Digitalisasi Aksara Nusantara : Penggunaan Bahasa Sansekerta untuk Artificial Intelligence

Digitalisasi Aksara Nusantara, Foto : https://travel.okezone.com/read/2018/08/24/406/1941109/menelusuri-situs-astana-gede-lokasi-prasasti-tapak-kaki-d


#DigitalBisa #UntukDaerahLebihBaik

Bahasa sansekerta merupakan bahasa kuno Asia Selatan yang merupakan cabang Indo-Arya dari rumpun bahasa Indo-Eropa. Bahasa ini berkembang di Asia Selatan setelah nenek moyangnya mengalami difusi trans-budaya di wilayah barat laut Asia Selatan pada Zaman Perunggu.

Bahasa sansekerta menjadi pusat perhatian ketika seorang ilmuwan bernama Rick Briggs menerbitkan artikelnya yang berjudul “Ilmu Weda-Representasi Pengetahuan dalam Sansekerta dan Kecerdasan Buatan” pada tahun 1985.

Bahasa sansekerta adalah bahasa dengan sejarah 3500 tahun. Artificial intelligence adalah teknologi terbaru, setiap perusahaan mengeksplorasi produk AI untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. Lalu mungkinkah meggabungkan bahasa kuno yang kaya akan sejarah intelektual dengan teknologi artificial intelligence yang dapat mengubah tatanan dunia?

Mengapa bahasa Sansekerta dianggap cocok untuk Artificial Intelligence?

Ahli tata bahasa India Panini dari abad ke-4 SM telah menulis tata bahasa sansekerta. Dia menciptakan 3,959 aturan tata bahasa Sansekerta. Aturan-aturan ini dibagi menjadi delapan bab, dan disebut sebagai Ashtadhyayi. Itu adalah pencapaian paling intelektual dari peradaban kuno manapun. Itu adalah tata bahasa paling rinci dan ilmiah yang disusun di bagian manapun di dunia sebelum abad ke-19.

Bahasa sansekerta adalah bahasa dengan gramatikal yang kaya. Rick Briggs sendiri memuji struktur tata bahasa Sansekerta yang mendetail dan ilmiah, yang membuatnya cocok untuk teknologi AI. Mengapa bahasa sansekerta dianggap cocok untuk teknologi Artificial Intelligence? Agar komputer dapat memahami bahasa manusia, diperlukan representasi yang tidak ambigu. Artinya jika satu kata dalam bahasa natural memiliki beberapa arti, maka menjadi tidak praktis. Dalam kasus seperti itu, mesin dengan kecerdasan buatan tidak akan memahaminya. Bahasa sansekerta bisa digunakan untuk menciptakan bahasa tingkat tinggi yang efisien dan sistematis, karena bahasa ini kaya akan gramatikal dan menyerupai bahasa sehingga bisa menjadi jembatan instruksi manusia dengan mesin.

Rick Briggs juga menyarankan bahwa bahasa sansekerta, suatu bentuk komunikasi kuno, adalah bahasa yang dituturkan secara alami dengan mekanika dan aturan tata bahasa yang memungkinkan kecerdasan buatan untuk menafsirkan kalimat dengan lebih akurat selama analisis linguistik. Analisis linguistik yang lebih akurat akan menghasilkan kecerdasan buatan yang mampu merespons lebih akurat.

Namun sayangnya, potensi kekayaan alami yang terkandung dalam budaya aksara dan bahasa nusantara tidak terpelihara dengan baik dan dimanfaatkan semaksimal mungkin di Indonesia. Banyak orang Indonesia tidak tahu tentang peradabannya sendiri. Beberapa pihak memulai upaya-upaya pelestarian aksara nusantara dengan memanfaatkan digitalisasi dan teknologi, salah satunya ialah PANDI melalui program Merajut Indonesia yang resmi diluncurkan pada 2 September 2021.

Upaya pengelola nama domain internet indonesia (PANDI) dalam mendigitalisasikan aksara Nusantara ke dalam format internationalize domain name (IDN) yang bisa diakses dan dipergunakan di internet mendapat apresiasi dan dukungan dari berbagai pihak. Yudho Giri sucahyo, ketua pandi mengatakan bahwa keberadaan IDN di era digitalisasi saat ini dirasa penting, mengingat pertumbuhan pengguna internet terbiasa memakai huruf latin untuk menulis ataupun mengetik. Bukan tidak mungkin, ke depan aksara daerah di Indonesia akan punah.

Karena bahasa utama di Indonesia menggunakan tulisan latin, bahasa atau tulisan asli ibu yang menjadi warisan nusantara semakin pudar dan lama-kelamaan akan menghilang karena semakin jarang digunakan dan tidak dilestarikan. IDN merupakan nama domain untuk bahasa lokal atau aksara tiap daerah atau negara. Nama domain IDN bersifat khusus, karena tidak menggunakan huruf latin dengan karakter selain a sampai z atau 0, 1 sampai 9 dan “-“ yang merupakan kode dari American Standard for Information Interchange (ASCII).

ASCII merupakan standar pengkodean karakter untuk alat komunikasi. Kode ASCII mewakili teks dalam komputer, peralatan telekomunikasi, dan perangkat lainnya, singkatnya berupa huruf dan angka yang biasa dipergunakan sehari-hari. Kebanyakan skema pengkodean karakter modern didasarkan pada ASCII, meskipun mereka mendukung banyak karakter tambahan.

Faktanya, saat ini internet diakses oleh lebih banyak orang yang tidak menggunakan bahasa dan skrip Latin, ketimbang aksara daerahnya. Artinya mereka sulit mengenali karakter ASCII dan mereproduksinya pada keyboard atau menggunakan perangkat lunak untuk masuk ke alamat situs web di browser. Berdasarkan hal di atas, ketua Pandi Yudho Giri Sucahyo berpendapat bahwa ia merasa perlu membuat sebuah wadah, agar bahasa ibu bisa terus dituturkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

PANDI berkomitmen penuh pada pelestarian aksara nusantara, PANDI membuat program khusus bertajuk Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara. Dari program tersebut diharapkan bisa melestarikan aksara Nusantara yang sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat sekarang ungkapnya. Program ini mendapat dukungan penuh dari UNESCO dalam kaitannya terhadap pelestarian budaya. Momen ini juga dirasa tepat sebagai indikator peluncuran program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara sekaligus inisiasi bersama antara PANDI dan UNESCO perihal kerjasama.

Seperti diketahui PANDI sudah menggalakkan berbagai upaya digitalisasi aksara nusantara, dibantu oleh beberapa komunitas pegiat aksara, lembaga akademis dan non akademis juga lembaga pemerintahan. Kegiatan lain yang diadakan oleh PANDI antara lain lomba membuat webiste dengan konten aksara daerah yang sudah berjalan di beberapa daerah seperti Jawa, Sunda, Bali dan Makassar. Selain itu PANDI juga telah menyiapkan website www.merajutindonesia.id yang menyajikan konten seputar aksara nusantara mulai dari sejarah, proses digitalisasi hingga font aksara nusantara.

Ref : https://tekno.tempo.co/read/1413378/pandi-luncurkan-program-merajut-indonesia-melalui-digitalisasi-aksara-nusantara/full&view=ok

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar