Kreativitas Sastra Melalui Literasi Digital

Ilustrasi Literasi digital, sumber gambar: mediaindonesia.com


#WritingCompetitionDigitalBisa #DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

Dua tahun sudah Indonesia berusaha melawan pandemi Covid-19. Tidak dapat disangkal jika pandemi telah memberikan efek domino di berbagai sektor, tidak terkecuali dunia percetakan dan penerbitan. Namun, sekalipun dunia percetakan tengah mengalami kelesuan tidak berarti jagad literasi mengalami kemunduran.

Pandemi mengarahkan masyarakat pada kehidupan new normal. Bukan hanya tentang cara menjalani hidup baru dalam keseharian, tetapi pola pikir dan sudut pandang baru yang lebih terbuka terhadap teknologi. Bagaimanapun juga masyarakat harus dapat memanfaatkan modernisasi teknologi informasi guna bertahan dalam keterpurukan. Dunia literasi juga diharapkan dapat memanfaatkan teknologi agar tetap produktif memproduksi karya dalam bentuk tulisan.

Sarana Publikasi Ide Kreatif

Perkembangan sastra saat ini cukup bervariatif, bukan hanya tentang dunia fantasi ataupun imajinasi penulis, tetapi ada nilai-nilai sosial, agama dan budaya. Bahkan politik dapat menjadi bagian dari sastra. Mengenal sastra akan mengasah indrawi, perasaan, penalaran terhadap isu sekitar, memotivasi diri untuk berpikir, bahkan memunculkan kepedulian dan keterbukaan dalam diri manusia. Jiwa pun tidak akan pernah gersang karena mendapat nilai-nilai kehidupan dari karya sastra.

Sastra bukan sekedar dramatisasi diksi atau permainan kata. Melainkan sebuah kecerdasan emosional yang mendorong penerapan moral baik nan luhur dalam kehidupan. Sastra dapat mempertajam penalaran dan mengembangkan wawasan berpikir seseorang. Dengan sastra manusia dapat melihat segala persoalan dunia dalam perspektif yang indah, mengungkapkan perasaaan dalam permainan kata yang mempesona.

Di era revolusi industri 4.0, dimana cara konvensional telah beralih ke cara digital, menjadi fakta yang tidak terbantahkan jika teknologi dapat menjadi sarana bagi sastrawan untuk mengenalkan sastra kepada para pembaca. Harus diakui jika teknologi telah memfasilitasi sastrawan berkreativitas dan membuat sastra menjadi hal yang inklusif. Tapi diperlukan fleksibilitas untuk menerima perubahan dan kemampuan menguasai jaringan internet agar penulis memiliki peluang semakin besar di era digital.

Di masa pandemi ini, jaringan internet telah menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat. Hampir semua orang menggunakan perkembangan teknologi seperti media digital untuk menjalin komunikasi, mencari hiburan bahkan untuk bekerja. Penulis sastra pun dapat memanfaatkan media digital sebagai sarana dalam penyebaran dan publikasi hasil ide-ide kreatif.

Publikasi bagi dunia sastra menjadi satu hal yang diperlukan dalam upaya membumikan sastra, karena pada dasarnya karya sastra diciptakan untuk dapat dibaca, dinikmati dan diambil nilai-nilai kehidupannya. Maka dari itu sastra harus disebarkan secara luas melalui berbagai media, platform dan ruang publik.

Sastra bukan hanya milik sastrawan, pengamat dan kritikus sastra, tetapi masyarakat telah menjadi bagian dalam sebuah karya sastra. Di era digital seperti sekarang, masyarakat dapat menganalisa dan memproduksi karya sastra sendiri. Dengan terbuka terhadap dunia media digital, diimbangi dengan kemudahan akses dari percepatan teknologi serta tersedianya ruang digital untuk menulis, masyarakat dapat memulai perjalanan sebagai penulis. Dengan demikian karya sastra tidak akan pernah mati.

Literasi Digital

Ilustrasi sastra digital
ilustrasi sastra digital, sumber gambar: acerforeducation.id

Hadirnya platform menulis digital adalah bentuk kecanggihan teknologi yang dapat menjadi sarana komunikasi publik dalam pengembangan sastra. Mengingat bahwa masih ada sebagian masyarakat penikmat sastra yang dapat menciptakan tulisan, tetapi tidak berani mempublikasikan karyanya. Alasannya, karya yang dihasilkan belum layak ditampilkan. Hal ini kerap menjadi faktor penyebab minat bersastra terutama menulis, hanya menjadi koleksi pribadi. Dengan perkembangan literasi digital, minimal permasalahan ini dapat teratasi. Ruang menulis digital akan menjadi wadah interaktif penulis dan pembaca. Kemudahan-kemudahan yang dihadirkan melalui platform digital akan membantu para penulis baru untuk mempublikasikan karyanya. Sastra pun menjadi fleksibel dan komunikatif.

Bagaimanapun juga penggunaan teknologi digital dalam karya sastra tidak dapat terelakkan. Melalui literasi teknologi, bakat dan minat bersastra dapat tersalurkan. Penulis-penulis baru bisa mendapatkan motivasi dan kepercayaan diri. Teknologi digital membantu para sastrawan dalam meningkatkan kompetensi dan mengembangkan kreativitas secara leluasa. Membagikan foto, video ataupun memperkaya suatu karya dengan audio dan visual yang mendukung, dapat dilakukan dengan cepat dan mudah melalui teknologi digital.

Pandemi Covid-19 boleh saja membuat orang terkekang karena kegiatan yang terbatas, bisa saja menghilangkan nyawa manusia tanpa memandang status sosial. Tapi tidak dengan kreativitas. Bahkan kondisi yang sulit seperti sekarang dapat menjadi sumber kreativitas, karena menulis adalah pekerjaan yang soliter. Sastra menjadi alat ampuh untuk bersuara. Menyuarakan kepedulian dalam bentuk pengalaman estetika, memberikan saran dan kritik segar kepada publik. Sastra menjadi sarana kebebasan dari tekanan apapun termasuk tekanan sosial.

Perkembangan teknologi digital menjadi titik yang menghubungkan manusia satu dengan yang lain melalui logika dan pemikiran. Ekosistem sastra yang kondusif harus terus dikembangkan. Ketersediaan ruang digital memberi semangat dan kebebasan kreativitas bagi para penulis. Ketika sastra menjadi media pelepasan jiwa di masa pandemi yang belum juga usai, mereka yang tidak mengenal sastra pun dapat terinspirasi untuk mencintai dan peduli terhadap dunia sastra. Dari perkenalan media digital yang berujung pada kecintaan terhadap sastra, akan memupuk keberanian dan rasa percaya diri sehingga mampu melahirkan sastrawan-sastrawan baru yang hebat. Sehingga sastra diharapkan akan terus mengalami regenerasi.

Komentar (1)

  • JM

    Janu Muhammad

    05 Agu 2021 08.13 WIB

    Terima kasih atas ulasannya kak

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar