Benang Merah Telco Digital Merengkuh Rendang Payakumbuh

Sentra Industri Kecil dan Menengah rendang payakumbuh (Dokumen Pribadi)


#DigitalBisa #UntukDaerahLebihBaik 

Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak pada krisis kesehatan masyarakat, tapi juga pada kearifan lokal yang terkait sosial-ekonomi. Misalnya, kearifan lokal terkait batiah di Payakumbuh menjadi langka karena terdampak pandemi dan kurangnya optimalisasi sarana digital dalam membranding batiah.

Hebatnya, peran perusahaan telco digital mendukung pemerintah kota Payakumbuh dalam mengubah ikon kota menjadi City of Rendang (sejak Agustus 2016), berhasil melejitkan popularitas Payakumbuh yang sudah sejak dulu menjadi pusat rendang.

Partisipasi PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) mewujudkan kampung rendang digital di Payakumbuh bekerjasama dengan Pemkot menjadikan ekosistem digital berimplikasi pada pembangunan personal branding terhadap figur pemerintah kota, ketua koperasi dan pengusaha IKM rendang Payakumbuh.

Benang Merah Telco Digital Merengkuh Rendang Payakumbuh
(Sumber Gambar Ilustrasi: www.pcmgames.com)

Sarana digital itu memudahkan stakeholders mengekspos keberhasilan pengadaan fasilitas modern untuk produksi dan pemasaran rendang secara daring dan masif. Kemudian mempermudah menyatukan pengusaha IKM rendang konvensional ke dalam koperasi modern yang tersentra. Inilah mengapa buyer yakin dengan kapasitas sentra IKM rendang Payakumbuh dalam melayani produksi rendang skala ekspor.

Lalu sentra IKM rendang Payakumbuh dikunjungi sejumlah wisatawan dan buyer yang berbuah MOU juga PKS (Perjanjian Kerjasama). Misalnya, untuk konsumsi 1500 jemaah haji saja telah disepakati orderannya sebanyak 480 ton antara koperasi Rendang Payakumbuh dan Arab Saudi, saat sebelum pandemi.

Sayangnya, muncul pemberlakukan karantina wilayah yang mengakibatkan penundaan pemberangkatan jemaah haji Indonesia 2020 dan 2021. Sejumlah orderan rendang partai besar pun terpaksa ditunda. Sebagai solusinya, mereka memfokuskan optimalisasi sarana digital untuk menciptakan ekosistem digital, agar kearifan lokal rendang Payo (Payakumbuh) dapat survive dan berkembang.

Titik fokus optimalisasi sarana digital yang ditetapkan adalah: Pertama, City Branding (City of Rendang). Kedua, Product branding. Ketiga, online marketing. Keempat, skill documentation. Dalam kaitannya dengan hal itu, digunakan alat komunikasi digital untuk merubah brand image, personal selling, public relation, eksibisi dan corporate identity.

Menariknya, semua itu dapat terintegrasi berkat infrastruktur jaringan internet dan media digital. Alhasil, sektor IKM rendang yang mengoptimalkan teknologi digital itu, mampu meraup keuntungan lebih fantastis justru selama pandemi, dibandingkan yang mengabaikan manfaat media digital.

Cerita ini telah membuktikan betapa vitalnya sarana digital bagi konten lokal pengusung kearifan lokal. Khususnya, saat relasi sosial dari Industri Kecil dan Menengah rendang Payakumbuh yang dianggap sudah mapan terinterupsi oleh pandemi dan disrupsi. Disinilah informasi dan telekomunikasi digital menunjukkan pengembangan kapabilitas individu dan komunitas. Dengan media digital, skill pelaku IKM rendang menjadi naik kelas, terutama dalam promosi dan pemasaran online.

Mengacu pada penelitian dari McKinsey Global Institute, bahwa setiap UMKM yang aktif menggunakan sarana digital, kinerjanya meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan cara konvensional. Tak heran, bila Kepala Diskominfo Kota Payakumbuh, Jhon Kenedy sejak tahun 2020 berjanji memberikan layanan internet gratis di seluruh kelurahan di Payakumbuh.

Sayangnya, sampai kini belum 100% terealisasi. Padahal sejak Oktober 2017 PT. Telkom telah memberikan pelatihan dan bantuan 2 unit komputer, 2 unit meja, 2 unit kursi, dan jaringan internet gratis melalui wifi.id selama 6 bulan untuk UKM Kampung Rendang Payakumbuh. Maka untuk dapat terealisasi 100%, maka diperlukan resolusi kerjasama pada masa mendatang antara Pemkot Payakumbuh dan PT. Telkom.

Terlebih-lebih, pada saat pandemi, justru Telkom telah mempercepat transformasi menjadi perusahaan telco digital. Telkom memanfaatkan peluang dalam melakukan percepatan transformasi dengan menghadirkan layanan digital yang didukung oleh konektivitas digital dan platform digital yang tangguh untuk eksistensi kearifan lokal.

Demi ekosistem digital yang berkelanjutan, Telkom pun terus menyentuh program-program Corporate Social Responsibility (CSR), sebagai solusi dalam rangka menciptakan dampak sosial positif bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Melalui tiga pilar CSR Telkomsel, kini Pendidikan, Kewarganegaraan Digital, Pemberdayaan Masyarakat, dan Filantropi telah mengalami kemajuan. 

Kemajuan PT. Telkom dalam kearifan lokal di Sumatera Barat dapat dilihat dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pembentukan kampung digital UKM untuk 11 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat. Terutama, Kampung Rendang Payakumbuh yang terletak di kelurahan Sungai Durian, Kecamatan Lamposi Tigo Nagari. 

Berkat kerjasama dengan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindag Kota Payakumbuh. PT. Telkom Wilayah Sumbar dapat memberikan pelatihan aplikasi UKM online kepada 30 pelaku usaha rendang, di aula lantai 2 kantor Balaikota Payakumbuh, Bukik Sibaluik sejak tahun 2017.

Contoh lain dukungan Telkom terhadap pemerintah dalam membangun kearifan lokal di desa-desa, adalah Smart Village Nusantara (SVN). Sehingga masyarakat di desa memiliki adopsi digital yang membaik dan terbiasa menggunakan teknologi digital dalam berbagai aktivitasnya. 

Dengan demikian, sarana digital yang disediakan di seluruh kelurahan yang ada di Payakumbuh telah semakin mempermudah administrasi pemerintah dan meningkatkan ekonomi desa berbasis kearifan lokal. Sejumlah penerapan aplikasi desa digital Telkom untuk kearifan lokal, misalnya: Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Desa (Simple Desa), User Central Management (UCM), Dashboard Desa, Elektronik Monitoring dan Evaluasi (E-Monev), e-Puskesmas, e-Posyandu, Pustaka Digital (PaDi), Bioskop Desa, Kasir Digital (iKas dan Bonum), e-Loket / Electronic Point of Sales (E-POS) dan Cashless Payment melalui QRen dan LinkAja!. Semua ini semata-mata untuk mewujudkan Desa Kemuning sebagai desa yang mandiri dan semakin mensejahterakan warganya

Kini, Telkom juga telah menyiapkan platform pasar digital (PaDi) untuk mendukung digitalisasi UMKM pada sembilan perusahaan BUMN. Platform tersebut membantu UMKM terkait kearifan lokal untuk memperluas jangkauan pasar. Hal ini disebabkan perekonomian Indonesia banyak bergantung oleh UMKM.  Saat ini saja jumlahnya sekitar 60 juta UMKM. 

Dengan layanan Telkomsel myBusiness, menjadi solusi inovasi kearifan lokal digital. Seperti, Digital Advertising (MyADS Telkomsel), Big Data (Telkomsel MSight), dan Internet of Things (Telkomsel IoT). Tujuannya untuk menciptakan terobosan-terobosan lintas industri, sehingga fokusnya menjadi perusahaan yang customer-centric yang senantiasa menghadirkan beragam layanan digital.

Selain itu, modernisasi jaringan ke fiber optic pun telah menjadi landasan penyediaan layanan digital, baik digital platform maupun services, yang dapat diakses melalui jaringan fixed broadband maupun seluler berkecepatan tinggi 3G/4G. Hal ini sekaligus menjadi langkah TelkomGroup untuk meneruskan perluasan layanan 5G demi pengembangan kearifan lokal.

"Saya jual secara online melalui blanja.com dan situs lainnya. Peminatnya banyak dari penjualan online, ada dari dalam dan luar negeri. Untuk pelanggan luar negeri, biasanya membeli untuk dibawa sebagai oleh-oleh ke negara yang didatangi," ujar Merry

Dengan Sarana Digital, Konten Lokal Rendang Payakumbuh menjadi Pengusung Kearifan Lokal Berdaya Saing Global
(Sumber Gambar Ilustrasi: Laman bandung.bisnis.com)

Inilah pengalaman digital terbaik bagi salah seorang pelanggan TelkomGroup dalam mengusung kearifan lokal. Berkat PT. telkomsel merengkuh Rendang Payakumbuh, sehingga semakin mendunia.

Referensi:

1- Laman sumbar.antaranews.com

2- https://ejurnal.binawakya.or.id/index.php/MBI/article/view/608

3- https://www.telkom.co.id/sites/enterprise/id_ID/news/dukung-digitalisasi-dan-perkembangan-ekonomi-desa,-telkom-hadirkan-smart-village-nusantara

Komentar (1)

  • DD

    Dylan Daniswara Santosa

    03 Nov 2021 16.14 WIB

    Sangat menarik

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar