Pentingnya Keberadaan Inkubator dan Akselerator untuk Pengembangan Startup

Salah satu program akselerator dan inkubator startup yang hadir di Indonesia adalah Indigo


Perkembangan perusahaan rintisan di Indonesia beberapa tahun terakhir terjadi begitu cepat. Ada banyak nama perusahaan rintisan (startup) yang bergerak di berbagai bidang yang kini hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Banyaknya jumlah perusahaan rintisan yang ada membuat Indonesia menempati urutan ke-5 daftar negara pemilik startup terbanyak di dunia. Hingga awal September 2021, terdata ada 2.275 startup yang berasal dari Indonesia. Jumlah perusahaan rintisan di Indonesia hanya kalah dari Amerika Serikat, India, Inggris, dan Kanada.

Dari ribuan perusahaan rintisan di Indonesia, hingga Juli lalu ada setidaknya 7 startup yang telah meningkat statusnya menjadi unicorn. Sebuah perusahaan rintisan dapat disebut sebagai unicorn apabila valuasinya sudah mencapai minimal US$1 miliar.

Jumlah unicorn di Indonesia dipastikan terus bertambah ke depannya. Sebagai contoh, dalam waktu dekat diproyeksikan salah satu startup bernama Kredivo akan menjadi unicorn apabila telah melakukan merger dengan anak perusahaan Victory Park Capital (VPC) yang berkantor pusat di Chicago, Amerika Serikat. Kredivo adalah startup di industri keuangan yang salah satu investornya berasal dari Indonesia yakni MDI Ventures

Kenaikan kelas perusahaan rintisan perlu didorong agar membawa dampak positif yang berantai bagi masyarakat. Untuk mendukung pertumbuhan bisnis startup, ada banyak cara yang bisa dilakukan pemerintah, regulator, serta pelaku bisnis eksisting. Salah satu cara yang bisa ditempuh yakni melalui program inkubasi dan akselerasi untuk startup.

Salah satu program inkubator dan akselerator yang bisa diakses perusahaan rintisan di Indonesia adalah Indigo. Program ini berasal dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. dan telah hadir di Indonesia sejak 2013 lalu. Indigo merupakan program inkubasi/akselerasi startup yang dilengkapi program pengembangan startup end-to-end melalui kegiatan nurturing creativity, inkubasi/akselerasi startup, hingga sinergi bisnis dan investasi lanjutan atau follow-on-funding.

View this post on Instagram

A post shared by Indigo by Telkom Indonesia (@indigo.telkom)

Sejak dimulai delapan tahun lalu, Indigo telah membina 52.276 talenta digital yang tersebar di 17 pusat pembinaan bernama IndigoSpace. Ada 194 perusahaan rintisan yang sudah menjalani proses pembinaan di Indigo, dan 91 di antaranya masih aktif beroperasi hingga kini. Sisanya, sebanyak 28 startup sudah memasuki fase inkubasi, dan 75 startup gagal. Indigo juga telah berhasil mengantarkan 24 perusahaan rintisan meraih investasi lanjutan dari sejumlah perusahaan ventura dalam dan luar negeri.

Program Indigo sebelumnya dikenal dengan nama Indigo Creative Nation. Akan tetapi, kini program tersebut telah berubah nama menjadi Indigo. Perubahan identitas juga dilakukan Indigo melalui pergantian nama creative camp yang semula bernama Digital Valley menjadi IndigoHub. Creative camp Indigo ini berada di 4 kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Jogja, dan Makassar.

Upaya rebranding Indigo baru-baru ini juga dilakukan melalui perubahan mekanisme startup batch intake. Mulai sekarang, Indigo akan mengadakan startup batch intake sebanyak dua kali dalam setahun. Selain itu, Indigo juga telah meluncurkan komunitas resmi untuk anggotanya yang bernama Indigo Connect. Komunitas ini dibentuk dengan tujuan menjembatani komunikasi, kolaborasi, dan kerjasama antar perusahaan rintisan.

Pada September ini, Indigo akan membuka periode startup intake batch 2. Perusahaan rintisan yang berhasil lolos dalam seleksi nanti berhak mengikuti program inkubasi/akselerasi dengan berbagai fasilitas yang mendukung perkembangan startup.

Keberadaan Indigo perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh para talenta muda dan pemilik perusahaan rintisan di Indonesia. Hal ini diperlukan agar ke depannya ada semakin banyak perusahaan rintisan asal Indonesia yang mendunia, memiliki skala bisnis besar, dan berdampak positif terhadap kemajuan bangsa serta negara.

 

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Dengan mengirimkan komentar, saya menyetujui peraturan berkomentar di #DigitalBisa

Tekan ESC untuk keluar