Menyelesaikan Masalah dengan Membangun Startup, 3 Pesan dari CEO GameQoo Ini Harus Kamu Ingat


Istilah startup sudah menjadi kata yang semakin familier di telinga masyarakat Indonesia. Terutama masyarakat yang tergabung dalam kelompok milenial dan generasi Z. Startup kini lebih dekat diartikan sebagai usaha rintisan yang bergerak di bidang inovasi teknologi. 

Meskipun secara pengertian aslinya, startup sebenarnya perusahaan rintisan seperti pada umumnya saja. Siapa pun yang baru mulai usaha dan masih dirintis masih dikategorikan sebagai startup. 

Namun kini, banyak startup hadir di tengah masyarakat cenderung untuk memberikan solusi atas masalah yang dialami oleh masyarakat. Solusi yang ditawarkan biasanya merupakan inovasi teknologi yang berupa aplikasi, website, dan produk digital lainnya. 

Rasanya tak asing jika segala bentuk masalah di tengah masyarakat pada akhirnya diselesaikan melalui aplikasi digital. Tapi apakah startup atau inovasi digital menjadi satu-satunya solusi di masa kini? Sebenarnya bagaimana startup ini bisa menyelesaikan masalah? 

CEO GameQoo, Izzudin al Azzam, membagi pengalamannya saat startup besutan Telkom Indonesia ini pertama lahir. Pada Kelas #DigitalBisa Batch #2 bertajuk Problem Solving Skills in Digital Era, Azzam justru mengatakan bahwa setiap startup lahir tidak terlalu fokus pada sebuah solusi. 

Sebelumnya Azzam memperkenalkan bahwa GameQoo tidak hanya sebuah inovasi digital dalam bentuk cloud gaming, tapi keberadaan GameQoo memenuhi kebutuhan pengguna yang tidak mengharuskan mereka untuk memiliki high-end perangkat ketika ingin memainkan games dengan kualitas tinggi. 

Hingga saat ini GameQoo sudah memiliki 85 lebih game (dan akan terus bertambah) yang bisa dimainkan tanpa harus proses download atau instalasi seperti games digital pada umumnya. Basis games ini adalah dengan terhubung dengan aplikasi video-on-demand Netflix. 

Ketika sudah terhubung, kamu tidak hanya bisa menikmati daftar film dalam Netflix tapi juga sekaligus bisa menikmati berbagai games di sana. 

Saat Azzam mendirikan GameQoo, dia menyadari bahwa ada 3 hal yang justru harus jadi pertimbangan untuk memulai startup, yaitu: 

Start Finding the Problem: Sensitive to the condition around us 

Inilah yang paling disoroti oleh Azzam bahwa sebenarnya solusi digital yang seharusnya ada dan pasti akan dicari oleh masyarakat adalah bahwa, “Kita harus mengerti orang lain. Jangan menuntut dimengerti saja,” kata Azzam. 

Dalam hal ini, Azzam menjelaskan, bahwa empati adalah hal yang penting dalam menemukan masalah. 

“Bedanya empati dan simpati di sini adalah empati itu kita tidak judge orang lain. Sedangkan simpati kita akan cenderung mengeluarkan banyak judgement,” jelas Azzam. 

Kamu bisa ingat prinsip ini bahwa hasil akan sangat berbeda jika kamu bisa membandingkan hasil kerja antara innovation from empathy dengan innovation from capability. 

“Kita harus sensitif terhadap setiap problem yang ada di lingkungan kita. Dan apakah masalah itu worth to solve,” tegas Azzam. 

Validate the Problem: Remember you must have empathy 

Pada fase ini adalah kesempatan kamu bisa mendekat secara langsung orang-orang yang memiliki permasalahan itu.

“Lakukan open-ended questions dalam setiap wawancara. Lakukan wawancara kepada semua orang yang relate pada problem itu,” kata Azzam. 

Dari sini rasa empati kamu harus “dimainkan” karena sangat berperan penting. Open-ended questions bukan semata-mata kita mengutarakan pertanyaan yang berakhir pada penjelasan panjang, tapi pertanyaan itu melahirkan sebuah perbincangan dan obrolan yang panjang. 

“Waktu wawancara tahun 2017,, ada problem yang saya temukan yang pada akhirnya jadi pertimbangan bahwa kita harus segera melakukan inovasi ini. Ada customer yang beli game sampai (menggunakan memori) 70 GB. Harus dia download dan baru bisa dipakai dua hari setelahnya,” kisah Azzam. 

Pada tahun itu, internet tidak secepat saat ini. Itulah pada akhirnya GameQoo melakukan inovasi dengan tidak menggunakan basis download bagi para pengguna. 

Validasi masalah juga, ditekankan Azzam, tidak bisa hanya dalam satu segmen. Dalam kasus gaming, Azzam melakukan wawancara sampai kepada orang yang rela mengeluarkan uang hingga berjuta-juta hanya untuk membeli game. 

Untuk kasus kamu, ada berapa segmen yang harus di validasi? Coba listing dulu ya. 

Start Small: Start from lean canvas 

Pada aspek ini, Azzam kembali mengingatkan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan bukan start from solution, tetapi mencoba meraba dari hasil yang kamu dapat dan temukan dari dua aspek di atas. 

Berangkat dari sebuah solusi, cenderung akan mendorongmu untuk melakukan hal yang besar dan cenderung akan terburu-buru. 

“Lebih baik growing 1% setiap hari yaa,” kata Azzam. 

Langkah-langkah kecil ini yang akan jadi proses paling berharga. Tak apa jika ada komplain dari pelanggan, itu artinya mereka menggunakan barang atau jasa yang disediakan kamu. 

“Dulu saya rela angkat terima telepon dari customer jam 2 pagi. Meladeni dua orang yang complain. Tapi saya senang banget karena itu adalah bukti bahwa mereka pakai aplikasi kita,” kenang Azzam. 

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar