Kolaborasi Digital Bantu UMKM My Daily Hijab Kembangkan Bisnis Selama Pandemi

UMKM My Daily Hijab yang mampu meraih sukses berkat kolaborasi dan digitalisasi | mydailyhijab.com


"Tantangan pemasaran digital ini adalah kita harus aktif memantau tren, baik itu tren fashion maupun sosial."

Testimoni tersebut bukan keluar dari mulut seorang motivator atau ahli ekonomi ternama. Akan tetapi, pendapat itu dapat dibuktikan kebenarannya karena telah diuji langsung oleh sang pemilik pandangan.

Tips pemasaran digital di atas disampaikan oleh Novita Dwi Parastuti, pelaku UMKM yang mendirikan dan memiliki Rumah Mode “My Daily Hijab.” Novita adalah pelaku UMKM yang memulai usaha sejak 2012 dari Ungaran, Jawa Tengah.

Saat ditemui secara daring pada akhir Agustus lalu, Novita bercerita kiat-kiatnya membawa usahanya tumbuh dan bertahan selama ini. Usaha Novita bisa dibilang telah sukses berkembang, meski awalnya didirikan karena alasan hobi.

Perempuan ini bercerita, awalnya ide membuat usaha produksi hijab ia miliki karena alasan pribadi: untuk memenuhi kebutuhan fesyennya sehari-hari. Novita mengaku mulai mengenakan hijab sejak 2012. Akan tetapi, saat itu dia merasa sulit menemukan hijab yang desainnya cocok dan nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Karena alasan tersebut, Novita lantas tergerak untuk membuat hijab sendiri. Awalnya, hijab yang dia produksi digunakan secara pribadi. Lambat laun, dia mulai berpikir untuk memasarkan hijab yang diproduksi kepada rekan-rekan kerjanya.

Pemasaran mengandalkan aplikasi pesan singkat pun dilakukan Novita kala itu. Dia ingat betul, pertama kali hijab buatannya ditawarkan kepada rekan kerjanya mengandalkan aplikasi Blackberry Messenger Service (BBM).

BACA JUGA: Begini Cara Mudah dan Cepat Lakukan Digitalisasi Bisnis

Tak disangka, hijab buatan Novita mendapat respon positif dari rekan-rekan kerjanya. Kondisi ini membangkitkan kepercayaan diri Novita, hingga akhirnya dia memutuskan untuk menekuni serius usaha produksi hijab.

“Saya memutuskan memberi nama barang produksi saya dengan merek ‘My Daily Hijab’. Nama ini artinya hijab untuk sehari-hari, dan niatnya waktu itu mau mengambil pangsa pasar wanita berhijab yang aktif dan dinamis,” ujarnya. 

Hijab buatan Novita berbeda dibanding jilbab lain yang tersedia di pasaran. Ada setidaknya dua hal yang membedakan hijab buatan Novita dengan produk serupa di pasaran.

Pertama, barang-barang My Daily Hijab memiliki bentuk serta motif yang tidak banyak dijual orang lain, sehingga terkesan eksklusif. Tidak hanya membawa kesan eksklusif, barang-barang My Daily Hijab juga terjamin unsur kenyamanannya.

Kedua, seluruh hijab produksi My Daily Hijab dilakukan dengan mengandalkan tenaga ibu-ibu rumah tangga di kawasan Ungaran. Pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi usaha dilakukan Novita sejak awal dia memutuskan untuk serius menggeluti bisnis fesyen. Kini, UMKM My Daily Hijab telah memiliki perusahaan konfeksi sendiri dengan tenaga 13 penjahit yang merupakan ibu rumah tangga.

Berkembang Berkat Digital

Dalam mengembangkan usahanya selama ini, Novita kerap mendapat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Salah satu aktor yang konsisten mendukung usaha Novita sejak awal berdiri adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Menurut Novita, selama ini usahanya sering mendapat bantuan—mulai dari perluasan akses pasar hingga permodalan—dari Telkom Indonesia. Bantuan juga diraih My Daily Hijab dalam hal penguatan kapasitas bisnis dengan mengandalkan teknologi digital.

Novita bercerita, suatu saat ia pernah mendapat tawaran proyek pengadaan hijab yang cukup besar dari suatu instansi. Akan tetapi, kala itu Novita terkendala masalah permodalan. Dia nyaris menolak tawaran tersebut, sebelum akhirnya ditawarkan Telkom Indonesia bantuan permodalan.

“Alhamdulillah, bantuan modal dari Telkom bisa membantu meningkatkan kapasitas produksi kami, dan meningkatkan jejaring. Telkom menyediakan dana talangan sehingga pesanan dari instansi itu dapat kami selesaikan dengan baik,” ujarnya.

Sebelum pandemi datang, My Daily Hijab sempat memiliki 8 toko yang berada di Semarang dan Yogyakarta. Akan tetapi, kini UMKM dari Ungaran tersebut fokus memasarkan produk-produknya melalui berbagai kanal media sosial, lokapasar (marketplace), dan laman daring.

BACA JUGA: Tips dan Trik Jitu untuk Pelaku Usaha Jelang Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

Hal ini dilakukan sebagai cara My Daily Hijab menyiasati pandemi covid-19 yang membuat aktivitas masyarakat di luar ruangan terbatas. Selain itu, adaptasi digital juga dilakukan My Daily Hijab karena prospeknya menjanjikan.

Prospek positif pemasaran usaha secara daring terbukti dari adanya kenaikan omzet yang diraih My Daily Hijab dalam kurun setahun terakhir. Novita berkata, sepanjang 2020 omzet usahanya berhasil mencapai nilai Rp800 juta per tahun. Pada 2021, omzet yang diraih My Daily Hijab sudah mencapai Rp936 juta per 6 bulan pertama tahun ini.

Omzet My Daily Hijab telah meningkat 200 persen lebih dibanding modal usaha awal yang digunakan pada awal berdirinya UMKM ini. Pertumbuhan omzet diraih My Daily Hijab karena adaptasi digital yang dilakukan. Novita berkata, hampir 100 persen omzet usahanya selama pandemi berasal dari kanal daring.

Karena prospek dan hasil positif tersebut, Novita kini semakin giat mempelajari seluk-beluk bisnis daring, dan secara bersamaan terus berupaya meningkatkan kapasitas serta konsistensi desain hijab produksinya. Hal ini ia lakukan sebagai cara agar usahanya bisa terus bertahan dan menghidupi para tenaga kerja.

Karena semangat berjuangnya yang tinggi, kini Novita mulai bisa memetakan trik-trik untuk bertahan dan mengembangkan usaha melalui dunia digital. Pertama, menurutnya, pelaku usaha harus memahami bahwa pemasaran daring akan efektif apabila dilakukan pada lokapasar yang sedang tren.

Marketplace yang baik untuk jualan adalah yang paling riuh (hype). Contohnya, ada masanya keriuhan berada di Blibli, kemudian pindah di Shopee, Tokopedia, Zalora atau marketplace lain,” katanya.

Kedua, pemasaran model serupa bisa dilakukan pelaku UMKM pada kanal media sosial. Novita berkata, pelaku usaha harus sadar apa saja kanal media sosial yang kini sedang digandrungi, dan berpotensi naik popularitasnya di masa depan, untuk menentukan cara promosi yang tepat.

“Jadi selain memproduksi busana yang ngetren, kegiatan kami sehari-hari adalah ngonten,” kelakar Novita. Sebagai catatan, konten-konten media sosial dan akun lokapasar My Daily Hijab kerap diproduksi dengan mengandalkan tenaga para alumni SMK yang berasal dari sekitar Ungaran dan Jawa Tengah.

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar