Citra Pelosok Nusantara dalam Upaya Mengembangkan Akselerasi Digital

Teknologi digital yang digunakan untuk membantu meringankan kegiatan manusia, sumber : pixabay


#WritingCompetitionDigitalBisa #DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

Melakoni hidup dalam era digital, dimana segala sesuatunya bisa didapatkan secara praktis, hal tersebut membuat umat manusia merasa dimudahkan dalam melakukan segala kegiatannya. Dalam era digital ini pula, telah melahirkan berbagai teknologi-teknologi canggih yang banyak memberikan keuntungan di kehidupan kita sehari-hari. Beberapa keuntungan yang didapat antara lain seperti mempermudah komunikasi, mempermudah mendapatkan informasi, efisiensi waktu, dan lain sebagainya.

Untuk dapat mempertahankan berbagai keuntungan yang lahir pada era digital, sudah sepantasnya kita memerlukan sebuah akselerasi digital. Akselerasi digital diciptakan demi menjawab semua permasalahan manusia.

Namun pada kenyataannya, berbagai bentuk digitalisasi tak sedikit menuai kontra dari masyarakat. Tindakan kontra dari masyarakat timbul dikarenakan oleh penerapan digitalisasi yang masih belum sempurna, sehingga masih menyisakan berbagai hambatan dalam penerapannya. Jangankan negara berkembang,  sekalipun negara maju yang masyarakatnya “melek” terhadap teknologi digital, masih saja sering mengalami hambatan dalam mengakses berbagai teknologi digital tersebut.

Hambatan utama yang dihadapi tidak lain merupakan perkembangan teknologi yang tidak tersebar secara merata. Alhasil situasi seperti ini menimbulkan adanya sebuah fenomena kesenjangan digital (digital divide) yang terjadi antara masyarakat urban (masyarakat perkotaan) dengan masyarakat rural (masyarakat pedesaan), dimana masyarakat rural ini masih banyak kita jumpai di pelosok nusantara.

Masyarakat rural yang susah mendapatkan akses teknologi digital, sumber : sindonews.com

Salah satu dampak yang ditimbulkan dari kesenjangan digital ini adalah, bagi mereka yang mampu menghasilkan teknologi dan sekaligus memanfaatkan teknologi memiliki peluang lebih besar untuk berkembang, sementara yang tidak memiliki teknologi harus puas sebagai penonton saja. Akibatnya daerah yang maju akan semakin maju dan yang tertinggal semakin tertinggal.

Selain itu, dampak lain yang ditimbulkan oleh kesenjangan digital adalah pembangunan yang tidak merata. Bagi negara dunia ketiga, fenomena kesenjangan digital ini seakan menjadi momok bagi pembangunan. Tidak berhenti sampai disitu, permasalahan pembangunan yang tidak merata ini akan semakin menambah permasalahan di sektor-sektor lain, seperti sektor ekonomi, budaya, politik, sosial, gender, etnisitas, geografis, dan demografis.

Sudah menjadi pemandangan umum di negara kita, Indonesia, dimana beberapa daerah telah memiliki infrastruktur yang cukup baik, namun masih saja terdapat daerah yang belum sepenuhnya tersentuh dalam pembangunan, khususnya di daerah pelosok. Jika masih terus seperti ini, pemerintah akan mengalami kesulitan untuk membantu masyarakat yang hidup di pelosok nusantara, dimana mereka adalah korban dari adanya ketimpangan pembangunan yang disebabkan oleh kesenjangan digital tersebut.

Dalam menghadapi kesenjangan digital ini, tentunya pemerintah akan menjumpai berbagai tantangan yang akan dihadapinya. Beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh pemerintah dalam mengatasi kesenjangan digital di pelosok nusantara adalah kondisi geografis yang sulit dikembangkan, kualitas sumber daya manusia rendah, prasarana yang tidak memadai, serta daerah rawan bencana dan rawan konflik.

Akan tetapi, melihat fenomena seperti ini, pemerintah tidak hanya tinggal diam. Salah satu langkah yang diambil oleh pemerintah adalah dengan menggelontorkan investasi infrastruktur secara besar-besaran. Satu langkah besar yang diambil oleh pemerintah akan memberikan harapan besar pula bagi masyarakat untuk mendapatkan teknologi digital yang mumpuni.

Kendatipun pemerintah telah mengupayakan dengan berinvestasi pada infrastruktur, sebenarnya hal tersebut masih menyisakan aspek-aspek penting lain yang tak tersentuh. Pada pertemuan World Summit on the Information Society (WSIS) tahun 2015 yang diselenggarakan oleh PBB telah merumuskan solusi integratif dan berkelanjutan dalam mengatasi permasalahan kesenjangan digital, yakni dengan membangun infrastruktur TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), edukasi TIK, dan membentuk masyarakat informasi.

Infratruktur TIK, sumber : tribunnews.com

Teknologi digital di Indonesia sendiri masih bersifat elitis dan tentu saja bertolak belakang dengan filosofi dasarnya yang mengandaikan kesetaraan. Elitisme teknologi digital di Indonesia menyangkut sentralisasi arus informasi yang terkonsentrasi di Pulau Jawa. Hal ini menciptakan ketidakmerataan dan kesenjangan dalam memperoleh informasi dan pengetahuan. 

Dewasa ini, kita ditantang untuk memiliki kecerdasan baru dalam mengelola teknologi digital. Bagaimana pun, saat ini setiap orang berpotensi untuk tahu berbagai macam hal melalui kecanggihan teknologi digital. Tentunya, informasi dan pengetahuan yang di dapat dari teknologi digital tersebut, harus dapat memberikan manfaat lebih banyak bagi masyarakat tanpa meninggalkan siapa pun di belakang.  

Terakhir, kita tak boleh berhenti belajar mengenai bagaimana akselerasi digital dapat mempengaruhi hidup kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan demikian, penanggulangan kesenjangan digital di Indonesia menjadi salah satu permasalahan serius yang harus diselesaikan, sehingga masyarakat di pelosok nusantara akan mendapatkan kemerdekaan digital yang setara dengan masyarakat lainnya.

Referensi :

  • https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210409180841-97-628042/mengejar-kesenjangan-digital-di-tengah-gempita-teknologi
  • https://www.merdeka.com/teknologi/kesenjangan-digital-masih-jadi-masalah-besar-di-indonesia.html

 

Komentar (2)

  • FA

    Faiq Aminuddin

    03 Agu 2021 03.03 WIB

    ya perkembangan teknologi yang tidak tersebar secara merata juga jadi tantangan digitalisasi

    Hapus
  • JM

    Janu M

    03 Agu 2021 18.06 WIB

    Semangat berkarya Mas

    Hapus

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Dengan mengirimkan komentar, saya menyetujui peraturan berkomentar di #DigitalBisa

Tekan ESC untuk keluar