Harmonisasi Pola Hidup Masyarakat dengan Objek Digitalisasi

Seseorang menggunakan gawai (Image by Free-Photos from Pixabay)


#WritingCompetitionDigitalBisa #DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

Digitalisasi dalam keseharian manusia hampir tidak bisa dipisahkan. Kini, orang bekerja, sekolah, berbelanja, hingga menggunakan transportasi membutuhkan akses internet sebagai dasar pelaksanaannya.

Digitalisasi bermakna proses pemberian atau pemakaian sistem digital. Artinya, dalam setiap lini kehidupan tidak terlepas dari aspek digital. Itulah yang menjadi fenomena masyarakat Indonesia bahkan dunia saat ini.

Pemanfaatan internet sebagai akses dasar digital membuktikan adanya kemajuan multisektor. Kemajuan yang dirasakan sebagian besar masyarakat ialah kemudahan dalam layanan publik, pelaksanaan tata kelola pekerjaan, bahkan aktivitas yang bersifat individual.

Akselerasi digital telah menggeser pola hidup masyarakat dari tradisional ke arah modern-transformasional. Sebagai contoh, di masa pandemi seperti sekarang, masyarakat bisa mendaftar vaksinasi melalui berbagai kanal digital berdasarkan wilayah regional. Dengan akses tersebut, penyebarluasan vaksin akan lebih efektif di berbagai daerah.

Pelaksanaan tata kelola publik pun semakin efektif dan efisien dengan mengadopsi sistem digital. Seperti perekaman KTP elektronik, pembukaan rekening bank, pembayaran pajak, dan lain-lain.

Beragam metode digitalisasi itu berdampak positif terhadap kemahiran berkomunikasi masyarakat. Jika dahulu masyarakat hanya mengenal ponsel pintar sebagai penghubung suara dan video, kini bisa juga untuk rapat, membuat konten digital, berniaga, bahkan alat panduan medis. Lewat aplikasi yang tersedia, masyarakat bebas merasakan kegunaannya.

Segenap fungsi profesional di atas membuktikan bahwa dunia telah bertransformasi menjadi serba digital. Dampak industri digital terasa erat seperti dikemukakan Daeng (2008: 73), “Pelbagai peralatan canggih bagian tak terpisahkan, bahkan sangat menentukan atau memaksa kita mengatur pola hidup sesuai dengan kehadirannya, kebiasaan, makanan, pakaian, pikiran, dan lain sebagainya”.

Kebiasaan masyarakat mengonsumsi akses digital ditopang secara didaktis oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui Gerakan Nasional Literasi Digital. Gerakan ini bertujuan mendidik masyarakat untuk mengerti penggunaan wadah digital. Lewat rangkaian acara yang panjang, gerakan ini hadir di seluruh pelosok Nusantara agar warga negara kita memperoleh kesamaan pemahaman digital.

Salah satu pilar utama gerakan nasional literasi digital adalah literasi budaya digital (digital ethic). Konsep ini dicanangkan agar masyarakat bisa mendampingi budaya digital secara bijaksana, objektif, dan selektif.

Dari laman kominfo.go.id, disebutkan bahwa Sekjen APJII Henri Kasyfi Soemartono menjelaskan hasil utama dari survei Pengguna Internet Indonesia 2019-2020. Yakni saat ini penetrasi pengguna internet Indonesia berjumlah 73,7 persen, naik dari 64,8 persen dari tahun 2018. Angka positif untuk kemajuan digitalisasi dalam pola kehidupan masyarakat.

Menciptakan Masyarakat Digital yang Literat Lewat Produk Digital

Pada dekade lalu barangkali masyarakat kita belum berkonsentrasi pada mekanisme digitalisasi. Akan tetapi, seiring kemajuan teknologi, kini masyarakat terbilang akrab berdampingan dengan akses digital.

Beberapa kemajuan yang signifikan dirasakan oleh sektor Pendidikan. Kehadiran aplikasi belajar mengakselerasikan proses transfer ilmu pengetahuan menjadi lebih cepat. Dunia pendidikan tidak lagi terkurung oleh sarana yang minim, akan tetapi, jendela ilmu pengetahuan bisa diperoleh lewat genggaman.

Telkom sebagai Badan yang menaungi telekomunikasi telah memberikan sumbangsih terbesar akselerasi digital. Dari laman instagram @telkomindonesia, kita mengetahui lima produk digital Telkom yang dikemas untuk menunjang kebutuhan masyarakat menghadapi era baru. Lima produk digital tersebut yakni Sakoo, Alodokter, MaxStream, CloudX, dan LinkAja. Hadirnya produk digital diharapkan membantu percepatan literasi digital masyarakat lewat kegunaan dan manfaat di dalam platform tersebut.

Alodokter sebagai aplikasi penunjang kesehatan masyarakat
Unggahan instagram @telkomindonesia berisi produk digital Telkom

 

Menilik lebih ke akar rumput, Telkom juga memfasilitasi bidang pertanian. Terdapat tiga start up yang hadir mendampingi gerak pertumbuhan hasil tani di bumi pertiwi di antaranya BIOPS Agritekno, Habibi Garden, serta Panenmart. Ketiganya punya visi yang sama yaitu meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia.

Produk digital berbasis kebutuhan masyarakat itu penting untuk dipahami sebagai bagian tak terpisahkan dari keseharian. Revolusi industri 5.0 digadang-gadang akan tercipta dalam waktu dekat. Oleh karena itu, melek digital adalah kunci menciptakan peradaban digital yang harmonis.

Referensi:

Daeng, Hans J. (2008). Manusia, Kebudayaan dan Lingkungan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (kominfo.go.id)

Laman instagram @telkomindonesia

Komentar (2)

  • J

    Jaya

    01 Agu 2021 18.22 WIB

    Mantappp, jadi ilmu baru buat bahan mempelajari dan membiasakan diri dengan era digitalisasi

    Hapus
  • JM

    Janu M

    03 Agu 2021 12.33 WIB

    Tetap produktif .. artikel yang bermanfaat

    Hapus

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar