Pria Lulusan SMK Ini Dikira Nganggur, Padahal Jadi Kepercayaan Perusahaan Asing

Nurohman, bekerja dari rumah, digaji dolar | Sumber: YouTube (Drs. Mardiya diya)


Dengan kecanggihan teknologi masa kini dan pergeseran trend bisa bekerja dari rumah rupanya meninggalkan banyak cerita unik. Tak terkecuali Nurohman, seorang warga Dusun Dlingo, Banyuroto, Nanggulan, Kulon Progo, DIY. Pria lulusan SMK ini sering dikira tetangga ‘hanya’ pengangguran lantaran hampir tidak pernah keluar rumah. Padahal, ia memiliki pekerjaan yang sangat mentereng, yakni mengelola server untuk lebih dari 50 perusahaan dunia. 

Nurohman tercatat telah bekerja di Consap Pte Ltd., perusahaan dari Singapura yang berfokus di bidang Smart Automation dengan Smart Internet of Things (IoT) sejak tahun 2019 lalu. Tugasnya berkutat pada pengawasan dan pengelolaan server di banyak company dan mengontrol software dan hardware yang masih relevan dengan pekerjaannya. Total sudah ratusan klien ditanganinya.

Pekerjaannya ini tidak memerlukan kehadiran secara fisik, sehingga pria berusia 33 tahun tersebut praktis bisa bekerja dari rumah. Hal tersebut membuat Nurohman menjadi buah bibir oleh tetangga sekitar.

Ibu Nurohman, Sunikem, mengatakan bahwa dirinya juga sempat mengira anaknya kecanduan game online. Apalagi, sehari-hari anaknya hanya berada di depan komputer dan tidak mau mendaftar kerja.

Nurohman bekerja di dalam kamarnya yang berukuran 3x3 meter. Ia menggunakan komputer rakitan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhannya plus koneksi WiFi dan smartphone untuk berkomunikasi dengan kantor.

Diakuinya, saat awal berkarier, Nurohman yang kala itu menjadi freelancer merasa kesulitan untuk bersaing mendapatkan proyek. Terlebih, banyak orang IT, terutama India, yang sudah memiliki skill mumpuni dibandingkan dirinya yang hanya belajar otodidak.

Untung saja, banyak perusahaan luar negeri yang tidak mempermasalahkan ijazah SMK-nya sebagai standar penerimaan. Sedangkan di Indonesia sendiri, jenjang pendidikan masih digunakan sebagai syarat bekerja di berbagai bidang.

Kini, dengan kontrak proyek sekitar Sin$350, Nurohman sudah memiliki penghasilan tetap. Bahkan, karena kerja kerasnya itulah pria berambut gondrong tersebut dapat membangun rumah secara perlahan untuk orang tuanya dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, ia juga berkontribusi membangun desa dengan menyediakan internet gratis di beberapa titik untuk warga.

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

X

Tekan ESC untuk keluar