Resep Rahasia UMKM Bunga Tanjung Embroidery Bertahan Sejak 46 Tahun Berdiri

UMKM Bunga Tanjung Embroidery dari Tasikmalaya, Jawa Barat.


Gagal, mengulang, kemudian menyerah. Runutan tersebut mungkin kerap kita lakukan apabila sedang mengerjakan tugas, pekerjaan, atau membangun usaha. Tak jarang keputusan menyerah diambil karena kita merasa tak sanggup lagi mengerjakan sesuatu, dan mengejar target, sesuai rencana awal.

Akan tetapi, kata “menyerah” tampaknya tidak ada dalam kamus hidup Enok Siti Juariah dan suami. Alih-alih menyerah, pasangan suami istri ini justru terus menjaga semangat mereka hingga akhirnya kini bisa bertahan dengan status pebisnis sukses dari Tasikmalaya, Jawa Barat.

Komitmen dan kerja keras adalah kata kunci dan rahasia dibalik kesuksesan yang diraih Siti bersama suaminya kini. Mereka adalah pelaku UMKM yang memiliki usaha bordir bernama Bunga Tanjung Embroidery. Usaha yang mereka miliki sudah eksis sejak 1975.

Saat ditemui di kediaman dan lokasi usahanya di Jalan Air Tanjung, Kawalu, Tasikmalaya, Senin (19/10) lalu, Siti bercerita bagaimana kiat dirinya bisa mempertahankan usaha sejak 46 tahun berdiri. Awalnya, Siti dan suami memiliki usaha menjahit pakaian. Hasil jahitan dan pakaian yang dibuatnya kemudian dipasarkan secara manual ke pasar-pasar di Tasikmalaya.

“Bapak (suami) itu dulu sering bawa barang dari rumah sini ke daerah-daerah, sampai paling jauh Tegal, sendiri pakai motor. Itu barang dibawa untuk dijual, dititipkan ke pasar,” kata Siti penuh kenang.

Kerja keras yang dilakukannya bersama suami di awal usaha memang terasa melelahkan. Akan tetapi, mereka tidak mudah menyerah. Hingga akhirnya sedikit demi sedikit usaha Siti dan suaminya bisa berkembang.

Perkembangan UMKM Bunga Tanjung Embroidery terus terjadi meski tahun dan milenium berganti. Dari yang awalnya hanya menjahit dan membuat baju dengan model terbatas, kini Bunga Tanjung Embroidery cukup dikenal sebagai produsen fesyen bordir terutama dalam jenis busana muslim.

BACA JUGA: Mengenal Lebih Jauh Lokapala, Gim Buatan Indonesia yang Menjadi Cabang eSports di PON XX Papua

Berkat perkembangan usahanya tersebut, Bunga Tanjung Embroidery kini bisa memberi dampak positif bagi masyarakat di Tasikmalaya. Siti berkata, untuk memenuhi permintaan pembeli yang terus bertambah, kini dia dan suaminya menjalankan usaha dengan mengajak warga sekitar rumahnya untuk turut membuat baju dan busana muslim bordiran.

“Awalnya kami punya pekerja sendiri yang diupah rutin tiap bulan. Kemudian seiring perubahan zaman, kami mulai mengganti sistem pekerjaan di Bunga Tanjung. Sekarang, busana-busana produksi Bunga Tanjung adalah hasil karya para warga sekitar Tanjung yang kami berikan kesempatan untuk ikut bersama-sama membuat busana muslim dari rumah masing-masing. Jadi warga tidak perlu datang ke rumah saya, tapi bisa membordir dari tempat masing-masing,” katanya.

Siti menjelaskan, sistem produksi di UMKM Bunga Tanjung mengandalkan tenaga masyarakat sekitar dan sejumlah mesin bordir komputer. Prosedurnya, pertama-tama Siti membuat desain busana muslim yang dianggap cocok dengan tren dan sedang laku di pasar. Setelah itu, desain tersebut diberikan ke warga Tanjung yang memiliki kemampuan bordir. Warga kemudian mengerjakan bordiran sesuai desain tersebut, dan memberikannya ke Siti setelah selesai.

Apabila produksi sudah dilakukan, Siti lantas membayar hasil kerja warga sesuai nilai yang sudah disepakati sejak awal. “Harganya tergantung tingkat kesulitan desain dan jumlah pakaian yang dipesan,” ujarnya.

Kerjasama tidak berhenti di sana. Setelah proses menjahit dan bordir, Bunga Tanjung juga melakukan proses pembersihan, sortir, hingga pengemasan sebelum barang dikirim ke tangan pembeli. Seluruh kegiatan itu dilakukan Bunga Tanjung dengan mengandalkan tenaga warga sekitar.

Menurut Siti, seluruh warga yang terlibat proses produksi di Bunga Tanjung tak diwajibkan memiliki alat produksi sendiri. Semua alat produksi—mulai dari mesin jahit, alat pengemasan, hingga perlengkapan pembersihan kain—diberikan langsung oleh Bunga Tanjung kepada warga.

“Kami memegang prinsip mau tumbuh dan belajar bersama masyarakat. Jadi agar warga juga mendapat keterampilan, berjiwa usaha, kami siap bantu. Alhamdulillah, sekarang banyak orang yang tadinya bekerja membantu Bunga Tanjung kemudian menjadi sukses, bahkan membuka usaha sendiri di luar kota,” ucap Siti.

Kolaborasi Selama Pandemi

Pendiri UMKM Bunga Tanjung Embroidery Enok Siti Juariah membagikan tips untuk UMKM agar bisa mempertahankan keberadaannya selama puluhan tahun saat ditemui di Tasikmalaya, Senin (19/10).

Model kerjasama atau kolaborasi yang dilakukan Bunga Tanjung berlanjut dalam 2 tahun terakhir, setelah pandemi Covid-19 terjadi. Menurut Siti, kehadiran pandemi yang mengharuskan manusia membatasi kegiatan di luar rumah tidak berdampak pada kegiatan produksi usahanya. Alasannya, sudah sejak lama Bunga Tanjung menerapkan proses kerja dari rumah bagi warga yang berkolaborasi membuat bordiran.

Dampak negatif pandemi hanya dirasakan Bunga Tanjung pada sisi penjualan. Siti mengaku, sejak pandemi terjadi penurunan usahanya turun drastis. Bahkan, pada 2020 lalu Siti sering melalui hari tanpa menerima satu pun pengunjung di toko dalam rumahnya.

“Sampai sekarang kondisi juga belum pulih seperti sebelum covid. Tapi perkembangan sudah ada. Salah satu yang menolong kami untuk bertahan ya karena banyak pelanggan tertarik membeli produk Bunga Tanjung via chat. Banyak juga orang hubungi saja untuk tawarkan bantuan menjual produk Bunga Tanjung di Tokopedia, Shopee, atau marketplace lain,” katanya.

Selain terbantu oleh pembeli dan orang yang berniat memasarkan produknya di lokapasar, Siti juga mendapat keuntungan dari keikusertaannya sebagai UMKM binaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Bunga Tanjung Embroidery sudah menjadi UMKM binaan Telkom sejak 2018 lalu. Hingga sekarang, UMKM ini total sudah mendapat bantuan permodalan sejumlah Rp115 juta dari Telkom. Selain itu, Bunga Tanjung juga kerap mendapat pelatihan agar semakin mantap go digital dan memperluas pasarnya di dunia daring.

Berkat bantuan permodalan, pelatihan, dan pembukaan pasar dari Telkom, Bunga Tanjung bisa bertahan selama pandemi. Kini, Bunga Tanjung tengah bersiap kembali menerima banyak pesanan seiring dimulainya era kenormalan baru pasca penyebaran covid-19 mulai terkendali.

“Telkom membantu sekali, terutama kan waktu itu pernah mengajak kami ikut pameran. Kami harap bisa segera ikut pameran lagi untuk memperluas pasar Bunga Tanjung. Kami juga berterima kasih karena sudah dibantu mulai memasarkan produk ke BUMN melalui PaDi UMKM; diajari cara transaksi pakai sistem QR Code (QRIS), dan sistem kasir digital. Semoga ke depannya usaha ini bisa semakin berkembang,” ujar Siti.

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar