Lebih Penting Mana, Kualitas Atau Kemasan Produk?

Ilustrasi pelaku usaha sedang mengambil foto produk untuk dipasarkan | Freepik


Mau makan sate atau soto?

Pertanyaan di atas akan sulit dijawab apabila disampaikan saat kita lapar. Apalagi, sate dan soto merupakan makanan yang sama-sama enak dan memiliki beragam varian serta cocok untuk mengisi perut yang kosong.

Seringkali kita pada akhirnya memilih jawaban “terserah” menjawab pertanyaan tersebut. Ketika sudah dibelikan sate, bisa jadi rasa sate yang kita santap tidak sesuai ekspektasi. Apabila membeli soto, ada juga kemungkinan rasanya tidak sesuai selera, kurang gurih, atau tak lagi hangat dan menggoda saat makanan itu sudah sampai di hadapan kita.

Soal rasa, kita memang baru bisa menilainya setelah makanan yang dipilih tersaji di hadapan. Akan tetapi, di awal memutuskan pilihan, pasti kita akan mencari pertimbangan lain sebelum membeli sebuah makanan.

Bisa jadi, kita memilih membeli sate karena harganya terjangkau, tampilan foto produknya menarik dan terlihat menggoda. Atau ada kemungkinan kita membeli soto karena tergoda dengan foto yang menampilkan banyaknya isi dalam makanan tersebut, lengkap dengan jeruk nipis dan sambal yang bisa ditambah sesuai selera.

Setelah makanan tersaji dan rasanya diketahui, barulah kita bisa memutuskan: apakah akan kembali memesan sate atau soto yang sama di lain waktu, atau cukup sekali membeli makanan tersebut dari lapak terkait. Apabila rasanya tidak enak, besar kemungkinan kita akan merasa kapok dan tak lagi mau memesan makanan yang sama dari toko tersebut.

BACA JUGA: Berkah di Balik Musibah

Perilaku yang sama juga kerap kita lakukan apabila hendak membeli barang, memakai jasa, atau mengakses website tertentu di dunia maya. Tak jarang kita merasa sangat puas dengan layanan, barang, dan tampilan website hingga akhirnya mengulang kunjungan ke tempat yang sama. Hal sebaliknya juga besar kemungkinan terjadi, apabila ternyata layanan, barang, atau tampilan website yang dikunjungi mengecewakan.

Contoh di atas menunjukkan pentingnya kita, terutama para pelaku UMKM, untuk senantiasa memperhatikan desain dan kualitas produk yang dijual. Desain dan kualitas barang adalah dua hal yang sama-sama penting untuk memajukan usaha atau kunjungan ke website yang kita kelola.

Tanpa desain yang bagus dan menarik, bisa jadi hanya akan ada sedikit pengunjung yang mampir ke toko dan website kita. Akan tetapi, ada juga kemungkinan pengunjung jarang datang ke lapak kita karena kurangnya kualitas produk dan layanan yang kita berikan kepada pelanggan.

Karena itu, sudah menjadi hal wajar jika pelaku usaha harus sangat memperhatikan kualitas desain dan isi dari produk yang dipasarkan. Dalam bahasa pemrograman, istilah yang menggambarkan “bungkus” dan “kualitas” produk ini bernama User Interface (UI) dan User Experience (UX).

BACA JUGA: Pentingnya Vaksinasi dan Pemanfaatan Teknologi untuk Cegah Penularan Covid-19

UI dan UX adalah dua istilah yang merujuk pada elemen keindahan dan kualitas dari sebuah website. Menurut CEO Maze Jonathan Widawski, UX bisa disamakan dengan fondasi dan arsitektur dari sebuah rumah, sedangkan UI adalah warna cat dan furniturnya.

Untuk membuat rumah yang nyaman, sudah tentu kita harus menentukan terlebih dulu kekuatan fondasi dan pembagian berbagai ruangan di dalamnya untuk mewujudkan hunian yang sesuai selera. Setelah itu, barulah kita bisa mempercantik tampilan rumah dengan warna cat dan pernak-pernik yang disematkan di berbagai sudut.

Tanpa memperhatikan unsur kualitas dan desain, atau UI/UX, jangan harap ada banyak pengunjung yang akan datang ke toko dan website kita. Karena itu, ayo mulai sekarang kita serius memperhatikan unsur kualitas dan desain produk dan website yang dikelola untuk kebaikan bersama.

Komentar (1)

  • YH

    Yudha Hari Wardhana

    04 Nov 2021 17.54 WIB

    LOMBA BLOG YANG BURUK. KINERJA PANITIA SANGAT AMATIRAN. MEMALUKAN NAMA TELKOM

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar