Pengembangan Potensi Daerah Melalui Digitalisasi Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal

Sinergi antara Digitalisasi, Pendidikan, dan Kearifan Lokal Untuk Pengembangan Potensi Daerah (sumber : sorogan.id)


#DigitalBisa #UntukDaerahLebihBaik

Alam memang akan selalu merindukan pangkuan ibu pertiwi. Berada dalam dekapan langit cerah dan gemericik air yang berteriak suka cita pada bebatuan. Seperti senyum siswa yang berpetualang menapaki bukit terjal. Bertegur sapa dengan para pahlawan pangan di pagi buta. Menyambut kepingan mimpi yang ingin diraih dalam setiap goresan tangan. Segalanya begitu indah dan damai, terangkum dalam adat dan warisan leluhur yang terlestarikan. Namun zaman terus berubah. Digitalisasi telah menyebar ke dalam semua aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, pertanian, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, pariwisata, transportasi, hingga pemerintahan. Memberi kesempatan kepada semua lapisan masyarakat untuk turut serta mencicipi efisiensi waktu, biaya, dan kemudahan mengakses layanan informasi dan kebutuhan hidup.

Teknologi hadir sebagai sebuah takdir yang  membawa cara tak terduga sehingga selalu terlihat mengejutkan. Seolah tak ada satu pun yang mampu menolak pesonanya. Memang tak dapat dipungkiri, kehadiran teknologi dalam semua aspek kehidupan telah terbukti mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menciptakan ekosistem digital dengan kecanggihannya yang terus beragam, berkembang pesat, dan akan selalu dalam upaya perbaikan. Tentunya digitalisasi telah mampu menjawab tantangan dari nilai guna teknologi dan kontribusinya terhadap pembangunan negara. Salah satunya adalah di bidang pendidikan.

Seperti kita tahu bahwa pendidikan sejatinya tak pernah lekang oleh waktu. Bagaikan fajar yang membawa harapan untuk masa depan yang lebih baik. Sebuah ruang kegelapan bernama ‘ketidaktahuan’ akhirnya terisi oleh cahaya terang ilmu pengetahuan. Meski tenaga pengajar seperti guru tidak akan pernah tergantikan kehadirannya, namun digitalisasi pendidikan dipercaya mampu menjawab kebutuhan pendidikan masa depan yang dituntut untuk menghasilkan SDM unggul, berkarakter, dan menguasai teknologi. Tentunya hingga saat ini pemerintah sudah berupaya keras untuk mewujudkan sistem pendidikan di Indonesia yang merata dan berdaya saing global, salah satunya adalah melalui penggunaan teknologi secara menyeluruh di semua wilayah. Selain adanya regulasi, kurikulum, dan komponen pendidikan seperti guru dan kepala sekolah, penggunaan teknologi memang dipercaya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Internet seolah hadir sebagai hal yang krusial dari pembelajaran tatap muka. Tak hanya untuk kegiatan pembelajaran di kelas, digitalisasi juga merambah hingga perpustakaan, ujian, dan sistem administrasi sekolah. Tentunya kemudahan mengakses informasi yang dibutuhkan dan efisiensi waktu serta biaya berkat digitalisasi akan menambah ‘kelegaan’ bagi banyak pihak, termasuk para wali murid.

Terlepas dari kondisi topografi suatu daerah yang berbeda, manusia hadir untuk memaksimalkan dan menjadikan teknologi digitalisasi menjadi tepat guna. Seperti serat pohon yang senantiasa mengukir kata. Menjadikannya sebuah peradaban dalam kehidupan. Seperti batang kayu yang senantiasa menampung impian dan cita-cita yang  terpanjat dalam doa. Menjadikannya paradigma pendidikan yang selalu percaya dengan nilai-nilai warisan budaya. Begitulah sistem pendidikan berbasis kearifan lokal hadir sebagai bagian dari upaya pelestarian kebudayaan nasional. Perwujudan kearifan lokal dalam pendidikan menurut Heronimus D Pingge dapat dibentuk melalui berbagai proses, seperti mengidentifikasi potensi dan keunggulan daerah, menganalisis kondisi internal dan eksternal daerah, dan menentukan jenis keunggulan lokal. Salah satu bentuk kearifan lokal yang bisa disinergikan dengan kehadiran digitalisasi adalah makanan, lagu, cerita rakyat, benda bersejarah, pakaian, musik, tarian, dan bahasa daerah. Tentunya peran digitalisasi di bidang pendidikan dapat dilakukan melalui integrasi mata pelajaran dan sistem pembelajaran e-learning. 

Selain itu kearifan lokal juga dapat diterapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti kegiatan seni, sastra, dan kewirausahaan yang dimaksimalkan oleh publikasi digital seperti melalui situs media online, aplikasi digital, hingga perpustakaan. Tentunya pemanfaatan digitalisasi dalam pendidikan berbasis kearifan lokal dipercaya mampu mengembangkan potensi daerah yang berimbas pada percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Heronimus D Pingge memaparkan melalui  pembuatan home industry yang mana dapat digunakan sebagai wadah untuk mendinamisasi potensi siswa sehingga mereka menguasai berbagai macam keterampilan, terutama yang berkaitan dengan keunggulan lokal daerah yang ingin ditampilkan. 

Daftar Pustaka

Pingge, Heronimus Delu. 2017. Kearifan Lokal dan Penerapannya di Sekolah. Jurnal Edukasi Sumba, I(II). Hal. 128-135.    

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

X

Tekan ESC untuk keluar