Dewi Tinalah, Pilihan Liburan Masa Kini di Era Digitalisasi

Paket Camping/ Source: www.dewitinalah.com


#DigitalBisa #UntukDaerahLebihBaik

Di era pandemi saat ini penat masih sering kumat? bisa jadi Anda sedang butuh liburan. Hentikan pekerjaan sebentar, tinggalkan suasana kantor, mari liburan untuk menyegarkan kembali dengan suasana baru. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekaf) telah mengumumkan pembukaan beberapa tempat wisata di berbagai daerah. Oleh karena itu, tunggu apa lagi mari rencanakan liburan akhir tahun ini.

Sama halnya seperti makan dan minum, setiap orang juga butuh berlibur. Baik dari pelajar, mahasiswa, guru, pekerja lepas, pekerja kantoran, dan apapun profesinya pasti membutuhkan liburan untuk menyegarkan kembali otak dan otot yang menegang. Apalagi untuk generasi milenial, biasanya menempatkan wish list kegiatan liburan pada urutan atas. Jika masih belum punya rencana liburan, penulis sarankan untuk berlibur ke desa wisata. Kenapa? Karena wisata alam, sejarah, dan budaya serta hal-hal unik lainnya bisa dipelajari dari sana. Kalau tidak percaya, coba berlibur di Desa Wisata Tinalah, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.

Kenapa Desa Wisata Tinalah?

Desa Wisata Tinalah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Dewi Tinalah merupakan salah satu desa wisata yang terletak di kawasan Pegunungan Menoreh dan Sungai Tinalah dengan keindahan alam dan nilai-nilai budaya yang masih melekat. Ada beberapa alasan kenapa Anda harus liburan kesana. Pertama, ketika pandemi belum berakhir tentunya sebagai smart people harus memilih tempat wisata yang aman dari virus dan memenuhi kriteria seperti sudah tersertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability). Selain itu, memastikan petugasnya sudah menjalankan vaksinasi untuk meminimalisir penyebaran virus. Melalui SE Nomor 556/1373 tentang Pembukaan Destinasi Wisata di Kabupaten Kulon Progo Desa Wisata Tinalah merupakan salah satu destinasi wisata yang berada dalam masa uji coba operasional dan dapat dikunjungi wisatawan dengan mematuhi ketentuan dan protokol kesehatan.

Kedua, lokasi strategis. Untuk menuju Dewi Tinalah hanya menempuh jarak 41 km dari New Yogyakarta International Airtport (NYIA), 26 km dari Stasiun Yogyakarta, dan 26 km dari Stasiun Wates. Meskipun terletak di daerah pegunungan, aksesibiltas menuju ke lokasi cukup mudah karena kondisi jalan yang sudah mulus dan dapat ditempuh dengan segala jenis kendaraan pribadi seperti mobil, motor, dan bus.

Ketiga, Penghargaan. Bukan hanya desa wisata biasa, Dewi Tinalah merupakan salah satu dari 50 desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf. Anugerah ini menjadi gambaran dari inovasi, adaptasi dan hasil kerja atau peran serta dari pengelola dan masyarakat Dewi Tinalah.

Keempat, Digitalisasi. Pemanfaatan tekonologi digital sekarang ini acapkali menjadi solusi atas berbagai permasalahan pariwisata. Saat pandemi Covid-19, Dewi Tinalah telah bertranformasi digital mengikuti perubahan zaman yang begitu cepat. Digitalisasi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke Dewi Tinalah sehingga mendapatkan informasi lengkap tentang paket wisata tanpa harus datang terlebih dahulu ke lokasi untuk melakukan berbagai aktivitas. Begitu pula dalam bertransaksi, petugas sudah menyediakan QRIS (QR Code Indonesian Standard). Cukup unduh dan buka aplikasi pembayaran seperti OVO, Dana, LinkAja, mobile banking, pindai (scan) QR Code-nya, ketik nominalnya, transaksi selesai dalam hitungan detik. Pada tataran pragmatis, tentunya ini memudahkan dalam bertransaksi di tempat wisata secara nontunai.

Nah, sekarang yang menjadi pertanyaan adalah tempat mana saja yang cocok untuk di kunjungi ketika berlibur kesana? Kalau penulis boleh saran, tentunya Anda wajib mengunjungi semua tempat. Desa yang baru saja menyabet Juara 2 Gelar Ekonomi Kreatif Desa Wisata Kulon Progo 2021 ini menyuguhkan berbagai wisata budaya, alam, dan kuliner dapat dinikmati oleh wisatawan.

Paket Wisata Lengkap dan Murah

Camping di Dewi Tinalah
Paket Camping Jogja di Dewi Tinalah, Foto: dewitinalah.com

Masih bingung mau kemana dan melakukan aktivitas apa? Tenang saja Dewi Tinalah sudah menyediakan beragam paket wisata yang lengkap dan murah untuk perorangan maupun rombongan. Pertama, paket Camping Jogja. Paket ini cocok untuk kegiatan persami, makrab, pramuka, dan lain-lain. Dengan membayar mulai dari Rp. 30.000,- an saja peserta mendapatkan fasilitas yang lengkap serta asuransi. Kedua, paket Outbound Jogja juga sangat cocok untuk kegiatan rombongan seperti perusahaan, instansi pemerintah, ataupun perguruan tinggi. Dengan harga Rp. 100.000,- setiap peserta sudah mendapatkan beragam permainan, makan, dan pemandu yang handal.

Bermain Air di Sungai Tinalah
Bermain Air di Dewi Tinalah, Foto: dewitinalah.com

Ketiga, paket jelajah alam dan napak tilas sejarah. Wisatawan dapat menikmati keindahan alam Pegunungan Menoreh dan Sungai Tinalah. Selain itu, wisatawan dapat napak tilas sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro. Keempat, Studi Banding Desa Wisata merupakan layanan paket kegiatan studi banding antar desa yang bertujuan untuk mengembangan desa wisata. Kelima, paket Atraksi Wisata. Paket ini menyediakan layanan Workshop Kerajinan dan Anyaman, Paket Workshop Kuliner (Bahan Singkong, Kelapan, Daun Pegagan), Atraksi Gamelan, Atraksi Gejog Lesung, Atraksi Budaya Tahunan (Merti Bumi Tinalah, Wiwitan, Saparan, Tasyakuran). Keenam, berbeda dengan desa wisata lainnya disini juga ada paket pelatihan tentang digital marketing. Peserta pelatihan akan mendapatkan kurikulum tentang pemanfaatan media digital marketing, identifikasi potensi konten marketing, pengembangan konten marketing, optimasi konten marketing di sosial media, blog, atau web, dan pengembangan konten digital untuk promosi desa wisata. Tentunya semua paket tersebut sudah tersedia secara digital di website dewitinalah.com.

Jadi, tidak perlu khawatir dan bingung di era digital sekarang ini. Dengan tarian jari saja kita sudah dapat mendapatkan banyak informasi tentang Dewi Tinalah. Tidak perlu ke luar negeri juga untuk menghilangkan penat, karena di Indonesia sudah ada Dewi Tinalah yang menyajikan keindahan alam, budaya, dan kuliner yang menghadirkan tempat untuk berlibur yang lengkap dan irit. Tentunya aktivitas liburan ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata dan jasa pendukungnya sekaligus mempercepat tumbuhnya ekonomi baru di daerah Kulonprogo.

Dari ulasan di atas, tentu berharap banyak pada generasi milenial untuk masa depan Dewi Tinalah. Generasi milenial yang lahir bersama teknologi digital ini dapat membantu dengan menerapkan pemasaran dan promosi melalui account instagram, twitter, tik-tok, dan youtube supaya jangkauannya lebih luas. Yuk, biasakan berkunjung ke desa wisata. Selain murah dan mudah, Anda juga turut serta dalam upaya mewujudkan desa wisata tetap berkelanjutan.

 

Referensi:

Desa Wisata Tinalah. (2021). Desa Wisata Tinalah. Diakses melalui https://www.dewitinalah.com/ pada 28 Oktober 2021

Rizki, Galuh Alif Fahmi. (2020). Desa Wisata Tinalah Mercusuar Indonesia - Pengembangan Desa Wisata untuk Kemandirian Bangsa. Diakses melalui https://www.researchgate.net/publication/350157939_DESA_WISATA_TINALAH_MERCUSUAR_INDONESIA_-_Pengembangan_Desa_Wisata_untuk_Kemandirian_Bangsa pada 29 Oktober 2021.

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar