Literasi Digital dalam Membentuk Digital Citizenship yang Berkualitas

Digital Citizen Masa Kini | Sumber: pixabay.com


#DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

Generasi milenial merupakan tonggak pembangunan bangsa Indonesia. Generasi milenial tumbuh di tengah-tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Kesehariannya tak pernah lepas dari penggunaan dan pemanfaatan berbagai teknologi modern di mana hal ini memengaruhi cara pandangnya terhadap berbagai hal, termasuk juga cara pandang generasi milenial terhadap perannya sebagai warga negara Indonesia.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat tanpa mengenal batasan ruang serta waktu menuntut semua kalangan sebagai warga negara Indonesia untuk menguasai literasi digital. Mengapa demikian? Karena literasi digital ini sebagai bekal bagi setiap orang untuk terjun di ruang digital agar mampu mengarungi derasnya tantangan di era digital. Literasi digital memiliki peran yang sangat krusial, tak hanya semata-mata berperan membentuk generasi digital yang lihai dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Namun, lebih dalam dari itu, literasi digital sangat penting dalam membentuk Digital Citizenship.

Digital Citizenship semakin marak digalakkan seiring dengan perkembangan berbagai teknologi informasi dan komunikasi. Digital Citizenship adalah suatu kemampuan untuk mengelola dan memonitor perilaku dalam penggunaan teknologi yang merujuk pada kualitas seseorang dalam berinteraksi di ruang digital. Digital Citizenship mengandung poin-poin penting diantaranya adalah keamanan, etika, norma, dan juga budaya. Digital Citizenship berhubungan dengan bagaimana seharusnya warga digital (digital citizen) memanfaatkan teknologi dengan baik, bijak, dan aman agar tidak menimbulkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain. Digital Citizenship juga berkaitan dengan bagaimana warga digital (digital citizen) dalam menyikapi informasi-informasi yang mereka peroleh dalam praktik penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

Penggunaan gawai di kalangan generasi milenial. Sumber: pixabay.com

Dengan adanya konsep Digital Citizenship ini, diharapkan agar generasi milenial mampu menyadari peran dan tanggung jawabnya di era digital. Etika dan norma haru tetap menjadi landasan utama dalam bertindak pada interaksi global agar tercipta kehidupan digital yang harmonis. Konsep Digital Citizenship memang terlihat sederhana, namun sangat penting untuk dipahami dan benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, kemajuan teknologi juga menuntut setiap orang untuk mampu melakukan kontrol diri karena kebebasan digital yang disalahgunakan akan memicu munculnya cybercrime dan konflik digital. Selain itu, berempati, memahami cara kerja teknologi, dan memahami privasi data pengguna lain juga diperlukan untuk menghindari pelanggaran Digital Citizenship, misalnya penyebaran berita hoax, penipuan online, pencemaran nama baik, pembajakan, dan sebagainya.

Digital Citizenship merupakan sebuah solusi bagi generasi milenial sebelum mereka benar-benar terjun di ruang digital. Melansir dari guruaru.org, Digital Citizenship yang digagas oleh Mike Ribble dan dikembangkan oleh Microsoft memiliki tiga konsep dasar, yaitu Respect, Educate, dan Protect. Respect artinya mampu menghargai etika, akses, dan hukum digital diri sendiri maupun orang lain. Educate artinya mampu mengedukasi diri sendiri dan mau bertanggung jawab atas komunikasi serta pendidikan normal maupun formal. Yang terakhir, Protect, artinya mampu melindungi keselamatan, hak, tanggung jawab, kesehatan, serta kesejahteraan  diri sendiri maupun orang lain.

Agar generasi milenial sebagai tonggak pembangunan bangsa menjadi warga digital (digital citizen) yang berkualitas dan bermartabat, perlu dibentuk dan dilatih sejak dini, caranya dengan penguasaan literasi digital yang dapat ditanamkan mulai dari lingkungan terdekat, yaitu di lingkungan rumah. Menguasai literasi digital sama halnya dengan menguasai kemampuan mengakses, memahami, membuat, mengomunikasikan, menganalisis, serta melakukan evaluasi terhadap informasi-informasi yang diperoleh dari ruang digital. Ketika seseorang telah memiliki penguasaan literasi digital yang baik, maka orang tersebut telah menguasai pula keterampilan serta pengetahuan mengenai hal-hal penting yang perlu dipegang teguh dalam menghadapi era digital. Tak hanya pandai mengakses informasi saja, generasi milenial juga harus mampu melakukan cross-check atas kebenaran informasi-informasi yang diperoleh. Dengan demikian, lalu lintas aktivitas di ruang digital dapat berjalan dengan selaras dan berkualitas dan disinformasi pun dapat dihindari seoptimal mungkin.

Referensi:

[1] https://www.digitalmama.id/2020/09/literasi-digital-citizenship.html

[2] https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2013/09/16/digital-citizenship/

[3] https://guraru.org/guru-berbagi/digital-citizenship-dan-pemanfaatan-teknologi/

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

X

Tekan ESC untuk keluar