Iklim Startup sebagai Katalis Pertumbuhan Pembayaran Digital

Startup (Sumber: www.itpro.co.uk)


#DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

Perkembangan teknologi informasi memang begitu menakjubkan. Dahulu sebelum marak penggunaan video conference, masyarakat terbiasa menggunakan pertemuan langsung, sehingga istilah “meeting” sering sekali terdengar di dunia perkantoran, atau kata silaturrahmi yang biasa digunakan oleh masyarakat umum. Namun sekarang, istilah-istilah tersebut beberapa sudah bergeser menjadi vidcon, ngezoom, dan sebagainya. Jelas teknologi informasi telah banyak mengubah cara berkomunikasi manusia.

Selain mengubah cara berkomunikasi, teknologi salah satunya juga mengubah cara bertransaksi kita. Dahulu kita selalu membawa uang kertas kemana-mana, atau bahkan uang receh/koin, sampai-sampai dompet kita menjadi tebal sekali. Tetapi kalau di zaman sekarang, rasa-rasanya kebiasaan itu telah banyak terkikis dengan perkembangan teknologi digital.

Mengapa begitu? Hal ini terjadi karena dikatalisasi oleh perkembangan teknologi yang salah satunya memungkinkan bentuk otomasi dalam pembayaran transaksi, menggantikan bentuk manual dengan uang kertas/ receh.

Pada prosesnya, model baru cara pembayaran transaksi ini menjadi semakin populer di kalangan masyarakat seiring dengan bertumbuhnya startup-startup di berbagai bidang.

Misalnya di bidang e-commerce kita mengenal ada startup Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Blibli, dan sebagainya. Di bidang transportasi kita tahu terdapat Gojek dan Grab. Di bidang perjalanan dan akomodasi kita familiar dengan Traveloka, Pegipegi, Tiket.com, Redbus dan sebagainya. Di bidang edukasi kita juga pasti mengenal Ruangguru. Sedangkan di bidang kesehatan terdapat misalnya Halodoc dan Klikdokter. Di bidang keuangan ada Linkaja, Ovo, Dana, dan sebagainya. Serta di bidang pertanian kita mengenal Tanihub dan di bidang asuransi ada startup Qoala dan Lifepal, di samping bidang-bidang lainnya yang mungkin saja akan bermunculan di masa depan.

Dengan bantuan teknologi informasi, startup-startup ini umumnya menggunakan otomasi/ non tunai dalam transaksi pembayarannya. Bahkan tidak hanya pembayaran, berbagai transaksi keuangan lainnya seperti perolehan pendapatan atau pengembalian dana-pun juga dapat dilakukan dengan praktis, mudah, dan efektif dengan otomasi.

Misalnya kita ambil contoh Startup bidang e-commerce berlabel unicorn Indonesia, yakni Tokopedia, dalam pembayaran transaksi suatu pembelian diberikan opsi melalui: pembayaran di tokopedia, debit instan, kartu kredit, transfer virtual account, pembayaran instan, paylater & cicilan, serta tunai melalui kurir dan tunai di gerai retail.

Alternatif Pembayaran Transaksi di Tokopedia 1 (Sumber: Akun Tokopedia)

Alternatif Pembayaran Transaksi di Tokopedia 1 (Sumber: akun Tokopedia pribadi)

Alternatif Pembayaran Transaksi di Tokopedia 2 (Sumber: Akun Tokopedia)

Alternatif Pembayaran Transaksi di Tokopedia 2 (Sumber: akun Tokopedia pribadi)

Kita melihat hampir kesemua opsi pembayaran pembelian barang di Tokopedia tersebut menggunakan otomasi teknologi keuangan. Meskipun memang opsi pembayaran manual masih disediakan berupa COD/ Cash on Delivery/ Bayar di Tempat kepada kurir pengantar barang maupun tunai melalui gerai yang bekerjasama. Begitu juga pihak penjual, dia dapat memperoleh pembayaran melalui opsi otomasi yang dapat dipilih, baik secara langsung dipindah ke rekening bank pribadinya, aplikasi keuangan, maupun diendapkan di akun Tokopedia-nya.

Begitu juga apabila kita ambil contoh Startup bidang perjalanan dan akomodasi yang juga berlabel unicorn Indonesia, yakni Traveloka berikut:

Alternatif Pembayaran Transaksi di Traveloka (Sumber: akun Traveloka pribadi)

Kita melihat, pada Traveloka umumnya pembayaran atas suatu transaksi pembelian tiket atau akomodasi juga dilakukan secara otomasi melalui: travelokapay, debit instan, kartu kredit/ debit, transfer bank, dan internet banking. Tetapi juga masih disediakan pembayaran manual melalui gerai minimarket yang bekerjasama.

Selain kedua contoh startup tersebut, apabila kita lebih jauh memperhatikan startup-startup lainnya, kita akan menemukan betapa otomasi transaksi melalui teknologi informasi akan lebih dominan dibanding transaksi manual. Dari hal ini kita dapat menyimpulkan bahwa keberadaan dan semakin bertambahnya jumlah startup di Indonesia, akan menjadi kunci terbangunnya tren pembayaran digital oleh masyarakat. 

Pada akhirnya, apabila dahulu kita gelagapan jika terlupa membawa dompet, saat ini justru menjadi lebih gelagapan lagi apabila tidak membawa handphone/ perangkat digital, karena fungsi dompet sebagai penjamin transaksi dengan uang manual telah banyak tergantikan oleh keberadaan handphone sebagai penjamin transaksi dengan uang digital. Oleh sebab itu, keamanan akun keuangan digital kita saat ini menjadi hal yang sangat penting untuk kita waspadai. 

 

Referensi:

Kurnia, Riza Dian. 2021. Daftar Perusahaan Startup di Indonesia dari Berbagai Bidang. Qoala. https://www.qoala.app/id/blog/bisnis/perusahaan-startup-di-indonesia/

Tokopedia.com

Traveloka.com

 

 

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar