Pelita dan Gulita Pelosok Nusantara

Memori di Pelosok Riau, Foto: milik pribadi


#DigitalBisa #UntukDaerahLebihBaik

Masih pada ingat ga kalau di bulan maret 2020 adalah awal diberlakukannya karantina mandiri akibat masuknya Virus Corona di Indonesia? Dari yang awalnya hanya 14 hari ternyata malah bablas sampai di tahun 2021, semoga Covid-19 ini segera berakhir yah.

Anyway, ditengah pandemi Covid-19 berbagai aktivitas kegiatan manusia hampir seluruhnya telah dilakukan secara online, kemajuan dan perkembangan teknologi digital membawa manusia pada kemudahan sekaligus pada kesulitan. Sehingga, kesulitan yang dihadapi pada kondisi pandemi Covid-19 memaksa kita untuk tetap berjuang agar terhindar dari virus corona dan sekaligus beradaptasi pada cara hidup baru yang serba online.

Pendidikan menjadi salah satu aspek vital yang harus melakukan kegiatan proses belajar dan mengajar secara online di tengah pandemi selama hampir 2 tahun sejak Virus Corona masuk ke Indonesia. Kegiatan dalam proses pendidikan tersebut membutuhkan akses digital yang sesuai agar dapat berjalan dengan efektif dan efisien yakni dengan memenuhi kebutuhan gadget, kuota internet sampai pada kondisi jaringan yang lancar.

Kegiatan belajar daring telah saya jalani selama 4 semester sejak pandemi berlangsung, selama proses belajar daring, jaringan internet saya tidak ada yang mengganggu karena memang berada di wilayah perkotaan, kecuali harga kuota internet yang memang cukup mahal dan agak nya menjadi salah satu kendala dalam belajar daring di tengah pandemi ini. Namun, kendala yang saya hadapi tidak sebanding dengan apa yang di hadapi oleh adik-adik peserta didik sekolah dasar yang saya temui di salah satu pelosok desa yang berada di wilayah Provinsi Riau saat menjalankan program Kukerta/ KKN yang diselenggarakan perguruan tinggi tempat saya belajar.

Pemerataan pembangunan infrastruktur digital yang masih sangat minim menghambat proses belajar anak-anak yang berada di desa karena jaringan internet yang tidak dapat serta sangat sulit untuk di akses di masa pandemi untuk belajar dengan sistem daring/online.

Sumber Foto: Foto milik pribadi (Suasana belajar di salah satu desa pelosok wilayah Riau)

Gambar diatas merupakan salah satu kegiatan program kerja KKN yang saya lakukan di pelosok Riau yang belum tersentuh oleh perkembangan digital baik teknologi maupun sistem jaringan. Ketertinggalan perkembangan digital di desa tempat saya mengabdi selama KKN hanyalah salah satu pelosok dari sekian daerah di negeri ini yang belum bisa merasakan perkembangan dunia digital yang semakin maju. Untuk mencari informasi dan materi pembelajaran tim kami harus pergi ke desa yang memiliki jaringan internet  untuk di sampaikan kepada anak didik serta sekaligus untuk mengerjakan tugas kuliah selama KKN berlangsung.

Ditengah perkembangan industri 4.0 dan gencarnya digitalisasi di Indonesia, kami mengajar anak-anak di dalam posko dengan lesehan tanpa adanya meja maupun kursi sekaligus di tengah pandemi. Dengan kondisi yang memprihatinkan ini, bagaimana anak-anak dipelosok dapat mengenal dan menyentuh dunia digital apabila infrastruktur digital tidak masuk ke wilayah mereka? Bagaimana mereka dapat bertahan di masa depan dengan perkembangan digital yang tentunya akan semakin canggih tanpa menunggu generasi yang berada di pelosok Indonesia untuk siap beriringan mengikuti?

Anak-anak adalah sumber daya manusia yang harus dikembangkan dan di berdayakan dengan mendidik mereka agar dapat berilmu, berbudi pekerti, serta melek akan teknologi digital. Anak sebagai kekayaan sumber daya manusia yang besar mendatangkan kewajiban yang besar pula bagi orangtua, negara, dan bagi kita semua sebagai bangsa yang peduli dan bertanggung jawab terhadap generasi. Fasilitas digital menjadi salah satu kebutuhan yang harus segera dipenuhi dan dibenahi, digitalisasi tersebut dapat dilakukan oleh PT. Telkom selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terbesar yang merupakan penyedia jasa layanan teknologi informasi dan komunikasi hendaknya semakin lebih memperhatikan pemerataan pembangunan infrastruktur digital dengan berkolaborasi bersama pemerintah setempat di berbagai wilayah Indonesia untuk menciptakan digitalisasi yang merata hingga pelosok.

Komentar (2)

  • E

    ellen

    27 Okt 2021 10.30 WIB

    mantap

    Hapus
  • NA

    Nova A

    27 Okt 2021 11.28 WIB

    Untuk membangun negeri dibutuhkan kualitas SDM yang unggul pula, dan benar, anak-anak adalah SDM yang patut dikembangkan dan diberdayakan karena setiap individu unik dan berharga.

    Hapus

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar