Kelas BPJS Dihapuskan, Berapa Iurannya?

Pemerataan fasilitas bagi pemegang asuransi kesehatan BPJS akan segera diberlakukan | Sumber: BPJS


Tidak lama lagi, BPJS Kesehatan Kelas Standar akan diberlakukan pada 18 rumah sakit di Indonesia. Ini artinya, sistem asuransi kesehatan dari pemerintah ini akan berubah, dari yang tadinya dibagi menjadi Kelas 1, 2, dan 3, kini semua masyarakat akan mendapatkan fasilitas yang sama.

Meskipun rencana Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) masih perlu dimatangkan lagi, tetapi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan melaksanakan program tersebut paling dekat yakni Juli 2022. Terlebih lagi, KRIS sebetulnya sudah banyak diterapkan pada negara-negara lain, seperti Turki, Thailand, Australia, Filipina, hingga Nigeria.

Plan ini akan memiliki format pembayaran asuransi kesehatan berdasarkan gaji pemilik BPJS. Melansir dari Okezone.com, Pegawai Negeri Sipil yang bekerja di lembaga pemerintahan, anggota TNI, Polri, pejabat negara, dan pegawai pemerintah nonPNS membayar sebesar 5% dari gaji setiap bulannya.

Institusi akan membayarkan 4% sedangkan sisanya akan ditanggung pekerja itu sendiri. Adapun iuran tambahan akan dikenakan untuk keluarga inti peserta BPJS Kesehatan, yakni suami/istri dan anak sebesar 1% dari gaji setiap bulan.

Rumah sakit yang akan mengikuti program KRIS harus memenuhi kriteria-kriteria yang diadaptasi dari Pedoman Teknis Bangunan Rumah Sakit-Ruang Rawat Inap, Permenkes Nomor 24 Tahun 2016 tentang Persyaratan Teknis Bangunan dan Prasarana Rumah Sakit.

Beberapa di antaranya adalah panggilan untuk tenaga kesehatan, suhu ruangan, pengadaan output oxygen, luas tempat tidur, jarak ideal antar tempat tidur, ventilasi, kepadatan ruang rawat, pencahayaan yang ideal, dan lainnya.

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

X

Tekan ESC untuk keluar