Mengenal Istilah Digital Connectivity dan Manfaatnya untuk Masyarakat

Ilustrasi: Digital connectivity yang membuat manusia kini mudah berinteraksi tanpa terkendala jarak dan waktu | Pixabay/geralt


Bagi generasi yang lahir dan besar di era 1980-1990an, komunikasi menggunakan telepon rumah, telepon umum, surat, hingga pager barangkali menjadi hal yang biasa dan sangat berkesan untuk mereka. Akan tetapi, rasa yang sama belum tentu dimiliki generasi milenial dan generasi Z yang tumbuh dan berkembang pada periode 1990-2000an.

Anak-anak muda yang lahir dan besar di periode akhir 1990an hingga 2000an mungkin memiliki memori dan kesan khusus ketika mendengar istilah warung telepon (wartel), warung internet (warnet), serta telepon dengan operating system (OS) Symbian dan GSM. Kenangan tersebut berbeda dengan generasi sebelumnya, dan juga angkatan yang lahir dan berkembang setelah itu.

Kini, jika kita bertanya kepada generasi yang lahir dan tumbuh di periode 2000-2020an, testimoni mereka tentang memori alat komunikasi bisa jadi sangat berbeda dibanding para pendahulunya.

Sangat mungkin anak-anak muda yang lahir dan berkembang di era ini tidak lagi mengecap pengalaman berkirim surat, menggunakan telepon rumah, atau berkirim pesan singkat menggunakan telepon genggam dengan OS Symbian. Sebagai gantinya, mereka mungkin memiliki kenangan dan kesan khusus ketika mendengar istilah jaringan 3G, 4G, Android, iOS, WiFi, serta beragam nama media sosial.

BACA JUGA: Mengenal Lebih Dekat Istilah Digital Services

Perubahan memori terkait cara dan alat komunikasi akan terus terjadi seiring terus berkembangnya teknologi telekomunikasi. Perkembangan teknologi komunikasi bahkan diprediksi akan semakin cepat terjadi ke depannya.

Transformasi tiada henti terjadi karena, salah satunya, semakin pesatnya perkembangan konektivitas digital (digital connectivity) di dunia. Kehadiran konektivitas digital sedikit banyak telah mengubah pola hidup dan komunikasi masyarakat. Karena itu, tak salah apabila ada pihak yang menganggap bahwa keberadaan digital connectivity telah menjadi alat revolusi baru bagi manusia di era modern.

Secara harfiah digital connectivity bisa diartikan sebagai sarana dan prasarana yang memengaruhi segala aspek kehidupan manusia, seperti perekonomian, interaksi sosial, dan pengembangan kota pintar (smart city). Berbagai teknologi konektivitas digital baru muncul pada abad 21 atau sejak tahun 2000. Karena itu, menjadi wajar apabila perubahan pola komunikasi marak terjadi dalam kurun 2 dekade terakhir.

Meski baru berkembang, tapi kehadiran digital connectivity kini sudah begitu penting bagi masyarakat. Konektivitas digital telah menjelma menjadi alat utama pendukung berlangsungnya hidup manusia di muka bumi.

BACA JUGA: Apa Itu Digital Platform?

Data menunjukkan, hingga awal 2020 sekitar 90 persen manusia sudah menikmati akses jaringan telekomunikasi berbasis handphone (mobile broadband). Penggunaan teknologi komunikasi yang masif menyebabkan timbulnya beragam dampak positif terhadap perekonomian dan pembangunan di berbagai negara, terutama pada negara-negara berkembang.

Dampak besar kehadiran konektivitas digital juga dirasakan Indonesia. Saat ini, Indonesia masuk daftar 10 negara pengguna smartphone dan pengakses internet terbesar di dunia. Fakta ini menunjukkan banyaknya masyarakat Indonesia yang kini menggantungkan hidupnya pada kehadiran konektivitas digital.

Besarnya penggunaan koneksi digital oleh masyarakat dunia, khususnya Indonesia, berpotensi membawa lebih banyak lagi dampak positif untuk kehidupan kita. Contoh sederhananya, kini kita kerap melihat ada banyak pelaku UMKM yang bisa semakin mudah mengembangkan bisnisnya melalui pemanfaatan teknologi (baik melalui penggunaan aplikasi kasir digital, pemasaran via media sosial, atau membuka lapak daring di lokapasar).

Ke depannya, bukan tidak mungkin pengembangan usaha UMKM atau para pebisnis bisa berjalan lebih baik dan masif. Di saat bersamaan, kualitas hidup masyarakat juga dapat terus meningkat apabila konektivitas digital semakin banyak digunakan dan menjangkau masyarakat di berbagai daerah.

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar