Cara Baru Korporasi dan Perusahaan Rintisan Maju Bersama di Era Revolusi Industri 5.0

Ilustrasi | Freepik/rawpixel.com


Ada banyak perusahaan rintisan (startup) yang muncul sejak dua dasawarsa terakhir. Bahkan, tak jarang perusahaan-perusahaan rintisan itu berhasil berkembang dan kini menjadi pemain utama di sektor usaha yang mereka jalani.

Maraknya kelahiran perusahaan rintisan menjadi salah satu ciri dari dimulainya era baru ekonomi dunia. Alasannya, mayoritas perusahaan rintisan baru muncul dengan mengedepankan penyediaan produk/layanan yang sebelumnya tidak ada melalui penggunaan teknologi.

Penetrasi layanan internet yang makin meluas ke berbagai daerah juga turut mendorong lahirnya inovasi dan perusahaan rintisan baru di berbagai sektor. Karena itu, kemunculan startup harus didukung agar mereka bisa terus berkembang dan membawa dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.

Saat ini, Indonesia memiliki setidaknya 2.257 perusahaan rintisan yang bergerak di berbagai bidang seperti logistik, infrastruktur, keuangan, pertanian & perikanan, dan lain-lain. Jumlah ini menempatkan Indonesia dalam peringkat kelima daftar negara pemilik perusahaan rintisan terbanyak di dunia.

Banyaknya jumlah perusahaan rintisan yang muncul di Indonesia harus disambut baik oleh masyarakat serta pelaku usaha. Alih-alih kompetisi, pebisnis eksisting diharap bisa mengedepankan kolaborasi agar usahanya dapat maju bersama perusahaan rintisan yang ada.

Kolaborasi penting dilakukan perusahaan rintisan dan pelaku bisnis eksisting untuk saling menguatkan posisi satu sama lain. Selain itu, melalui kerjasama akan muncul potensi pertumbuhan bisnis baru yang hasilnya bisa dinikmati semua pihak terkait.

Salah satu contoh kolaborasi dan proses inkubasi yang kerap dilakukan korporasi terhadap perusahaan rintisan bisa dilihat dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. BUMN sektor telekomunikasi ini tercatat aktif membantu pengembangan perusahaan rintisan. Bahkan, melalui anak usahanya MDI Ventures, Telkom juga rutin menanamkan investasi ke perusahaan rintisan potensial dari dalam dan luar negeri.

Pengembangan startup dilakukan Telkom semata demi meningkatkan nilai perusahaan. Perusahaan telekomunikasi digital ini percaya akan menuai hasil dari kolaborasi dan pengembangan startup yang selama ini kerap dilakukan.

Melalui MDI Ventures, Telkom sepanjang 2020 lalu sudah berinvestasi pada 15 perusahaan rintisan potensial dari berbagai negara seperti Indonesia, India, Singapura, dan Amerika Serikat. Sejak 2016, MDI Ventures sudah berinvestasi di 57 perusahaan rintisan. Dari jumlah tersebut, ada setidaknya 20 startup asal Indonesia yang sudah mendapat pendanaan dan/atau pengembangan usaha dari MDI Ventures, dan 8 perusahaan rintisan sudah melakukan IPO atau dilepas melalui jalur akuisisi.

Terkini, salah satu startup binaan MDI Ventures kembali berhasil mengembangkan usahanya dan bertransformasi menjadi unicorn. Perusahaan rintisan yang dimaksud adalah Nium. Startup yang berbasis di Singapura ini baru saja berhasil mendapat tambahan pendanaan Seri D sebesar US$200 juta, sehingga kini sudah memiliki total dana hampir US$300 juta dan valuasi melebihi US$1 miliar.

Logo Nium, startup yang berbasis di Singapura dan salah satu perusahaan rintisan binaan MDI Ventures | Telkom Indonesia

MDI Ventures telah berinvestasi di Nium sejak Oktober 2018, saat unicorn B2B pertama di Asia Tenggara ini membuka pengumpulan pendanaan Seri C. Investasi dilakukan MDI Ventures dengan tujuan mendukung Nium untuk menjadi mitra lokal dalam ekspansinya di Indonesia, dengan menyediakan platform dan mengamankan lisensi pembayaran hingga mengoperasikan layanan remitansi B2B.

“Keberhasilan Nium ini sebagai salah satu bukti bahwa strategi TelkomGroup untuk mendukung digital ekosistem melalui startup-startup potensial, baik lokal maupun global mulai menunjukkan hasil yang positif. Hal ini juga semakin meyakinkan kami bahwa ke depan pendapatan dari bisnis digital akan kian meningkat, seiring dengan adanya synergy value dengan startup dari MDI. Tentunya akan menjadi kebanggaan bagi TelkomGroup jika banyak unicorn lain yang terus lahir dari portofolio kami, khususnya startup lokal yang eksis di dalam maupun luar negeri,” ujar Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah.

Keberhasilan Nium berkembang menjadi unicorn, dan keberadaan perusahaan ventura seperti MDI Ventures, patut menjadi motivasi bagi kita untuk terus berinovasi dan serius merealisasikan ide-ide kreatif dalam tataran praktis. Bukan tidak mungkin, ke depannya justru kita yang akan mendapat kesempatan memiliki startup bervaluasi tinggi.

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Dengan mengirimkan komentar, saya menyetujui peraturan berkomentar di #DigitalBisa

Tekan ESC untuk keluar