Buntut Era Digital di Masa Pandemi, Jutaan UMKM Indonesia Berhasil Pertahankan Diri

Digital memudahkan | Sumber : https://www.freepik.com/vectors/technology'


#DigitalBisa #UntukDaerahLebihBaik

Bukan mimpi atau ilusi. Pandemi covid tiba-tiba datang menyapa seluruh penduduk negeri. Umat manusia dipaksa tetap berdiam di bawah naungan rumah sendiri meski kehidupan tak akan berhenti untuk sejenak memahami kondisi.

Hampir dua tahun lamanya, sejak pandemi Covid-19 tiba di tanah air kita tercinta, Indonesia, jutaan orang dinyatakan positif, bahkan beberapa di antaranya tidak mampu bertahan hingga maut menghampiri. Berdasarkan Our World in Data dan JHU CSSE COVID-19, jumlah kasus positif di Indonesia ialah sebanyak lebih dari 4,23 juta dengan 143 ribu di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Demi memutus mata rantai penyebaran virus corona, pemerintah telah melakukan berbagai upaya penting. Salah satunya, yang mungkin paling membekas dalam ingatan seluruh masyarakat ialah diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020. Di mana hingga saat ini, masih dilakukan pembatasan mobilitas masyarakat dengan istilah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagaimana yang tertera dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (INMENDAGRI) Nomor 30 Tahun 2021.

Pengetatan tersebut bukan hanya angin yang berhembus dan berlalu begitu saja, melainkan telah menjadi sebuah badai yang membawa dampak luar biasa bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Tidak terkecuali golongan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Ketua Asosiasi UMKM Indonesia, Ikhsan Ingratubun, mengatakan bahwa selama tahun 2020, sekitar 30 juta UMKM terpaksa gulung tikar. Alhasil, jumlah UMKM yang mulanya 64,7 juta (tahun 2019) menjadi 34 juta (tahun 2020). Menurut Ikhsan, pariwisata merupakan sektor UMKM yang paling banyak mengalami kebangkrutan.

Namun, apakah kiranya yang menyebabkan sebanyak 34 juta UMKM tersebut berhasil bertahan di masa pandemi ini?

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, mengatakan bahwa salah satu cara UMKM bertahan di era pandemi Covid-19 ialah dengan digitalisasi. Tercatat sebanyak 15,3 juta UMKM berhasil go digital (data bulan Mei 2021), dari target pemerintah yang hanya 13 juta. Proses terjadinya digitalisasi ekonomi tersebut, salah satunya ialah dengan mewujudkan bisnis berbasis e-commerce atau perdagangan online.

Pelaku UMKM melakukan digital marketing dengan memanfaatkan berbagai platform yang ada
Pelaku UMKM melakukan digital marketing dengan memanfaatkan berbagai platform | Sumber : https://www.freepik.com/vectors/business Business vector created by macrovector - www.freepik.com

Berbagai platform e-commerce telah dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM di Indonesia. Berdasarkan survei Katadata Insight Center (KIC), Shopee menjadi platform yang mayoritas dipilih oleh UMKM dikarenakan keunggulan program promosi dan dari segi keamanan transaksi, yakni sejumlah 57%. Lalu, diikuti oleh Tokopedia sebanyak 28%, Lazada 6%, Bukalapak 3%, Blibli 2%, dan marketplace lainnya sebanyak 3%. Hal tersebut menjadi bukti bahwasannya telah banyak para pelaku UMKM yang merambah ke dunia digital.

Vivi Zabkie, Manajer Survei Katadata Insight Center (KIC), mengatakan bahwasanya beberapa pelaku usaha bahkan menutup usaha offline mereka dan beralih sepenuhnya kepada perdagangan online. Vivi juga mengatakan sebanyak 86% UMKM yang disurvei menggunakan 1 hingga 3 marketplace untuk pemasaran produk mereka. Bahkan, ada pula yang memanfaatkan hingga 4 sampai 6 marketplace. Lantas, dalam survei tersebut, para responden dari UMKM memberi nilai 9/10 atau pernyataan sangat setuju bahwa marketplace yang ada dewasa ini telah membantu dalam memperluas jaringan bisnis mereka dan memicu munculnya ide bisnis baru. 

Melalui perjalanan UMKM Indonesia di tengah badai pandemi covid, dapat dikatakan bahwa kita mesti menyesuaikan diri terhadap arus globalisasi. Namun, tentunya dengan tetap membentengi diri agar tidak terseret dampak negatifnya. Digitalisasi yang menjadi sarana penyelamat UMKM Indonesia telah membuktikan sisi positif adanya globalisasi tersebut.

Sumber :

https://covid19.go.id/storage/app/media/Regulasi/2021/Agustus/inmendagri-no-30-tahun-2021-tentang-ppkm-level-4-level-3-level-2-jawa-bali.pdf

https://ourworldindata.org/coronavirus-data

https://www.liputan6.com/news/read/4227914/sederet-aturan-yang-dikeluarkan-jokowi-melawan-pandemi-virus-corona

https://www.cnbcindonesia.com/news/20210326144212-4-233127/sad-30-juta-umkm-gulung-tikar-karena-corona

https://mediaindonesia.com/ekonomi/439974/indef-pemasaran-digital-satu-cara-umkm-bertahan-di-masa-pandemi

https://indonesia.go.id/kategori/editorial/2890/mengoptimalkan-digitalisasi-umkm

https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20210504103920-25-242959/shopee-sumbang-omzet-terbesar-untuk-umkm-saat-pandemi

 

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar