Mau Bisnis UMKM Naik Kelas? Saatnya Go Cashless

Sumber: Dokumentasi tim Community Development Center Telkom


Suatu hari, Ahmad sedang melakukan perjalanan ke sebuah tempat. Di tengah perjalanan, Ahmad singgah di sebuah desa yang jauh dari kota besar. Saat itu, Ahmad benar-benar kelaparan dan ingin membeli makanan. Tapi sayang sekali, ia sama sekali tidak membawa uang tunai karena terbiasa membayar secara cashless. Sementara di desa tersebut tidak ada pasar ataupun toko yang menyediakan pembayaran secara cashless.

Dari cerita ini, kita bisa melihat bahwa masih cukup banyak UMKM di Indonesia yang belum memberlakukan sistem transaksi digital (cashless). Mereka masih mengandalkan transaksi yang manual dengan uang tunai. Padahal adanya transaksi cashless akan sangat memudahkan pelaku UMKM dalam menjalankan aktivitas bisnis dan konsumen dalam bertransasksi. Berikut adalah sejumlah tips-tips bagi UMKM yang ingin mengembangkan pembayaran cashless:

1. Menyediakan Platform Pembayaran Digital (Cashless):

Langkah ini merupakan langkah yang paling sederhana. Saat ini, semakin banyak masyarakat yang mulai beralih dari transaksi tunai menuju transaksi cashless baik dengan memanfaatkan e-wallet, atm, mobile banking hingga kartu debit dan kredit. Transaksi cashless cenderung lebih cepat, praktis, dan aman ketimbang mengguanakan uang tunai. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, UMKM harus menyediakan platform pembayaran secara cashless baik dengan menyediakan QRIS Code, mesin EDC atau setidaknya dengan menyediakan nomor rekening. Hal ini tidak berarti menghilangkan transaksi uang tunai. UMKM cukup menambahkan platform pembayaran cashless untuk memudahkan konsumen yang terbiasa bertransaksi tanpa uang tunai.

2. Menyediakan Lapak Online:

Kini semakin banyak UMKM yang berbisnis sepenuhnya secara digital. Mereka sama sekali tidak punya toko fisik. Mereka hanya menyediakan toko online atau cukup memanfaatkan media sosial dan chatting messenger. Jika pelaku UMKM selama ini masih mengandalkan platform toko fisik, alangkah baiknya jika mereka menambahkan platform berupa toko online baik dengan memanfaatkan platform penyedia toko online seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dsb atau menyediakan aplikasi tersendiri. Konsumen dapat memesan produk/jasa tanpa harus setiap saat datang ke lokasi UMKM. Pemanfaatan transaksi cashless pun akan semakin meningkat karena mereka dapat bertransaksi tanpa batas jarak dan waktu.

3. Mengoptimalkan Media Digital:

Media digital seperti chatting messenger dan media sosial memberikan banyak sekali kemudahan dalam berbisnis untuk UMKM. Pelaku UMKM dan konsumen dapat berkomunikasi secara dua arah tanpa batas jarak. Selain itu, media digital juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk mempublikasi konten terkait produk atau perkembangan bisnis kepada publik. Jika UMKM sukses membuat konten yang menarik konsumen, konsumen akan semakin tertarik untuk bertransaksi, terutama dengan cara cashless.

Pencapaian-pencapaian yang besar selalu dimulai dari langkah-langkah yang sederhana. Memberlakukan transaksi cashless merupakan langkah awal bagi UMKM agar semakin maju, mandiri dan berdaya. Mari kita dukung agar semakin banyak UMKM di Indonesia yang mulai go-cashless.

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

X

Tekan ESC untuk keluar