Meningkatkan 'Skill' Wawancara Kerja dengan Bantuan Google Interview Warmup

Interview Warmup dari Google bantu para pelamar keja. Foto: The Silicon Review.


#DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

Wawancara kerja menjadi salah satu fase penting dalam proses rekrutmen kerja. Tak sedikit pelamar kerja batal meraih pekerjaan yang didambakannya karena gagal saat melakoni sesi wawancara kerja.

Guna membantu para pencari kerja agar memiliki keterampilan mumpuni dalam wawancara kerja, Google belum lama ini meluncurkan piranti baru yang diberi nama Interview Warmup. Tentu saja, piranti ini dirancang khusus untuk membantu mereka yang sedang mempersiapkan wawancara kerja.

Interview Warmup telah didukung oleh teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI). Piranti ini membuat pertanyaan-pertanyaan dalam tes wawancara kerja. Termasuk yang terkait dengan beberapa bidang teknologi utama, seperti teknologi informasi (TI), manajemen proyek, analisis data, penjualan, dan pemasaran online.

Interview Warmup dibuat sebagai bagian dari upaya Google untuk mengembangkan sistem AI percakapan. Sistem ini menggunakan teknologi pesan dan pengenalan suara untuk memungkinkan pengguna berinteraksi dengan komputer dan perangkat lainnya dengan cara yang lebih wajar dan natural.

Cara menggunakan
Untuk menggunakan Interview Warmup, pengguna pertama-tama memilih dulu bidang yang mereka minati untuk praktik wawancara kerja.

Proses latihan atau simulasi wawancara dilakukan dengan cukup mengetik atau mengucapkan jawaban kita ke dalam sistem untuk setiap pertanyaan yang disajikan.

Interview Warmup saat ini memusatkan pada tiga jenis pertanyaan utama, yakni latar belakang, situasional, dan teknis.

Pertanyaan latar belakang mencakup pelatihan sebelumnya dan riwayat pekerjaan pengguna. Pertanyaan situasional yakni terkait pencarian informasi tentang bagaimana pencari kerja menghadapi situasi karir yang berbeda di masa lalu. Adapun pertanyaan teknis mencakup pengetahuan dan keterampilan khusus yang dimiliki seseorang.

Jika pengguna berbicara menggunakan mikrofon, alat ini akan memasukkan jawaban pengguna ke dalam wujud tulisan. Sistem Interview Warmup kemudian menggunakan AI dan metode machine learning (ML) untuk menganalisis jawaban dan memberikan saran maupun koreksi.

Contohnya, sistem dapat menginformasikan kepada pengguna saat mereka menggunakan istilah penting yang terkait dengan pekerjaan tertentu yang diminati. Interview Warmup juga mengidentifikasi kata-kata yang paling banyak digunakan oleh orang yang diwawancarai.

Pihak Google mengatakan informasi tersebut dapat membantu pencari kerja mengenali apakah menggunakan kata-kata yang diulang-ulang seperti itu dapat membantu atau justru merugikan mereka selama wawancara kerja berlangsung. .

Interview Warmup juga dapat menunjukkan poin-poin pembicaraan yang telah biasa digunakan atau menyarankan poin pembicaraan yang baru, yang dinilai efektif saat wawancara untuk berbagai jenis bidang pekerjaan.

Untuk mereka yang khawatir akan masalah privasi, Google mengatakan tidak ada informasi yang ditulis atau diucapkan yang kemudian disimpan atau dibagikan. Karena sistem tidak menyimpan informasi, pengguna diminta untuk menyalin setiap jawaban yang ingin mereka simpan dalam dokumen terpisah.

Saat pembuatan sistem untuk piranti ini, pihak developer melakukan diskusi dengan individu yang telah menyelesaikan kelas pelatihan kerja yang ditawarkan oleh Google dan juga secara aktif mencari pekerjaan. Kelas pelatihan tersebut merupakan bagian dari Google Career Certificate Program.

Jasmin Rubinovitz, insinyur perangkat lunak dan peneliti di Google Creative Lab, yang membantu mengembangkan Interview Warmup, menjelaskan dalam sebuah video bahwa saat ini ada lebih dari 1,3 juta lowongan pekerjaan terkait teknologi di berbagai bidang dan bergaji tinggi.

“Kami menemukan bahwa pencari kerja kerap mengalami kesulitan dalam wawancara,” kata Rubinovitz.

“Jadi, kami mencoba berpikir, bisakah kami menggunakan teknologi machine learning dan model bahasa yang komprehensif untuk membangun piranti yang membantu Anda berlatih untuk wawancara kerja,” tambahnya.

Rubinovitz mengatakan Interview Warmup ini dirancang untuk memungkinkan pencari kerja mempraktikkan keterampilan dalam wawancara kerja mereka di "ruang aman" sebanyak yang mereka inginkan.

Interview Warmup dapat digunakan pada sebagian besar perambah (browser) internet, serta sistem operasi seluler Android dan iOS. Piranti ini gratis untuk publik.***
--
Sumber rujukan:
1) Brian Frederick. 2022. Google Launches Tool For Practicing Job Interviews.
https://www.searchenginejournal.com/google-launches-tool-for-practicing-job-interviews/450959/

2) Bryan Lynn. 2022. Free Google AI Tool Aims to Improve Job Interview Skills.
https://learningenglish.voanews.com/a/free-google-ai-tool-aims-to-improve-job-interview-skills/6588892.html

3) J Fingas. 2022. You Can Practice for a Job Interview with Google AI.
https://www.engadget.com/google-ai-job-interview-warmup-141504831.html

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

X

Tekan ESC untuk keluar