Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat Dengan Digitalisasi

Logo Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia | Sumber: www.setneg.go.id


#57TahunTelkom #DigitalBisaUntukSemua

Dua tahun telah berlalu, meninggalkan banyak kenangan yang sulit untuk dilupakan. Menakutkan, melumpuhkan, terjadi banyak perubahan, adalah kondisi yang menggambarkan dua tahun belakangan ini. Pandemi yang tak pernah terpikirkan oleh siapa pun tiba-tiba datang menghampiri dan membuat suasana begitu mencekam di tengah masyarakat.

Pandemi menjadikan sebagian besar aktivitas yang dilakukan di luar rumah terhenti, sebab berpotensi terpapar penyakit menular apabila banyak beraktivitas di luar rumah apalagi berkerumun. Hal inilah yang kemudian menyebabkan sebagian besar masyarakat takut dan memilih berdiam diri di rumah. Selain itu, peraturan demi peraturan juga digulirkan oleh pemerintah untuk membatasi kegiatan masyarakat demi memutus mata rantai penyebaran wabah tersebut.

Kondisi ini memunculkan tantangan baru bagi sebagian masyarakat yang sebelumnya bekerja di luar rumah. Sebab, sumber penghasilan utama mereka sempat terhenti akibat pandemi. Bingung untuk mencari uang kemana lagi, agar dapat mempertahankan diri. Pandemi benar-benar memaksa seseorang berpikir keras bagaimana menjalani kehidupan dalam bayang-bayang ketakutan.

Tapi untungnya digitalisasi telah hadir sebelum adanya wabah penyakit menular. Sehingga, sedikit banyak dapat membantu dan meringankan beban masyarakat dalam menghadapi pandemi. Tanpa adanya digitalisasi, aktivitas yang sebelumnya dilakukan di luar rumah, tentu akan lumpuh total.

Meskipun begitu, berkat pandemi lah masyarakat mulai banyak memanfaatkan teknologi digital untuk membantu aktivitasnya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Berbagai bidang kehidupan juga mulai merubah model bisnisnya dari yang semula bersifat konvensional menjadi digital, karena lebih efektif dan efisien. Pandemi bisa dianggap sebagai tonggak awal percepatan digitalisasi berbagai sektor kehidupan, seperti umkm, pertanian, perkebunan, perikanan, pendidikan, dan lain sebagainya.

Hadirnya digitalisasi diberbagai bidang kehidupan benar-benar mempermudah aktivitas manusia. Misalnya, konsultasi kesehatan tanpa harus pergi ke rumah sakit, Jual beli barang tanpa harus pergi ke pasar, baca buku untuk meningkatkan kemampuan literasi tanpa harus ke perpustakaan, bayar apa pun tanpa harus bawa dompet cukup bawa smartphone untuk scan pembayaran, pesan makanan dan minuman bisa sambil rebahan, serta beli tiket kereta, pesawat, dan wisata tanpa perlu antri.

Dalam peringatan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI mengangkat tema "Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat". Tema ini tentunya tidak terlepas dari dampak pandemi yang pernah melanda negeri ini. Kecemasan sosial hingga tekanan ekonomi sangat dirasakan oleh rakyat Indonesia diseluruh penjuru Tanah Air. Namun, di tengah keterpurukan yang terjadi, semua elemen bangsa bergerak bersama dan bergotong royong untuk mewujudkan harapan.

Perayaan Hari Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia pada tahun ini merefleksikan bagaimana nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika mempersatukan kita semua dalam menghadapi tantangan yang ada. Dasar-dasar negara yang menuntun kita untuk bersama pulih lebih cepat agar siap menghadapi tantangan global dan bangkit lebih kuat untuk siap membawa Indonesia maju.

Oleh karena itu, agar bisa pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat, maka harus menghadirkan digitalisasi diberbagai bidang kehidupan. Jangan malah menganggap bahwa digitalisasi merupakan ancaman baru bagi umat manusia, lantaran kehadirannya mulai mengambil posisi manusia diberbagai bidang pekerjaan digantikan dengan robot-robor pintar.

Ingatlah, selama pandemi digitalisasi sangat membantu manusia, maka setelah pandemi juga harus bisa dioptimalkan pemanfaatannya. Sebab, cara-cara lama dalam berbisnis tentunya sudah tidak relevan sekarang dan harus beralih dengan cara-cara yang lebih modern serta fleksibel.

Masih ada waktu untuk kita belajar dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi akibat digitalisasi. Kalau kita tidak mau belajar untuk menguasai berbagai keahlian baru yang dibutuhkan, maka kita akan hayut dalam arus cepat digitalisasi. Namun, apabila kita mampu beradaptasi dan memaksimalkan penggunaan teknologi digital, bukan tidak mungkin kita akan pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat dari dampak pandemi yang luar biasa menuju kesejahteraan.

Pandemi hanyalah prolog dari tantangan-tantangan berat yang akan kita hadapi nantinya, maka dari itu jangan pernah berhenti belajar dan berusaha demi masa depan yang gemilang.

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

X

Tekan ESC untuk keluar