Pengalaman Luar Biasa Menggunakan Transportasi Publik Masa Kini

Bus Trans Semarang | Sumber : http://transsemarang.semarangkota.go.id/


#DigitalBisa #UntukDaerahLebihBaik

Kampanye menggunakan transportasi publik terus digaungkan oleh pemerintah guna menekan kemacetan dan angka polusi yang disebabkan oleh emisi gas pembuangan kendaraan. Penggunaan transportasi publik, memiliki manfaat positif yang besar bagi kepentingan publik secara umum maupun personal. Penggunaan transpotasi publik sangat terkait dengan permasalahan kesehatan publik dan kesehatan lingkungan yang harus menjadi perhatian semua pihak.

Hal ini secara langsung mendorong masyarakat untuk aktif secara fisik dan meninggalkan kendaraan bermotor. Aktivitas fisik (berjalan kaki atau bersepeda) akan menyehatkan jasmani sehingga kita terhindar dari penyakit non infeksi yang saat ini di Indonesia jumlah penderitanya terus bertambah akibat masyarakat kurang bergerak. Secara empirik tingkat polusi udara di kota-kota besar Indonesia bersumber dari sektor transportasi. Kondisinya cukup parah, dan hal ini dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan.

Dinas Perhubungan di berbagai daerah sudah melakukan perbaikan sistem pelayanan agar masyarakat mendapatkan kenyamanan dan pengalaman terbaik dalam melakukan perjalanan dengan transportasi publik. Salah satu pemerintah daerah yang terus melakukan digitalisasi sistem pelayanan transportasi publik adalah Dinas Perhubungan Kota Semarang melalui Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Pihaknya selalu berupaya membuat inovasi-inovasi baru terkait sistem pelayanan Trans Semarang, terutama memanfaatkan teknologi untuk mengimbangi perkembangan zaman dalam pelayanan.

Kota Semarang yang merupakan kota terbesar keenam di Indonesia sudah tidak bisa dihindari lagi kemacetan dan polusi udaranya, maka dari itu pemerintah terus berkampanye sekaligus memperbaiki dan digitalisasi sistem pelayanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Suksesnya Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang dalam proses digitalisasi terbukti dalam hal ini perlu menjadi perhatian karena okupansi penumbang Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang setiap harinya mencapai 25.000 orang.

Di antara inovasi sistem pelayanan yang telah dilakukannya adalah penerapan tiket elektronik (ticketing), pemasangan GPS, pemasangan papan trayek digital (LED trayek), dan lainnya. Inovasi inovasi tersebut membuat pelayanan semakin meningkat dan jumlah penumpang semakin banyak.

Dijelaskan, untuk inovasi penerapan ticketing yang dilakukannya, saat ini sudah diterapkan di semua armada bus dan shelter tertentu. Dengan adanya sistem tiket elektronik dapat meminimalisir kemungkinan-kemungkinan jika ada oknum petugas Trans Semarang yang curang.

Kondektur Bus Trans Semarang melakukan Ticketing secara digital | Sumber : https://ungarannews.com/
Kondektur Bus Trans Semarang melakukan Ticketing secara digital | Sumber : https://ungarannews.com/Caption

Sedangkan inovasi pemasangan GPS yaitu dipasang di alat ticketing. Jadi ticketing, jelasnya, selain sebagai alat transaksi juga bisa sebagai alat absensi karyawan dan juga GPS. Sehingga pihaknya bisa memantau secara persis posisi armada ada dimana, jalan dengan kecepatan berapa, dan petugas tiket yang di atas armada siapa melalui aplikasi Trans Semarang yang dapat diunduh di Playstore dan Appstore.

Aplikasi Trans Semarang | Sumber : http://transsemarang.semarangkota.go.id/
Aplikasi Trans Semarang | Sumber : http://transsemarang.semarangkota.go.id/

Sementara inovasi pemasangan LED trayek, di awal tahun ini seluruh pengusaha yang tergabung dalam konsorsium Trans Semarang sudah diminta untuk melengkapi busnya dengan papan trayek digital, bukan lagi manual ataupun stiker. Diharapkan dengan papan trayek digital akan lebih mudah terlihat dan lebih menarik dipandang mata dibandingkan dengan papan trayek yang masih manual. Selain itu seluruh bus telah diminta harus dilengkapi dengan suara sebagai pertanda jika bus akan mendekati atau meninggalkan shelter.

Dalam kondisi pandemi seperti saat ini memaksa kita semua untuk meminimalisir sentuhan, BRT Trans Semarang juga telah menyediakan berbagai layanan pembayaran non-tunai digital (cashless) guna mengurangi sentuhan dan perpindahan virus yang dapat menempel pada benda-benda di sekitar kita. Penyedia jasa layanan pembayaran non-tunai pun tak jarang memasang promosi berupa cashback, potongan harga, atau bahkan di hari atau tanggal tertentu penumpang hanya membayar beberapa rupiah saja untuk satu tiket bus, dalam hal ini juga secara tidak langsung dapat menarik masyarakat untuk menggunakan BRT untuk mendapatkan biaya perjalanan yang sangat terjangkau.

Jika kita bandingkan sistem pelayanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang saat pertama kali mengaspal sungguh sangat jauh berbeda. Belum ada sistem digital yang diterapkan, baik seperti Ticketing, Passenger Information System, Bus Management Control, Sistem keuangan, dll. Yang semula serba konvensional layaknya angkutan umum biasanya, kini berubah drastis serba digital, terintegrasi dan otomatis. Namun semenjak ada proses digitalisasi sistem pelayanan di segala aspek, dapat menciptakan citra baru yang lebih futuristik dan memudahkan penggunanya untuk mengakses Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang.

Mari kita beralih menggunakan transportasi publik guna mendukung program pemerintah, menyelesaikan permasalahan macet dan polusi, meninggalkan jejak karbon, selalu sehat dengan selalu bergerak. Serta jangan lupa untuk selalu menjaga dan merawat fasilitas umum yang ada karena itu semua tanggung jawab kita dan milik kita bersama.

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar