Mewujudkan Mimpi Inklusi Digital Melalui Internet of Things di Desa Digital

Aplikasi Habibi Garden di Smartphone Android | kanal24.co.id (Sidik Kanal24)


#57TahunTelkom

#DigitalBisaUntukSemua

Bergabung dalam program Desa Digital tahun 2021 adalah momen paling tidak terlupakan Acep Budiman, seorang petani muda milenial komoditas bawang merah dari Kelompok Tani Tricipta Kampung Cikawari, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimeunyan, Kabupaten Bandung. Waktu itu, ia bersama rekan-rekan Kelompok Tani Tricipta kedatangan Tim Habibi Garden, perusahaan start up di bidang teknologi pertanian yang menjadi mitra pemerintah provinsi Jawa Barat yang akan membantu mengembangkan teknologi pertanian bawang merah Kelompok Tani Tricipta sebagai Desa Digital Bidang Pertanian binaan Provinsi Jawa Barat.

Pagi itu, cuaca Kampung Cikawari cukup sejuk. Meskipun matahari sudah mulai meninggi menuju siang, kondisi geogerafis kampung yang berbukit khas kawasan perkebunan membuat kelembapan udara tetap sejuk sehingga terik matahari tidak terlalu menyengat ke kulit. Hamparan tanaman bawang yang baru tumbuh terhampar luas menghijau di sepanjang lahan perbukitan seluas 50 hektar. Di beberapa bagian, terdapat beberapa lahan yang belum ditanami karena kurang terairi setelah musim kemarau sehingga kondisi tanah menjadi kering. Kontur lahan perbukitan yang berada di dataran tinggi lebih dari seribu meter di atas permukaan laut memang menyulitkan para petani bawang di Kabupaten Bandung ini dalam mengairi lahan. Menurut Acep, Irigasi lahan masih menjadi permasalahan yang ia hadapi bersama teman-temannya di Kelompok Tani Tricipta (youtube channel Habibi Garden, 2021).

Acep Budiman, Anggota Kelompok Tani Tricipta Kp Cikawari, Ds Mekarmanik, Kec Cimeunyan, Kab Bandung | www.habibigarden.com

Akan tetapi, persoalan irigasi ini sepertinya akan segera terjawab dengan apa yang akan mereka kerjakan siang itu. Bersama tim Habibi Garden, Acep bersama rekan-rekannya akan dibantu dipasangkan panel sistem irigasi otomatis berbasis Internet of Things (IOT). Mereka pun mulai menyiapkan selang-selang panjang di sepanjang lahan pertanian sebagai saluran irigasi buatan. Setiap beberapa meter, selang kemudian dilubangi sebagai penghubung pipa ke konektor springkle yang berfungsi untuk menyemprotkan air ke tanaman bawang. Pipa kemudian diberikan penyangga bambu agar pipa springkle berdiri kuat dan kokoh.

Toren seukuran 2.000 liter pun disiapkan di atas menara penyangga buatan. Valve eletrik dipasang untuk membagi zona pengairan di setiap lahan. Tim Habibi Garden mulai memasang teknologi HBB Ground Sensor yang berfungsi untuk memonitoring kondisi tanah pertanian. Lalu pemasangan HBB AWS sebagai pembaca cuaca dan prediksi hama serta pemasangan IP Smart Kamera untuk memantau kondisi fisik tanaman (youtube channel Habibi Garden, 2021). Kemudian, sprinkle-sprinkle yang berfungsi mengairi lahan pun terpasang di setiap titik lahan pertanian. Acep dan rekannya terlihat sumringah melihat mesin sprinkle berputar-berputar mengeluarkan air dan menyirami tanaman bawang mereka. Tugas mereka untuk mengairi lahan kini menjadi lebih praktis dan mudah sehingga bisa lebih fokus kepada perawatan tanaman.

Dikutip dari youtube channel Jabar Digital Service (2021), Ujang Margana, Ketua Kelompok Tani Tricipta mengatakan, penyiraman 1 hektar lahan yang biasanya dilakukan 5-6 hari, kini bisa dilakukan hanya dalam waktu 5-8 jam saja. Tidak hanya itu, dengan instalasi ini selain mereka bisa melakukan distribusi air dan pupuk mereka juga bisa memantau lahan pertanian mereka dari layar smartphone serta bisa melakukan penyiraman tanaman dari jarak jauh.

Ujang Margana, Ketua Kelompok Tani Tricipta Kp Cikawari, Ds Mekarmanik, Kec Cimeunyan, Kab Bandung | bandungbisnis.com

Inklusi Digital

Apa yang dialami dan dirasakan Ujang Margana, Acep Budiman, dan rekan-rekannya di Kelompok Tani Tricipta di Kabupaten Bandung, hanyalah salah satu contoh bagaimana teknologi digital bisa membantu sebuah desa meningkatkan produktivitasnya. Bisa kita bayangkan, apabila teknologi internet ini bisa masuk ke desa-desa di Indonesia secara merata sebagaimana terjadi di kota-kota besar. Sudah bisa dipastikan kegiatan ekonomi warga desa akan meningkat kesejahteraannya. Dengan internet mereka berkesempatan memasarkan produk yang lebih luas dan pengelolaan desa yang maju dan transparan berbasis digital.

Upaya inklusi digital yang dilakukan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam membangun Desa Digital di Jawa Barat tentu patut mendapatkan penghargaan yang tinggi. Dalam forum Side Event T20 yang merupakan bagian dari G20 sebagai platform yang mewadahi para pemikir dan Lembaga riset di seluruh dunia, Ridwan Kamil menyampaikan, ia berkomitmen memperluas jaringan internet hingga 5.300 desa di Jawa Barat (pikiranrakyat.com, 2022). Program Desa Digital gagasannya bersama Provinsi Jawa Barat ini bahkan berhasil memenangkan penghargaan internasional. Program Desa Digital Provinsi Jawa Barat berhasil meraih penghargaan IDC Smart City/Pacific 2020 Award untuk kategori Digital Equity and Accessibility dan menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang berhasil meraih penghargaan dalam ajang tersebut (pikiranrakyat.com, 2020).

Semangat Kolaborasi

Upaya Ridwan Kamil bersama Provinsi Jawa Barat dalam membangun inklusi digital di desa-desa, tentunya tidak akan terwujud tanpa semangat kolaborasi para mitra. Seperti halnya Habibi Garden, PT Telkom Indonesia (persero) tbk (Telkom) juga ikut ambil bagian dalam proses pemerataan internet di desa-desa Jawa Barat. PT Telkom memberikan bantuan layanan akses internet kepada 33 desa digital Jawa Barat berupa akses layanan internet berbasis satelit pada tahun 2021. Tujuannya agar desa terbantu dalam meningkatkan dan mengembangkan potensi desanya baik itu sektor ekonomi, pendidikan, maupun potensi produk yang dimiliki (telkom.co.id).

Semangat kolaborasi adalah kunci terwujudnya inklusi digital di desa-desa agar bertumbuh dan berkembang menjadi desa digital yang maju dan berdaya saing. Tapi harus diingat, bahwa digitalisasi kawasan desa juga memerlukan yang namanya literasi digital. Masyarakat desa sebagai pengguna baru internet dan teknologi harus terpapar literasi internet sehat dan produktif sehingga penggunaan teknologi sejalan dengan tujuan digitalisasi yang pada akhirnya berharap berdampak kepada pengembangan dan pertumbuhan suatu daerah atau desa menjadi daerah yang maju dan merasakan pemerataan akses digital di semua aspek kehidupan mereka.

Komentar (1)

  • IO

    IlfindaZaka Ochtafarela

    06 Agu 2022 20.41 WIB

    Keren banget

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

X

Tekan ESC untuk keluar