Setelah Pandemi, Bagaimana Prospek Pertumbuhan Bisnis Internet Sambungan Tetap? 

Ilustrasi | Freepik/Freepik


Potensi pertumbuhan bisnis internet berbasis sambungan tetap (fixed broadband) diprediksi tetap positif pasca berakhirnya pandemi covid-19. Perkiraan ini muncul berdasarkan fakta semakin tingginya ketergantungan manusia terhadap internet saat ini.

Berdasarkan data Bank Dunia, per akhir 2020 lalu ada 10,71 juta rumah tangga di Indonesia yang menggunakan layanan internet sambungan tetap. Jika dirata-rata, 4 dari 100 orang di Indonesia telah menikmati layanan internet fixed broadband hingga 2020.

Data penetrasi internet sambungan tetap tersebut bisa dibilang masih rendah. Apabila dihitung rinci, maka penggunaan internet fixed broadband di Indonesia baru mencakup 4 persen penduduk.

Kecilnya angka penetrasi internet sambungan tetap di Indonesia mencerminkan tingginya potensi pertumbuhan bisnis di sektor ini. Menurut SVP Corporate Communication & Investor Relation PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Ahmad Reza, bisnis internet sambungan tetap akan tetap tumbuh meski ke depannya masa kenormalan baru terjadi.

“Penetrasi untuk internet broadband masih 15 persen dari total 69 juta keluarga di Indonesia. Jadi pada saat terjadinya tren WFH sekarang, kami lihat potensinya (pertumbuhan bisnis fixed broadband) nggak jauh berbeda. Saat penetrasi kecil, kami melihat banyak ruang untuk perubahan (demi mengoptimalkan potensu pertumbuhan),” kata Reza dalam acara News Normal Talks yang diadakan Telkom secara daring pekan lalu.

BACA JUGA: Digitalisasi Dorong Pengembangan Kawasan Ekonomi dan Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat

Menurut Reza, bisnis internet sambungan tetap dan internet berbasis jaringan seluler yang dimiliki Telkom tidak akan saling meniadakan. Alih-alih memperlemah, kehadiran dua layanan ini justru saling memperkuat upaya Telkom untuk bertransformasi menjadi digital telco terdepan, dan membantu pembentukan kedaulatan digital di Indonesia.

Dia memberi contoh, pada masa kenormalan baru nanti permintaan layanan baru internet sambungan tetap diprediksi akan tetap tumbuh karena ada banyak kantor yang membutuhkan fasilitas tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Telkom memiliki layanan fixed broadband dari IndiHome yang mampu menjangkau 496 kabupaten/kota di Indonesia.

Di sisi lain, Telkom melalui Telkomsel juga siap memenuhi kebutuhan internet seluler masyarakat yang diprediksi tumbuh pesat pasca dimulainya era kenormalan baru.

“Ke depannya, bisnis daripada Telkom akan terus shifting ke arah digital. Kalau di awal bicara digital connectivity, digital platform, maka nantinya (Telkom) akan lebih berkontribusi menyediakan digital services seperti misalnya menyediakan Internet of Things untuk kebutuhan masyarakat menciptakan lingkungan smart home. Ada masih banyak sekali room improvement yang bisa kami lakukan,” tuturnya.

BACA JUGA: Pentingnya Growth Mindset di Era Revolusi Industri 5.0

Pada kesempatan yang sama, Pakar Marketing dan Managing Partner dari Inventure Yuswohady berkata, sejak pandemi ada semakin banyak (widening) aplikasi yang digunakan rata-rata manusia. Penggunaan aplikasi yang beragam juga diikuti semakin lamanya (deepening) manusia menghabiskan waktu mengakses dunia digital.

Kebiasaan baru manusia ini diperkirakan terus terjadi setelah pandemi berakhir. Yuswohady juga memprediksi, di masa kenormalan baru nanti preferensi masyarakat dalam mengakses internet akan berubah. Perubahan ini menyebabkan terjadinya pertumbuhan akses internet seluler yang lebih tinggi dibanding internet sambungan tetap.

“Meskipun begitu, bukan berarti fixed broadband tidak lagi relevan. Adopsi digital yang semakin masif membuat konsumen tetap membutuhkan fixed broadband untuk koneksi internet yang stabil,” kata Yuswohady.

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar