Digitalisasi Bisnis Bahan Makanan, Solusi Bertahan di Tengah Pandemi

Pedagang Pasar | Sumber : https://ekbis.sindonews.com/read/486488/34/begini-cara-mencairkan-blt-umkm-tahap-3-ngalir-terus-hingga-september-1626610027/


#DigitalBisa #UntukDaerahLebihBaik

Pasar tradisional yang menjajakan bahan-bahan makanan umumnya menjadi pusat kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat secara luas. Bahan pangan seperti sembako : beras, gula, sayur dan buah, daging, minyak goreng dan lain-lain sudah barang tentu menjadi bahan-bahan makanan yang wajib dijajakan di pasar. 

Sama juga halnya seperti pasar tradisional, pasar modern juga menyediakan hal serupa. Bahan-bahan yang diperjualbelikan tetaplah sama. Yang membedakan hanyalah suasana dan kondisi pasar modern yang lebih bersih, terletak di dalam gedung, penyusunan barang-barang yang lebih rapi, berpenyejuk udara, memiliki sistem kasir tersendiri, dan masih banyak lagi perbedaan lain.

Sebelum masa pandemi Covid-19, orang-orang berbondong-bondong untuk pergi berbelanja bahan-bahan makanan langsung ke pasar. Tujuannya adalah agar mengetahui dengan lebih pasti tentang kualitas dan kuantitas bahan yang dibeli. Sehingga para pembeli yang melakukan transaksi dapat terpenuhi kebutuhannya.

Setelah Covid-19 melanda seluruh dunia termasuk Indonesia di dalamnya, banyak pedagang-pedagang pasar yang hampir gulung tikar. Hal ini tak lain karena daya beli masyarakat yang semakin menurun. Di samping itu, semua hal saat ini harus dilakukan dari rumah sesuai himbauan pemerintah. Bekerja, beribadah, bersekolah dan berkegiatan, semuanya harus berlangsung di dalam rumah. Pandemi telah membatasi ruang gerak semua manusia yang ada di dunia.

Kondisi inilah yang membuat akhirnya seluruh bisnis yang ada harus menyesuaikan diri dengan perubahan yang begitu cepat terjadi. Tak terkecuali juga bisnis bahan makanan yang notabene terdapat di pasar tradisional maupun modern.

Banyak masyarakat yang cenderung khawatir jika harus bepergian ke luar rumah. Dalam masa-masa sulit seperti sekarang, kesehatan tentu jadi prioritas dan barang mahal yang harus dijaga. Jika harus keluar rumah, opsi untuk menerapkan protokol kesehatan adalah jalan satu-satunya. Dan tentu saja hal tersebut akan membuat lelah pembeli karena harus mengaplikasikan pelindung diri secara lebih ketat atau ekstrem.

Oleh karena sempitnya pergerakan dan mobilitas banyak orang, maka bisnis bahan makanan yang ada di pasar tradisional maupun modern harus mampu mengaplikasikan digitalisasi dalam pelaksanaan bisnisnya. Sebab hanya dengan sistem seperti itulah, koneksi antara pedagang dan pembeli tak pernah putus.

Bagi pemain besar seperti pasar modern tentu bukanlah hal yang sulit untuk merancang sistem digitalisasi pengelolaan bisnis. Sebab pasar modern melalui pihak manajemennya dapat dengan mudah membangun digitalisasi bisnis.

Lain halnya dengan para pedagang kecil yang ada di pasar tradisional. Mereka dituntut melakukan hal yang serupa dan pada akhirnya jika sudah terlaksana dengan baik, digitalisasi akan mempermudah pekerjaan pedagang.

Sebagai contoh kecil saja, para pedagang kecil dapat membuat penawaran menarik secara online dengan menggunakan media sosial miliknya seperti misalnya Instagram, Facebook dan media sosial lainnya. Informasi bahan makanan, foto bahkan video bahan makanan dapat dengan cepat sampai ke calon pembeli. 

Para pedagang kecil tentunya akan semakin dekat dan secara lebih intensif lagi berkomunikasi dengan calon pembelinya. Hal ini tentu akan menciptakan hubungan yang semakin erat di antara kedua belah pihak.

Kalau sudah begini, pedagang kecil di pasar tradisional ataupun pedagang di pasar modern harus mampu mempertahankan kualitas produk yang dimilikinya baik itu kesegaran, kualitas bahkan pengemasan yang cukup menarik minat calon pembeli. Pesanan-pesanan yang masuk akan dicatat dan barang-barang kemudian dikirimkan menggunakan sistem delivery

Kalau sudah begini, para pedagang besar maupun kecil akan tetap mampu bertahan. Perubahan terjadi maka penyesuaian pun harus segera dilaksanakan.

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar