pilihan transaksi kepada pelanggan. Penerapan sistem pembayaran cashless dapat membantu pelaku UMKM agar lebih mudah melihat pendapatan dan pengeluaran setiap hari. Selain itu, pembayaran nontunai juga kini menjadi metode yang disukai pembeli karena praktis.

BACA JUGA: Cara Aman nan Murah untuk Kelola dan Simpan Berbagai Data
BACA JUGA: Mengenal Pemain Besar di Bisnis Menara Telekomunikasi di Indonesia

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar