Dilarang Main Ponsel di SPBU, Tapi Bayar Bensin Cashless? Ini Penjelasannya!

Pembayaran cashless di area SPBU menimbulkan pertanyan perihal penggunaan ponsel | Sumber: Unsplash (Visual Karsa)


Seperti yang kita ketahui, selama ini masyarakat dilarang menggunakan handphone atau kamera saat sedang mengisi bensin atau berada di area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Alasannya adalah kedua benda tersebut dapat memicu timbulnya percikan api. Terlebih, peraturan ini sudah disosialisasikan berkali-kali oleh SPBU melalui stiker bertanda handphone dicoret dan kamera dicoret pada lokasi pengisian bahan bakar.

Namun, baru-baru ini PT Pertamina (Persero) telah mengumumkan peraturan barunya untuk menerapkan sistem pembayaran cashless alias transaksi nontunai lewat MyPertamina.

Bahkan, hal tersebut sebetulnya sudah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu. Hanya saja, saat itu hingga sekarang belum banyak pengguna yang memanfaatkan teknologi tersebut. Sontak dua hal yang bertentangan ini menimbulkan pertanyaan. Lantas, sebenarnya apakah bermain ponsel sebenarnya tidak berbahaya di area SPBU?

Melansir dari Detik.com, Irto Ginting, Pjs. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial and Trading mengungkapkan, sistem cashless ini telah diperhitungkan oleh pihak korporat.

Terdapat beberapa titik yang disebutnya sebagai zona aman dari bahaya area pengisian BBM, yakni 1,5 meter dari dispenser bensin dan ketinggian 1,5 meter dari permukaan lantai atau tanah. Tempat berpotensi berbahaya dan dilarang keras menggunakan ponsel adalah area pembongkaran SPBU, zona tangki, dan jarak yang terlalu dekat dengan pom pengisian.

Adapun kamera yang digunakan, selama tidak menggunakan flash, maka dalam jarak ini akan tetap aman. 

Irto juga menambahkan, bahwa operator SPBU telah terlatih untuk bertransaksi secara aman ketika mengoperasikan MyPertamina, kartu debit, dan EDC credit card.

Sistem pembayaran nontunai memang bukan lagi hal baru di dunia saat ini. Seiring dengan kecanggihan teknologi, masyarakat mulai terbiasa bertransaksi dalam bentuk cashless karena lebih mudah dan tergolong cepat.

Hal ini pula yang akan diterapkan pada pembayaran bensin di area SPBU Pertamina. Selain untuk menghindari antrian yang lebih panjang karena menghitung kembalian uang, hal ini juga membuat perhitungan jumlah rupiah yang harus dibayarkan lebih akurat.

Sayangnya, rencana tersebut bisa jadi kendala baru bagi masyarakat. Mulai dari masih belum meratanya literasi teknologi, sinyal yang tiba-tiba memburuk, hingga kurang paham dengan sistem ini.

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

X

Tekan ESC untuk keluar