Bermedia Sosial: Mencari Jodoh di Dating Apps!

Kencan Online I Sumber: ShutterStock


#DigitalBisa

#UntukIndonesiaLebihBaik

Manusia merupakan makhluk sosial, yang mana secara sosiologi berhubungan timbal balik dengan manusia lainnya. Sejak munculnya media sosial, beberapa nilai-nilai budaya terus mengalami perkembangan dan pergeseran, termasuk karakteristik hubungan timbal balik antar manusia. Awalnya media sosial ditunjukkan untuk alat komunikasi jarak jauh antar orang yang kita kenal, tetapi seiring dengan berkembangnya zaman media sosial telah berkembang sebagai sarana untuk berkomunikasi atau melakukan interaksi dengan orang asing (strangers).  

Perkembangan media sosial, turut memulai perkembangan aplikasi kencan atau dating apps sebagai sarana untuk mencari jodoh atau hanya sekedar untuk mencari teman. Sari & Kusuma (2018) menyebutkan bahwa aplikasi kencan online merupakan sebuah contoh aktivitas CMC (Computer Mediated Communication) yang dibuat untuk menemui orang-orang baru atau untuk mendapatkan pasangan. Umumnya pertemuan atau match dalam aplikasi dilakukan oleh sistem algoritma berdasarkan data preferensi atau profil yang diminati.

Di Indonesia aplikasi kencan online turut mengalami dinamika yang beragam. Beberapa aplikasi kencan seperti: Tinter, Omi, Tantan, hingga Kenalan.app merupakan  aplikasi kencan yang sangat diminati oleh masyarakat. Data bersumber dari Business of Apps menyebutkan bahwa di aplikasi Tinder saja terus mengalami peningkatan peminat setiap tahun. Tahun 2017 terdapat dua juta orang menggunakan Tinder meningkat menjadi 9,6 juta pada tahun 2021 (data pembanding  kuartal II).

Dinamika Pergaulan dalam Kencan Online

Perkembangan dinamika sosial media turut menjadikan perubahan nilai-nilai budaya di masyarakat. Kemunculan aplikasi kencan online turut mengubah cara pergaulan masyarakat. Salah satu praktik-praktik yang populer adalah Friend With Benefit (FwB), hookup, atau one night stand. Penelitian yang dilakukan oleh Ferdiana et al. (2020) menyebut bahwa pergeseran cara-cara pergaulan di media sosial utamanya pada aplikasi kencan mengarah kepada praktik pergaulan bebas, di mana terjadi pergeseran nilai fungsi media sosial (Tinder) dari mencari teman menjadi praktik seks bebas.

Praktik pergaulan bebas lainnya mampu dilihat dari Aplikasi MiChat yang telah bergeser dari mencari teman online menjadi sarana untuk prostitusi online. Dalam penelitian artikel yang dilakukan oleh Damayanti et al. (2022) menyebut bahwa MiChat menjadi media penghubung antara PSK (Pegawai Seks Komersial) dengan pelanggan dalam prostitusi online melalui dua pola yaitu pola independen dan pola kerja sama.

Potensi Dibalik Dating Apps

Kehadiran aplikasi kencan memang sangat membantu bagi beberapa pihak untuk mendapat relasi yang lebih luas, baik untuk sekedar menambah teman atau memang untuk mencari jodoh dengan serius. Tetapi, terdapat potensi yang bisa merugikan pengguna dibalik aplikasi kencan. Kasus-kasus harassement, penipuan atau phishing, hingga tindakan kriminal banyak terjadi melalui aplikasi kencan. Pembaca mungkin tidak asing dengan cerita-cerita masyarakat yang terkena penipuan dari perkenalan melalui aplikasi kencan untuk mengirim sejumlah uang dengan alasan uang tersebut digunakan untuk menemuinya. Atau potensi-potensi pelecehan seksual secara online juga turut kerap dialami oleh pengguna media sosial aplikasi kencan. 

Bijak bermedia sosial menjadi solusi agar transformasi teknologi-informasi di Indonesia berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif. Masyarakat perlu dibekali dengan pengetahuan terkait dengan kecakapan dan literasi digital yang baik agar mampu terhindar dibalik potensi yang merugikan dari aplikasi kencan.

Bacaan Lebih Lanjut:

Sari, W.P. & Kusuma, R.S. (2018). Presentasi diri dalam kencan online pada situs dan aplikasi setipe dan tinder. MediaTor , 11 (2), 155-164.

Ferdiana, C., Susanto E.H., & Aulia S. (2020). Penggunaan Media Sosial Tinder dan Fenomena Pergaulan Bebas di Indonesia. Koneksi, 4(1), 112-118.

Damanyanti, I., Yusuf H., & Reski P. (2022). Aplikasi MiChat sebagai Media Prostitusi Online di Banjarmasin. Jurnal Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial, 2(1), 1-11.

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

X

Tekan ESC untuk keluar