Internet dan Digital Sebagai Alat Pelestarian Budaya

Internet dan Digital Sebagai Alat Pelestarian Budaya, Foto: Foto Koleksi Pribadi


#DigitalBisa #UntukDaerahLebihBaik

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan melimpah dalam hal kebudayaan dan sumber daya alam. Kekayaan yang dimiliki Indonesia tersebut harus dapat terus dilestarikan agar tetap menjadi ciri khas bagi kearifan lokal di Indonesia. Untuk menjaga kelestarian tersebut terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi, salah satunya adalah globalisasi. Adanya globalisasi dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) membuat Indonesia memasuki ruang lingkup dunia. Terbukanya ruang lingkup dunia tersebut menyebabkan masyarakat dapat menerima kebudayaan-kebudayaan baru dan mulai melupakan kebudayaan sendiri.

Kekayaan kebudayan Indonesia dapat dilihat pada data dari Statistik Kebudayaan yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tahun 2021. Berdasarkan statistik tersebut Indonesia memiliki 439 museum, 20 taman budaya, 488 desa adat, 176 cagar budaya, dan 2.228 komunitas budaya. Angka yang sangat besar membuat masyarakat dan pemerintah harus dapat bekerja lebih ekstra untuk melestarikan kebudayaan. Globalisasi dan perkembangan TIK yang berpotensi melunturkan kebudayaan dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk terus melestarikan kebudayaan.

Globalisasi yang dapat membuka ruang lingkup dunia dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memasukkan atau mempromosikan kebudayaan-kebudayaan daerah untuk lebih dikenal secara global. Dengan bantuan TIK berupa internet dan teknologi digital, proses pengenalan budaya secara global dapat terwujud lebih mudah. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan platform media sosial. Masyarakat dapat menampilkan kebudayaan daerahnya dengan mengunggahnya di internet dan menyebarluaskannya secara global. Proses yang terbilang mudah tersebut dapat menjadi alat untuk terus melestarikan kebudayaan.

Permasalahannya adalah kini banyak masyarakat yang lebih tertarik dengan kebudayaan luar dan mulai melupakan kebudayaan sendiri. Masifnya informasi dari dunia internet dan digital membuat masyarakat kesulitan untuk menyaring hal-hal yang dapat melunturkan nilai kearifan lokal pada kebudayaannya. Masyarakat harus membekali dirinya dengan rasa cinta terhadap kebudayaan sendiri agar tidak terlarut dalam suatu kebudayaan baru. Kebudayaan merupakan produk leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

Hadirnya internet dan dunia digital merupakan suatu hal yang dapat berdampak positif pada masyarakat. Masyarakat dapat mengakses informasi dan mempelajari hal-hal baru yang ada di daerah lain. Dengan begitu pengetahuan dan wawasan masyarakat dapat terus bertambah. Dampak positif tersebut harus disikapi dengan baik oleh masyarakat. Kekayaan kebudayaan yang dimiliki dapat menjadi satu komoditas untuk memperkenalkan wajah Indonesia kepada dunia. Hal tersebut dapat terwujud dengan memanfaatkan teknologi internet dan digital.

Pelestarian budaya dalam dunia digital dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai salah satu daya tarik wisatawan mancanegara agar mengunjungi Indonesia. Masyarakat dapat menampilkan kebudayaan dalam bentuk seni budaya, seperti tari adat, upacara adat, lagu daerah, dan masih banyak yang lainnya. Kekayaan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai salah satu komoditas destinasi wisata, yaitu wisata budaya. Adanya teknologi digital dapat membuat masyarakat dapat menampilkan kebudayaannya secara lebih luas dan praktis. Dengan memanfaatkan wawasan dan pengetahuan yang diperoleh dari internet masyarakat dapat mengemas kebudayaannya dengan lebih kreatif. Hal tersebut dapat membuat masyarakat, khususnya generasi muda lebih tertarik untuk terus melestarikan budaya dan memperkenalkannya secara global.

Pemanfaatan teknolgi digital dapat bermanfaat secara sekaligus bagi pelestarian budaya dan mengembangkan wisata budaya. Kelestarian budaya yang terjaga dapat memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat apabila dimanfaatkan menjadi suatu wisata kebudayaan. Kini mulai banyak bermunculan desa-desa wisata yang menawarkan wisata kebudayaan. Adanya nilai ekonomi tersebut juga membuat masyarakat agar lebih tertarik untuk terus menjaga dan melestarikan kebudayaan.

Terciptanya wisata-wisata kebudayaan tersebut juga menghadirkan tantangan bagi masyarakat. Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegera dapat membawa suatu pengaruh budaya baru bagi masyarakat setempat. Masyarakat harus tetap membekali dirinya dengan rasa cinta terhadap kebudayaannya sendiri. Kebudayaan bukan hanya sebuah komoditas yang dapat menghadirkan keuntungan, tetapi lebih dari itu, kebudayaan adalah warisan leluhur yang memiliki nilai kearifan lokal yang tidak dimiliki oleh daerah lain.

Perkembangan teknologi digital dan internet dapat memberikan dampak positif dan negatif pada setiap kebudayaan. Masyarakat sendiri yang menentukan akan digunakan untuk apa perkembangan teknologi tersebut. Masyarakat harus dapat membentengi dirinya agar tidak terlarut dalam kebudayaan lain, sehingga melupakan kebudayannya sendiri. Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan secara optimal.

Daftar Pustaka

Hadi, D.W., Dananto, W. A., Sambodo, N, Mas’ad. (2021). Statistik Kebudayaan 2021. Tangerang Selatan. Pusat Data dan Teknologi Informasi Sekretariat Jenderal Kemendikbud.

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar