Menggantang Asa Akselerasi Digital Indonesia

Keluarga Digital. Sumber: http://Washingtonpost.com


#WritingCompetitionDigitalBisa #DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

"Pintu maaf dibuka, pintu rumah ditutup" tagline ini sangat pas mewakili suasana dua kali lebaran Idul Fitri yang dilalui selama pandemi Covid-19. Tidak ada silaturahmi dengan bertamu dari rumah ke rumah. Berkumpul dan duduk mengobrol menikmati ketupat dan kue Lebaran. Mewakili hal itu cukup menyapa lewat gawai yang mengirimkan pesan permintaan maaf ataupun menanyakan khabar. Entah berupa obrolan, pangggilan video ataupun pesan singkat.

Hal yang sama dengan Idul Adha, saat pelaksanaan kurban. Kondisi angka terpapar Covid-19 yang terus naik membuat pemerintah menghimbau pengurus masjid untuk memotong hewan kurban di rumah potong. Hal ini untuk meminimalisir kerumunan orang. Kreativitaspun diuji, bagaimana tetap melaksanakan kurban sesuai syariat namun juga aman. Kembali dengan bermodalkan ponsel, panitia menemukan cara menyiasati. Setiap hewan hendak dipotong, panitia mengaktifkan panggilan video. Menghubungi pekurban, agar bisa melihat hewannya disembelih. Serunya ketika giliran sapi. Tersambung video grup dengan WhatsApp pada tujuh orang pekurban. Sekelompok pekurban sapi itu, menyaksikan bersama penyembelihan di rumah potong secara daring dari rumah masing-masing. Terlepas dari kajian fikih, cara berkurban seperti itu menjadi solusi di masa pandemi.

Demikian pula dengan kegiatan lainnya. Kondisi saat ini memungkinkan belajar sambil tiduran, ikut kursus pakai daster, kondangan tanpa perlu ke salon, bahkan pemakamanpun dihadiri via zoom meeting atau google meet. Anak-anak sekolah melakukan aktivitas belajar-mengajar, les, atau kursus secara daring tanpa harus beranjak ke luar rumah. Para pekerja melakukan rapat dari rumah. Kaum ibu belanja juga dari rumah. Hampir semua kegiatan dilakukan dari rumah. Protokol kesehatan untuk mencegah virus covid-19 menyebar secara masif dengan social distancing, mengharuskan lebih banyak berdiam di rumah saja. Bahkan secara bergurau anak remaja kita suka sekali memakai istilah, "Aku sedang menyelamatkan dunia!" untuk menjustifikasi rebahan (tidur) mereka.

Tantangan untuk Rintangan

Komputer dan ponsel menjadi akrab di keseharian. Sebagaimana seragam sekolah kalah sama baby doll, seragam kerja tersaingi daster dan sarung, demikian pula perangkat telekomunikasi. Berbanding Lurus akan kebutuhan internet, layanan jaringan meningkat signifikan.

Bayangkan kesibukan  pagi hari di satu rumah perkotaan. Si anak balita tampak asyik menonton kartun di channel tv berlangganan, si kakak serius menatap komputernya sedang zoom meeting tugas sekolah. Ayah membaca laporan kantor di gawainya sambil minum kopi. Sementara ibu tampak sibuk di dapur mengikuti kelas memasak yang sedang online dari sebuah platform Cooking Class. Semua kemudahan itu didukung oleh jaringan wifi dari Indihome, salah satu jasa penyedia paket jaringan berlangganan.

Semua tampak sempurna. Tidak ada masalah. Stay @home yang bahagia. Akses internet lancar, semua bisa dicapai. Bahkan ketika si ibu malas memasak dan memilih leyeh-leyeh, chatting dengan teman-temannya masih ada belanja makanan online dari beragam aplikasi yang siap untuk diorder. Ini untuk mereka yang tinggal di perkotaan. Lantas bagaimana dengan mereka yang tinggal di pelosok Indonesia Raya yang tersebar di lebih dari tujuh belas ribu pulau-pulau ini?

Teknologi Digital untuk dunia tanpa sekat.
Sumber foto: http://Pngtree.comtion

Tak dapat dipungkiri bahwa teknologi digital telah mengubah masyarakat dengan cepat, dan menimbulkan berbagai tantangan baru. Sejatinya teknologi ini membantu mengakses informasi secara cepat dan tepat, lewat jaringan internet. Membantu untuk mendapatkan layanan tanpa harus datang dan antri.  Misalnya membayar  tagihan  bank, belanja, ataupun tiket transportasi. Membantu mengakses banyak pengetahuan melalui mesin pencari, platform e-learning atau hiburan lewat platform streaming film, musik dan wisata virtual.  Namun sayangnya, kemewahan ini masih dinikmati masyarakat perkotaan, tidak bagi mereka yang tinggal di daerah. Padahal telah dinisbahkan era digital adalah era negeri tanpa batas, tanpa sekat; darat dan lautan, tanpa rintangan gunung ataupun lembah. Bahkan menghubungkan ujung utara dan selatan bumi yang bulat ini dalam hitungan menit.

Inilah yang menjadi pekerjaan rumah bangsa Indonesia. Mencegah kesenjangan teknologi digital antara perkotaan dan daerah. Mengantarkan kemudahan yang dibawa teknologi merata hingga ke pelosok tanah air. Digitalisasi aspek pendidikan, ekonomi, sosial budaya dan aspek lainnya. Bagaimana mempercepat  kemampuan dan tingkat adopsi digital hingga daerah terpencil.

Menggantang Asa

"Susah Sinyal," sebuah film layar lebar beberapa waktu lalu menggambarkan kesenjangan teknologi dalam bentuk parodi. "Kalau membeli ponsel, jangan lupa beli sinyalnya juga," demikian penggalan dialognya. Secara tersirat,  tidak perlu gawai merek terkenal atau keluaran terbaru, bila sinyalnya lemot dan bahkan hilang, maka tidak ada gunanya. Dalam situasi lain, ada adegan memanjat pohon untuk mendapatkan sinyal yang lebih bagus.  Dalam kondisi nyata, ada pengalaman menarik ketika sebuah pondok pesantren hendak  menjaring siswa dari seluruh Indonesia. Beberapa calon siswa dari pelosok, meminta panitia memberitahukan mereka  2 jam sebelum waktu ujian. Sebab mereka harus keluar rumah dan pergi ke tempat lain yang sinyalnya lebih bagus. Belum lagi ketika mereka berulang kali mengirim jawaban atau putus sambungan, sebelum menyelesaikan ujian online tersebut. Panik, bingung dan canggung teknologi mewarnai sepanjang waktu ujian. Miris sekaligus lucu, melihat semangat mereka belajar di tengah keterbatasan. Itu hanya cuplikan kecil kondisi pelosok tanah air. Kondisi di daerah terpencil yang masih sulit mengakses jaringan telepon dan internet.

Impian untuk  Indonesia maju dan lebih baik dalam teknologi digital bukanlah mustahil.    Untuk meratakan masyarakat digital, selain mempersiapkan SDM, masyarakat yang melek teknologi, juga harus dilengkapi dengan perangkat yang mendukung. Penguatan infrastruktur, platform dan layanan digital menjadi faktor penting untuk akselerasi digital Indonesia.

Tidak heran bila Telkom sebagai perusahaan digital di Indonesia makin berkonsentrasi pada  peluang 3 domain bisnis, yaitu konektivitas digital, platform digital, dan layanan digital. Mencoba menawarkan solusi. Secara keseluruhan tiga peluang itu terintegrasi.  Bagai anak panah yang siap melesat jauh melintasi Nusantara.  Tentu kita berharap, itu bukan hanya masalah bisnis. Namun juga sebuah harapan, "Make a goal more than money. Make it about helping people and creating a better future."

Digital Akselerasikan Indonesia, bukanlah sekedar "Menggantang asap, mengukir langit." Itu adalah kerja nyata yang membutuhkan komitmen semua pihak; pemerintah, pengambil kebijakan dan pelaku bisnis.  Sebagai sebuah lembaga BUMN, Telkom dengan digital bisnisnya diharapkan bisa mengakselerasi semua aspek yang ada tanpa melupakan akar budaya bangsa. Selamat berjuang untuk Indonesia lebih baik!

Komentar (34)

  • AN

    Aulia Nike Kusumawardhani

    31 Jul 2021 21.34 WIB

    Yes semoga menang mb eva bismillah💜

    Hapus
  • H

    Henny

    31 Jul 2021 21.37 WIB

    Masya Allah.. Excelent!!

    Hapus
  • D

    Damayanti

    31 Jul 2021 21.37 WIB

    Sukses yah...👍🥰

    Hapus
  • N

    Nunik

    31 Jul 2021 21.46 WIB

    Kereeenn as always.. ❤

    Hapus
  • E

    Eni

    31 Jul 2021 21.46 WIB

    Sukses ya mba

    Hapus
  • D

    Dina

    31 Jul 2021 22.13 WIB

    Ah, tulisan mba eva mah selalu keren pake banget...
    Bangga aku mah ⚘

    Hapus
  • R

    Ratna

    31 Jul 2021 22.21 WIB

    Team mba eva yeay!! Semoga menang ya

    Hapus
  • P

    pilsy

    31 Jul 2021 22.29 WIB

    sukaaaa..❤❤ semoga keberuntungan berpihak padamu mba eva..good luck🙏👍👍❤

    Hapus
  • YK

    Yanti k

    31 Jul 2021 23.24 WIB

    Tulisan yg bagus ...tertata dg baik...insya allah terpilih juara ya

    Hapus
  • IN

    Ida Nurfarida

    01 Agu 2021 02.57 WIB

    Tulisan mb Eva seperti biasanya selalu keren dan bagus 👍👍
    Good luck kakak 💪💕

    Hapus
  • E

    Enne

    01 Agu 2021 04.40 WIB

    Kerenn..

    Hapus
  • LO

    lin oktris

    01 Agu 2021 05.00 WIB

    Proud of you mbak Eva

    Hapus
  • D

    Desta

    01 Agu 2021 05.35 WIB

    Keren! Juaraaa!👏🏻👏🏻👏🏻

    Hapus
  • IA

    Ika atika

    01 Agu 2021 05.43 WIB

    Kerennnn ...sukses selalu mbakyuu😍😇🤗

    Hapus
  • L

    Laily

    01 Agu 2021 05.47 WIB

    Keren mbak eva,sangat menginspirasi.semoga menang ya👍😍

    Hapus
  • C

    Ciksila

    01 Agu 2021 06.07 WIB

    Menarik, tulisannya ringan dan mudah dicerna sekalipun yang dibahas masalah berat. Sukses ya sist...

  • A

    Anna

    01 Agu 2021 06.13 WIB

    Tutur kata dan ceritanya sangat kreatif

    Hapus
  • I

    Ima

    01 Agu 2021 06.52 WIB

    Sukaaa, selalu keren tulisannya bu eva. Semogaa juaraa tulisan yang inspiratif ini 😘

    Hapus
  • MB

    Mas Bagus

    01 Agu 2021 06.55 WIB

    Woow joss iki.

    Hapus
  • ME

    mirna erlitasari

    01 Agu 2021 07.38 WIB

    Wow...apik..keren..amazing..mba Eva...👍
    Semoga bs menginspirasi dan menang yo..good luck mbakyuu..🥰😍

    Hapus
  • R

    Resty

    01 Agu 2021 08.23 WIB

    👍👍👍

    Hapus
  • H

    Hendri

    01 Agu 2021 08.38 WIB

    Penulisannya runtut, mudah dipahami. Keren...👍👍

    Hapus
  • C

    Ciko

    01 Agu 2021 08.52 WIB

    Sangat bagus sekali

    Hapus
  • WN

    Windya novita

    01 Agu 2021 11.02 WIB

    Keren sangat menginspirasi

    Hapus
  • RA

    Retno afro

    01 Agu 2021 14.02 WIB

    Selamat mb F..sukses ya

    Hapus
  • L

    Lukitosari

    01 Agu 2021 19.24 WIB

    maa syaa Allah Tabarakallah. Mba Eva pasti bisa.. yess

    Hapus
  • V

    Vely

    02 Agu 2021 11.24 WIB

    Wahh... Keren²

    Hapus
  • M

    Mel

    02 Agu 2021 12.51 WIB

    luar biasa Mbakku!

    Hapus
  • N

    Nau

    02 Agu 2021 18.25 WIB

    keren bangetttt 👏🏻👏🏻

    Hapus
  • C

    Caca

    02 Agu 2021 18.36 WIB

    MasyaAllah👐👐👐

    Hapus
  • AH

    Aulia Halbami

    02 Agu 2021 18.37 WIB

    Kerenn sukses selalu ummi🥰

    Hapus
  • M

    Mutiahhh

    03 Agu 2021 14.46 WIB

    Bagus , masyaAllah

    Hapus
  • J

    Janu

    04 Agu 2021 06.48 WIB

    Artikel yang bermanfaat

    Hapus
  • MA

    Maulida Asih A

    10 Agu 2021 09.30 WIB

    Mbakyu selalu keren dan menginspirasi, semoga menang Aamiin

    Hapus

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar