Naik Motor Pakai Sendal Jepit Ditilang, Kenapa?

Sendal jepit dilarang digunakan saat sedang berkendara motor | Sumber: Unsplash (Guillaume de Germain)


Pemberlakuan larangan menggunakan sendal jepit saat berkendara motor segera dilaksanakan. Dalam Operasi Patuh 2022, polisi lalu lintas akan memberikan teguran bagi pengendara motor yang nekat melanggar aturan tersebut.

Sejak Senin (13/6) lalu, Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Firman Shantyabudi menyatakan bahwa kebijakan ini harus dipatuhi untuk keselamatan para pengendara, melansir dari Suara.com.

Alasan pengguna sepeda motor dilarang memakai sendal jepit saat berkendara, lantaran sandal jepit sendiri tidak memiliki pengamanan yang maksimal. Kaki sangat mungkin untuk terkena aspal, terkena gores atau luka, hingga cedera yang lebih serius.

Terlebih lagi, motor sangat bersinggungan dengan jalanan, bensin, api, dan benda yang berpotensi bahaya lainnya. Sepatu yang tertutup dapat memberikan perlindungan yang lebih besar, layaknya helm untuk kepala.

Meski sudah dalam pembahasan, besaran denda yang akan dikenakan bagi pelanggar aturan baru ini masih belum dapat dipastikan.

Operasi Patuh 2022 telah dilaksanakan sejak tanggal 13-26 Juni 2022. Ada beberapa daftar pelanggaran beserta konsekuensi denda untuk yang melanggar ketertiban lalu lintas. Berikut adalah list-nya:

  1. Pengguna motor memboncengi lebih dari satu orang: Rp. 250.000
  2. Tidak mengenakan sabuk pengaman mobil: Rp. 250.000
  3. Helm tidak SNI: Rp. 250.000
  4. Kendaraan menggunakan rotator: Rp. 250.000
  5. Knalpot menimbulkan kebisingan atau tidak standar: denda paling banyak Rp. 250.000
  6. Melawan arus: Rp. 500.000
  7. Menggunakan HP saat mengemudi: Rp. 750.000
  8. Balap liar: Rp. 3.000.000

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

X

Tekan ESC untuk keluar