Ekonomi Digital Indonesia: Sebuah Potensi Besar Penetrasi Teknologi dalam Akselerasi Kemajuan Perekonomian

Ekonomi Digital Indonesia: Sebuah Potensi Besar Penetrasi Teknologi dalam Kemajuan Perekonomian, Photo Retrieved from Pinterest


 

#WritingCompetitionDigitalBisa #DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

 

Fenomena transformasi budaya manual menuju akses digital kini kian meruak. Ketertarikan publik, khususnya masyarakat dunia internasional, pada pemasaran digital sudah mulai terlihat sejak tahun 1990, bersamaan dengan hal tersebut juga, ekonomi digital memberikan model dan strategi baru kepada pelaku bisnis untuk dapat mengoperasikan pemasaran bisnisnya melalui pasar digital (Illing dan Peitz, 2005). Tak hanya itu, ekonomi digital juga sebagai solusi ekonomi kreatif dalam mengurangi laju pertumbuhan angka pengangguran dengan terbukanya lapangan pekerjaan baru yang berdampak pada pengurangan kemiskinan. Hal ini juga menjadi isu hangat dalam sistem ekonomi Indonesia. Pasalnya, aktualisasi pencapaian ekonomi digital di Indonesia untuk kurun waktu terakhir sedang berada di fase disrupsi yang terus meningkat, sehingga menimbulkan perubahan-perubahan besar yang berdampak di bidang ekonomi. Menilik semakin menguatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern menuju Society 5.0, digitalisasi sektor ekonomi memiliki peranan yang penting dalam andilnya memajukan perekonomian negara.

Dilansir dari laman aptika.kominfo.go.id milik Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Aptika Kominfo RI), Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) berdasarkan data tahun 2020 menyebutkan bahwa saat ini sektor komunikasi dan informatika menyumbang sebesar 4,25% terhadap besaran angka Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita dalam total besaran jumlah Pendapatan Nasional. Kendati masih berada dalam angka yang relatif kecil, para pakar menyebutkan bahwa industri ekonomi digital Indonesia pada tahun 2030 dapat diperkiraan berpotensi mencapai hingga Rp4.531 triliun atau setara kurang lebih 17-18% penyumbang PDB Indonesia melihat laju percepatan pertumbuhan ekonomi digital yang terus berkembang pesat di Indonesia, di antaranya sebagaimana dijelaskan oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Muhammad Lutfi (www.cnnindonesia.com, 2021). Berdasarkan hal tersebut, perealisasian digital ekonomi Indonesia pada tahun 2030 memungkinkan Indonesia berpeluang untuk melampaui negara-negara ASEAN lainnya.

Retrieved from Pinterest
Digital Market, Retrieved from Pinterest

Bicara mengenai potensi ekonomi digital Indonesia di masa mendatang, besarnya potensi tersebut diperkuat dengan besaran jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 271.349.889 jiwa berdasarkan Data Administrasi Kependudukan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Tahun 2020 (www.finance.detik.com, 2021), sehingga menjadi pertimbangan emas dalam target pasar sebagai peluang dalam menyokong kesuksesan strategi bisnis digital di Indonesia. Tak dapat dipungkiri bahwa peluang tersebut menjadi salah satu faktor adanya minat besar dari para investor untuk memberi suntikan dana bagi perusahaan-perusahaan rintisan (startup) Indonesia yang telah diketahui saat ini jumlahnya semakin merambat hingga di angka 2.236 hingga tercatat sebagai negara dengan jumlah startup terbanyak di dunia (www.suara.com, 2021). Jumlah ini begitu fantastis mengingat adanya capaian peningkatan yang signifikan antara total startup di Indonesia pada tahun 2020 dengan tahun 2021, bahkan sekiranya tidak menutup kemungkinan apabila Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu dari nominasi raksasa ekonomi digital Asia masa depan yang mana hal ini diisi oleh talenta-talenta bangsa.

Dalam menindaklanjuti agenda ekonomi digital Indonesia sebagai penetrasi teknologi dalam sektor ekonomi, diperlukannya beberapa pengkajian dan penggiatan secara terarah dan konsisten guna mengoptimalisasi potensi pasar digital sebagai penopang kemajuan perekonomian. Hal yang mendasar dalam proses perealisasian ini dapat ditinjau dari penyelarasan antara penguatan strategi dan penataan kebijakaan yang komprehensif sehubungan dengan semakin pesatnya percepatan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi digital di Indonesia secara simultan. Di antara upaya penguatan ekosistem digital yang masih menjadi catatan bersama, yaitu diperlukannya pengadaan program mitigasi risiko bagi konsumen digital dalam aspek perlindungan hukum dan data pribadi sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan di luar kapasitas kepentingan. Tak hanya itu, peningkatan infrastruktur melek digital ke berbagai pelosok tanah air dan penyeimbangan angka melek internet pada masyarakat dengan rentang usia produktif-akhir seiring semakin derasnya arus informasi dan teknologi juga menjadi hal penting dalam upaya pemerataan pembangunan.

Secara aspek keilmuan, di era semakin menggiatnya digitalisasi pada segala bidang dewasa ini, sumber daya yang berkompeten dalam kemampuan pengoperasian kecerdasan buatan (artificial intelligence) di lingkup machine learning dan pemrograman komputer dipercaya dapat menghasilkan output yang baik dalam mendukung tercapainya taksiran pendapatan ekonomi digital Indonesia tahun 2030. Menyinggung keterkaitan hal tersebut dengan ketersediaan lapangan kerja sebagai upaya penekan angka pengangguran, dibutuhkan pendampingan evaluasi bagi generasi muda usia produktif-menengah untuk diregulasi dan difasilitasi dalam rangka perbaikan program pendidikan, khususnya dalam ranah program pendidikan vokasi, yang ditujukan sebagai sumber daya utama pengakselerasian dunia kerja. Berkesinambungan dengan hal ini, keterampilan dalam perencanaan strategi dan dasar-dasar pengembangan bisnis juga sebagai bekal strategis dalam relevansinya mengoptimalkan penyerapan sumber daya yang berkompeten menuju ekonomi digital Indonesia tahun 2030. Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan dunia digital dapat mendukung Indonesia yang lebih mandiri.

 

 

Daftar Referensi:

Agustini, P. (2020). Sektor Kominfo Beri Kontribusi 4,25 Persen untuk PDB Indonesia. Diakses pada 27 Juli 2021, diambil dari https://aptika.kominfo.go.id/2020/12/sektor-kominfo-beri-kontribusi-425-persen-untuk-pdb-indonesia/

CNN Indonesia. (2021). PDB Ekonomi Digital Berpotensi Tembus Rp4.531 T pada 2030. Diakses pada 27 Juli 2021, diambil dari https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210610200730-92-652898/pdb-ekonomi-digital-berpotensi-tembus-rp4531-t-pada-2030/amp

Illing, G. & Peitz, M. (2005). Understanding the Digital Economy: Facts and Theory Introduction. CESifo Economic Studies, 51(2-3), 187-188. Accessed on July, 29 2021, retrieved from Cambridge University Press.

Sugianto, D. (2021). Penasaran Berapa Jumlah Penduduk RI Sekarang? Ini Riciannya. Diakses pada 28 Juli 2021, diambil dari https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5343020/penasaran-berapa-jumlah-penduduk-ri-sekarang-ini-rinciannya

Rossa, V. & Bahtiar, A. R. (2021). Bikin Bangga, Jumlah Startup di Indonesia Kelima Terbanyak di Dunia. Diakses pada 28 Juli 2021, diambil dari https://www.google.co.id/amp/s/amp.suara.com/lifestyle/2021/05/24/063650/bikin-bangga-jumlah-startup-di-indonesia-kelima-terbanyak-di-dunia

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Dengan mengirimkan komentar, saya menyetujui peraturan berkomentar di #DigitalBisa

Tekan ESC untuk keluar