Pentingnya Vaksinasi dan Pemanfaatan Teknologi untuk Cegah Penularan Covid-19

Ilustrasi | Pixabay/Tumisu


Pelaksanaan vaksinasi untuk menekan laju penularan Covid-19 harus terus dilakukan. Melalui vaksin, masyarakat akan memperoleh tambahan imun untuk mencegah masuknya virus SARS-CoV-2 ke dalam tubuh. Selain dengan vaksin, pencegahan penularan Covid-19 juga bisa dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan 5M secara teratur. Penerapan protokol kesehatan dapat dibantu dengan sejumlah teknologi yang kini tersedia.

Hingga akhir Agustus lalu, rata-rata 30 per 100 penduduk Indonesia sudah mendapat vaksin Covid-19 dosis pertama. Dirinci lebih jauh, ada 62,6 juta orang yang sudah mendapat suntikan vaksin dosis pertama, dan 35,5 juta penduduk telah mendapat imunisasi lengkap. Targetnya, 208,26 juta penduduk Indonesia harus mendapat suntikan vaksin untuk membentuk kekebalan komunal (herd immunity).

Program vaksinasi di Indonesia dilakukan oleh seluruh pihak, baik itu pemerintah, pihak swasta, TNI, Polri, BUMN, dan organisasi kemasyarakatan. Kerjasama harus dilakukan seluruh pihak untuk menyukseskan program vaksinasi dan mempercepat pembentukan kekebalan komunal. Percepatan pembentukan kekebalan komunal akan membawa Indonesia lebih dekat menuju hidup di era kenormalan baru.

Salah satu perusahaan yang turut terlibat dalam program percepatan vaksinasi di Indonesia adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. BUMN di sektor telekomunikasi ini telah menyelenggarakan program vaksinasi skala nasional sejak awal Juli 2021. Program ini digelar Telkom Indonesia di seluruh daerah, dan melibatkan seluruh perusahaan anggota TelkomGroup.

Vaksinasi TelkomGroup dilakukan secara mandiri maupun bekerja sama dengan Dinas Kesehatan serta fasilitas kesehatan (faskes) setempat. Hingga Minggu (29/8), program vaksinasi TelkomGroup telah menjangkau 67.737 karyawan yang ada di bawah naungan perusahaan, termasuk di lingkungan anak perusahaan, yayasan, afiliasi, serta pekerja kontrak. Jumlah tersebut mencapai hampir 100 persen karyawan TelkomGroup yang telah memenuhi syarat kesehatan untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (paling kiri) didampingi Direktur Human Capital Management Telkom Afriwandi (paling kanan) saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 TelkomGroup di Jakarta, Senin (30/8).

 

Sejak dimulai pada 12 Juli lalu, program vaksinasi TelkomGroup telah membantu 57.059 anggota keluarga karyawan perusahaan mendapat vaksin Covid-19. Jumlah itu setara 75,17 persen dari 75.910 anggota keluarga karyawan TelkomGroup yang berhak mendapat vaksin Covid-19. Total, hingga 29 Agustus 2021 sudah ada 124.796 karyawan dan anggota keluarganya yang mendapat suntikan vaksin Covid-19 dari program ini. Jumlah ini setara 86,87 persen dari total karyawan TelkomGroup dan keluarga yang berjumlah 143.653 orang.

“Program vaksinasi ini akan terus kami lakukan hingga seluruh keluarga TelkomGroup mendapat suntikan untuk menambah imun dalam menghadapi pandemi Covid-19. Saat ini hampir seluruh karyawan mendapatkan vaksinasi, sehingga selanjutnya vaksinasi akan difokuskan kepada seluruh anggota keluarga karyawan,” kata Direktur Human Capital Management Telkom Afriwandi.

Selain mengandalkan vaksinasi, upaya menangkal penyebaran Covid-19 juga bisa dilakukan melalui pemanfaatan teknologi informasi. Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk membantu upaya pencegahan penularan Covid-19 adalah PeduliLindungi.

Platform yang dikelola Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) serta dikembangkan Telkom Indonesia ini bisa sangat bermanfaat untuk masyarakat karena aplikasi ini bisa mengidentifikasi kondisi penyebaran Covid-19 di sekitar lokasi kita berada. Identifikasi dimungkinkan apabila pengguna PeduliLindungi mengizinkan aplikasi untuk mengakses data lokasi pemilik gawai yang dipasangkan platform ini.

Selain itu, PeduliLindungi juga berguna sebagai aplikasi yang menayangkan hasil tes PCR dan Swab Antigen. Melalui integrasi data yang sudah dilakukan pemerintah, sejak awal Juli lalu masyarakat bisa mengecek langsung hasil tes PCR dan/atau swab antigen pada aplikasi PeduliLindungi.

Aplikasi PeduliLindungi dapat banyak membantu pemutusan mata rantai penularan Covid-19 apabila tertib digunakan seluruh pemilik gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, restoran, tempat makan, dan institusi pemerintahan. Penggunaan PeduliLindungi kini sudah mulai dilakukan sejumlah pengelola pusat perbelanjaan dan perkantoran, salah satunya TelkomGroup.

“Selain melalui vaksinasi, TelkomGroup juga berkomitmen mencegah penyebaran Covid-19 melalui pemanfaatan secara maksimal aplikasi PeduliLindungi oleh karyawan yang dapat melakukan pelacakan (tracing) dapat lebih mudah dilakukan dan didata,” ujar Afriwandi.

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

X

Tekan ESC untuk keluar