Perluas Akses Jaringan Internet Bersama Telkomsel Demi Akselerasi Digital Indonesia

Ilustrasi Pemerataan Internet oleh Telkomsel (Sumber: Telkomsel)


#WritingCompetitionDigitalBisa #DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

“Coba naik ke atas kursi di sebelah pintu depan, Mbak. Biasanya disitu ada sinyal”.

Ujar seorang pria paruh baya sambil menunjuk ke arah depan rumah. Bukan tidak beralasan beliau mengatakan hal tersebut. Nyatanya beliau berharap bisa memberikan solusi kepada saya yang nampak kebingungan dan sedang menggoyang-goyangkan handphone.

Ya, saat itu saya sedang melakukan kegiatan pengabdian di daerah pesisir Jawa Timur. Walaupun berada di salah satu kabupaten terbesar di Pulau Jawa, persoalan sinyal juga menjadi hal krusial disana. Awalnya saya tidak mengira jika sinyal akan susah didapatkan. Beruntung, setidaknya masih ada sinyal dari satu provider, yaitu Telkomsel.

Problematika Koneksi Internet di Pelosok Negeri

Ilustrasi Problematika Internet Indonesia
Ilustrasi Problematika Internet Indonesia (Sumber: Telkomsel)

‘Susah sinyal’ menjadi dua kata yang akrab di telinga masyarakat kawasan 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) Nusantara. Padahal keberadaan akses internet sangat bermanfaat dalam menunjang seluruh basis kehidupan di era modern saat ini. Sayangnya, hanya sekitar 35% penduduk di negara berkembang seperti Indonesia yang memiliki akses internet. Sementara di negara maju, akses internet oleh warga negara telah mencapai angka 80%.

Jaringan internet yang lancar mampu menyediakan informasi bagi seluruh masyarakat, menciptakan lapangan kerja di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), teknik, serta sektor lainnya. Selain itu, dengan digitalisasi yang mantap dapat membantu mempercepat pengembangan keterampilan kerja, pendidikan lebih baik, pengurangan jumlah kemiskinan, dan langkah menuju kesejahteraan bersama.

Namun kendala timbul dalam pemerataan akses internet pada kondisi geografi Indonesia yang terdiri dari puluhan ribu pulau. Pada tahun 2015, Menteri Komunikasi dan Informatika, menyampaikan bahwa tiga tantangan utama pemerataan internet Tanah Air, ialah coverage, capacity, dan affordability. Jangkauan wilayah (coverage) menjadi kendala yang disebut pertama kali. Selanjutnya adalah kapasitas terkait kesenjangan antara pedesaan dan kota besar. Serta affordability (keterjangkauan harga) yang sangat terlihat timpang antara kawasan Barat dan Timur Indonesia.

Potensi Pemerataan Koneksi Internet Nusantara

Ilustrasi Potensi Internet Indonesia
Ilustrasi Potensi Internet Indonesia (Sumber: Telkomsel)

“Mau mencari rumus matematika? Cari di internet saja”.

“Butuh resep masakan? Buka internet di smartphone saja”.

Narasi di atas adalah contoh dari begitu penting dan berpengaruhnya internet untuk membantu menyelesaikan persoalan kehidupan sehari-hari. Belum lagi di masa pandemi yang belum usai, setiap kegiatan dialihkan menjadi daring. Mulai dari rapat online, sekolah tanpa tatap muka, hingga gelora tagar #WorkFromHome bagi pekerja.

Fungsi jaringan internet tidak hanya berkaitan dengan penyedia informasi semata. Hingga saat ini, penggunaan internet juga telah bergeser menjadi media hiburan termasuk media sosial. Perusahaan media dari Inggris, We Are Social bekerja sama dengan Hootsuite, merilis laporan hasil riset, rata-rata waktu yang dihabiskan setiap orang Indonesia dalam sehari untuk mengakses media sosial adalah 3 jam 14 menit.

Sangat besarnya ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap internet ini kadangkala tidak dibarengi dengan kualitasnya. Seringkali ditemui beberapa ujaran kekecewaan, misalnya ‘’lemot’, ‘lelet’ atau mahalnya biaya paket internet.

Berdasarkan ketiga kendala utama (coverage, capacity, dan affordability) yang dihadapi Pemerintah Indonesia dalam memberikan pelayanan berupa ketersediaan internet merata. Seharusnya hal ini menjadi cambuk untuk mencari solusi terbaik dalam menghadapi minim akses internet. Termasuk pula bagi Telkom Indonesia yang terus berinovasi menjawab seluruh tantangan pemerataan internet.

Telkomsel Menjawab Impian Akselerasi Digital Indonesia

Ilustrasi Telkomsel untuk Indonesia
Ilustrasi Telkomsel untuk Indonesia (Sumber: Telkomsel)

Telkomsel adalah anak perusahaan grup Telkom Indonesia dengan fokus pada operasi telekomunikasi seluler generasi pertama di Indonesia. Basis jangkauan Telkomsel ialah menyediakan teknologi jaringan GSM Dual Band, WiFi, GPRS, EDGE, 3G, HSDPA, dan juga HSPA di seluruh Indonesia.

“Coba pakai Kartu Telkomsel”.

Kalimat itu menjadi kalimat yang familiar saya dengar ketika berada di wilayah jauh dari pusat kota. Ya, kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap Telkomsel dalam pemerataan jaringan telekomunikasi sangatlah besar. Telkomsel disebut sebagai satu-satunya provider yang memiliki sinyal paling stabil. Sehingga tidak mengherankan apabila Telkomsel memiliki pelanggan setia mencapai 165,9 juta pada tahun 2020.

Telkomsel terus membangun strategi untuk menjawab tantangan dalam menyebarkan internet 4G ke pelosok negeri. Upaya Telkomsel bersama Badan Aksesibilitas dan Informasi (BAKTI), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tersebut dilakukan melalui program Indonesia Merdeka Sinyal. Dalam program ini 1083 unit BTS Universal Service Obligation (USO) milik Telkomsel akan terkoneksi dengan jaringan broadband 4G LTE pada tahun 2020.

Impian akselerasi digital bukan hanya berkaitan erat dengan semakin canggihnya alat-alat teknologi. Namun seluruh infrastruktur harus terpenuhi termasuk kesempatan mengakses internet di seluruh penjuru negeri. Mari bersama dukung Telkom Indonesia membangun asa tingkatkan digitalisasi. Sebab kemajuan Indonesia juga dapat ditentukan oleh kemajuan dan pemerataan internet.

“Sekarang, kita semua terhubung oleh internet, seperti neuron dalam otak.”

Stephen Hawking

Referensi :

Andriansyah, Y. (2020). Telkomsel perkuat layanan di wilayah 3T agar Indonesia merdeka sinyal. https://www.brilio.net/gadget/telkomsel-perkuat-layanan-di-wilayah-3t-agar-indonesia-merdeka-sinyal-200730r.html.

Fajrina, H. N. (2015). Tiga tantangan utama pemerataan internet di Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20150925141413-213-80931/tiga-tantangan-utama-pemerataan-internet-di-indonesia.

The World Bank. (2018). Connecting for inclusion: broadband access for all. https://www.worldbank.org/en/topic/digitaldevelopment/brief/connecting-for-inclusion-broadband-access-for-all

Komentar (4)

  • CC

    Chintiasari C

    01 Agu 2021 12.12 WIB

    Keren bets dah.. semoga bermanfaat untuk semua kalangan...

    Hapus
  • AW

    Adi Winata

    01 Agu 2021 14.02 WIB

    Mantab, perluasan jaringan ini penting, mengingat kebutuhan akan koneksi telekomunikasi terus meningkat. Hadirnya jaringan 5G juga harus diimbangi dengan jumlah jangkauan coverage yang semakin luas 👍

    Hapus
  • H

    Hakim

    01 Agu 2021 19.07 WIB

    Semoga dapat Menambah wawasan bagi kita semua 😁

    Hapus
  • B

    Bagus

    05 Agu 2021 20.08 WIB

    Keren sih apalagi sekarang ada Telkomsel Orbit

    Hapus

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Dengan mengirimkan komentar, saya menyetujui peraturan berkomentar di #DigitalBisa

Tekan ESC untuk keluar