Enam Faktor Kunci dalam Membangun Startup

Ide-ide hebat dibutuhkan dalam merintis usaha. Foto: Mika Baumeister/Unsplash.


#DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

Membangun perusahaan rintisan (startup) dan kemudian mendulang sukses butuh kerja keras, perencanaan yang matang dan juga kesabaran. Untuk bisa menjadi sukses tentu saja tidak segampang membalikkan tangan. Perlu waktu dan proses. Bahkan dalam perjalanan menuju sukses itu mungkin pula harus dilakoni dengan jatuh-bangun.

Menurut Larry Broughton, pengusaha, mentor bisnis dan juga penulis buku bertajuk Introduction to Business Ownership (2013), untuk menjelma menjadi sebuah perusahaan rintisan terkemuka bukan sebatas cukup mengandalkan produk atau layanan yang dianggap prima semata, tetapi juga harus ditopang oleh adanya staff yang andal dan berwawasan, yang memiliki komitmen penuh terhadap kesuksesan perusahaan. Selain itu, menurutnya, perusahaan juga membutuhkan fasilitas yang mumpuni yang dibarengi dengan sumber pendanaan yang memadai, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Secara lebih rinci, Larry Broughton menyebut sekurangnya ada enam faktor yang dapat menjadi kunci bagi kesuksesan sebuah perusahaan rintisan. Apa saja faktor-faktor itu?

1. Mulailah dengan ide hebat
Langkah pertama dalam memulai bisnis adalah mengidentifikasi masalah dan solusi. Ini karena perusahaan rintisan yang sukses rata-rata berawal dari ide-ide bisnis yang memenuhi kebutuhan sekelompok pelanggan. Tetapi, ide tidak selalu harus yang baru. Kita dapat memperbarui produk atau layanan yang telah ada dengan cara yang lebih baik bagi konsumen. Misalnya, dengan mengubah tampilan produk, menambahkan fitur baru maupun menemukan kegunaan baru atas produk yang sebelumnya sudah disukai pelanggan.

Contoh konkretnya, antara lain ketika Apple memulai dengan ide asli Steve Jobs untuk produk komputer, dan sejak itu menciptakan versi-versi yang disempurnakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Mereka juga terus mengembangkan produk baru seperti iPhone dan iPad, menjadikannya lebih berguna di setiap pembaruan. 

2. Buat rencana bisnis
Setelah memiliki ide, kita perlu memulai membangun rencana bisnis yang menjelaskan produk dan layanan secara mendetil. Ini harus mencakup informasi tentang sektor usaha yang kita jalankan, keuangan dan analisis pasar.
 
Menyusun rencana bisnis juga penting untuk mendapatkan pembiayaan untuk pengembangan perusahaan rintisan. Bank lebih cenderung memberikan pinjaman kepada perusahaan yang dapat dengan rinci menjelaskan bagaimana mereka akan menggunakan uang itu dan mengapa mereka membutuhkannya. 

 3. Pendanaan yang aman
Biaya bagi setiap perusahaan rintisan bervariasi. Namun, berapa pun biaya yang diperlukan, kita mungkin perlu mendapatkan pembiayaan awal. Dana bisa diperoleh dari 
teman dan keluarga, investor, modal ventura atau pinjaman bank.

4. Hadirkan orang-orang yang tepat
Ada banyak risiko dalam memulai bisnis. Itulah mengapa kita membutuhkan penasihat bisnis dan pihak-pihak lain untuk membantu dan bekerjasama dengan kita. Orang-orang tepat yang kita butuhkan itu di antaranya saja adalah pengacara, akuntan publik, bankir, hingga karyawan awal.

5. Mengikuti langkah legal
Membuka perusahaan rintisan adalah hal yang sangat menyenangkan. Namun, sebelum perusahaan kita benar-benar terwujud dan ikut dalam persaingan pasar, pastikan bahwa segala prosedur untuk mewujudkan perusahaan rintisan mengikuti langkah-langkah hukum yang berlaku. Di mulai dengan mengajukan izin usaha, mendaftarkan nama perusahaan, mendapatkan NPWP, mengajukan merek dagang, membuat rekening bank, hingga ke menyusun kontrak kerjasama dengan klien dan pihak-pihak yang akan diajak untuk bekerjasama.

 6. Menetapkan lokasi (fisik dan virtual)
Untuk lokasi fisik, perlu dipertimbangkan masak-masak apakah cukup dengan jalan menyewa tempat atau membeli properti untuk lokasi kantor perusahaan. Menyewa mungkin saja awalnya lebih irit. Tapi, bisa saja biaya sewa yang asalnya murah, dari tahun ke tahun, terus merambat naik. Adapun jika memiliki properti sendiri, bisa saja sebagian ruangan, jika memang bangunannya cukup luas, dikontrak-sewakan kepada pihak lain.

Kehadiran fisik perlu dibarengi pula dengan kehadiran virtual. Di era digital sekarang ini, keberadaan perusahaan secara online adalah keniscayaan. Kenapa? Karena konsumen semakin banyak melakukan transaksi online dan menggunakan Google untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang berbagai produk dan layanan, sebelum mereka membuat keputusan. 

Nah, Sobat Digital, itulah enam hal yang direkomendasikan Larry Broughton, yang disebutnya sebagai kunci dalam membangun sebuah perusahaan rintisan.

Semoga bermanfaat.*** 

 

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar