Mewujudkan Desa Pintar di Era Digital

Panorama sebuah desa di Sukabumi selatan. Foto: Djoko ST.


#DigitalBisa #UntukDaerahLebihBaik

"The digital revolution is far more significant than the invention of writing or even of printing.
-Douglas Engelbart

KEMAJUAN ilmu pengetahuan dan teknologi sudah seharusnya dapat dimanfaatkan oleh para pengelola desa untuk mewujudkan apa yang diistilahkan sebagai desa pintar.

Bagaimanapun, bukan hanya kota saja yang mesti dibuat pintar. Desa pun perlu dibuat pintar.

Secara sederhana, desa pintar dapat didefinisikan sebagai desa inovatif yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta teknologi lainnya untuk meningkatkan kualitas kehidupan segenap warga desa, mengefisienkan layanan dan pengelolaan desa, meningkatkan daya saingnya sembari memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan generasi masa kini dan generasi masa depan terkait dengan aspek-aspek ekonomi, sosial, lingkungan maupun kultural.

Jika kita telisik, ada setidaknya empat aspek yang perlu menjadi prioritas pokok dalam ikhtiar mewujudkan desa pintar.

Yang pertama, pintar secara ekonomi. Kehidupan desa ditopang oleh sistem perekonomian yang baik. Caranya yaitu dengan memaksimalkan sumber daya atau potensi yang dimiliki desa dengan memanfaatkan semaksimal mungkin layanan TIK. 

Yang kedua, pintar secara sosial. Dalam hal ini, segenap warga desa memiliki keamanan, kemudahan serta kenyamanan dalam melakukan interaksi sosial dengan sesama warga desa ataupun dengan aparatur pengelola desa.

Yang ketiga yaitu pintar secara lingkungan. Segenap warga desa memiliki tempat tinggal layak huni, sehat, hemat energi, dibarengi dengan pengelolaan energi yang ramah lingkungan dengan dukungan layanan TIK beserta pengelolaan dan peran sumber daya manusia (SDM) yang baik.

Adapun yang terakhir, aspek keempat, pintar secara teknologi. Segenap warga desa  mampu memanfaatkan setiap jengkal kemajuan teknologi secara bijak dan tepat guna. Dengan demikian, bukan hanya memberi manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga memberi manfaat bagi orang lain. 

Kehidupan desa ditopang oleh sistem perekonomian yang baik. Foto: Djoko ST. Caranya yaitu dengan memaksimalkan sumber daya atau potensi yang dimilikinya.
Kehidupan desa ditopang oleh sistem perekonomian yang baik, yaitu dengan memaksimalkan sumber daya atau potensi yang dimilikinya. Foto: Djoko ST. 

Tiga pilar
Meminjam kerangka pemikiran Coll (2016), untuk mewujudkan sebuah desa pintar yang berkelanjutan, para pengelola desa membutuhkan sedikitnya tiga pilar aplikasi pintar. Apa saja?

Pertama, pilar untuk layanan publik, seperti aplikasi untuk layanan pendidikan, layanan kesehatan, layanan pariwisata maupun layanan pemerintahan. Keberadaan aplikasi-aplikasi ini diharapkan akan membuat kualitas hidup warga desa makin meningkat dan sekaligus mendorong pembangunan ekonomi desa. Dengan demikian, desa bakal semakin menarik ditinggali, dikunjungi maupun dijadikan tempat pengembangan usaha yang kian menjanjikan.

Kedua, pilar untuk keamanan desa. Ini mencangkup berbagai aplikasi untuk menjamin keamanan warga mulai dari aplikasi kamera pengawas, aplikasi pendeteksian bahaya hingga aplikasi bantuan darurat untuk mencegah dan meminimalisir risiko serta dampak dari aksi kriminilitas, kecelakaan, dan bencana alam.

Ketiga, pilar untuk menopang aspek keberlanjutan. Ini meliputi berbagai aplikasi yang terkait dengan mobilitas warga desa, penggunaan energi dan penggunaan moda transportasi, dengan tujuan utama yaitu untuk mengurangi terjadinya degradasi lingkungan, mengurangi pemborosan energi dan mengurangi emisi karbon di kawasan perdesaan.

Di samping tersedianya antara lain infrastruktur internet berkecepatan tinggi (broadband) berikut fasilitas jaringan antarwilayah yang andal, praktik tata kelola pemerintahan desa yang baik menjadi faktor krusial yang turut menyokong bagi terwujudnya desa pintar berkelanjutan.

Praktik tata kelola pemerintahan desa yang baik bersandar pada enam prinsip sebagai berikut: keberlanjutan, responsif, keadilan, transparansi, partisipasi publik, dan keamanan.

Praktik tata kelola pemerintahan desa yang baik dapat dicapai dengan terciptanya peningkatan sistem manajemen dan pelaksanaan pemerintahan serta peningkatan kinerja aparatur desa melalui sistem pendidikan dan pelatihan yang bermutu dan berkesinambungan -- termasuk pendidikan dan pelatihan dalam pemanfaatan teknologi digital.

Sudah barang tentu, di era digital sekarang ini, kita berharap para pengelola desa di negeri ini mampu mewujudkan desa-desa mereka sebagai desa pintar berkelanjutan demi menyejahterakan dan membahagiakan segenap warganya, lahir maupun batin.


Moga-moga.***

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar