Belajar Kelola Sampah Agar Tak Menjadi Masalah dari Magelang

Kegiatan pengolahan sampah yang dilakukan Telkom Witel Magelang bersama TPSB Balkondes Desa Tuksongo, Magelang, Jawa Tengah | Sumber: Telkom Indonesia


“Sampah plastik bisa menjadi keuntungan alternatif bagi masyarakat, asalkan kita tahu bagaimana mengolah dan mendaur ulang sampah plastik tersebut.”

Pernyataan tersebut keluar dari mulut Milzam Danar, seorang pekerja PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Witel Magelang. Bukan tanpa alasan Milzam berkata seperti itu. Pria yang masuk kelompok generasi milenial ini berpendapat karena telah merasakan betul manfaat besar dari kegiatan mengolah sampah yang sebelumnya merupakan masalah bagi lingkungan.

Pengolahan sampah dilakukan Milzam bersama enam rekan kerjanya, berkolaborasi dengan Tempat Pengelolaan Sampah Bersama Balai Ekonomi Desa (TPSB Balkondes) Desa Tuksongo, Magelang, Jawa Tengah. Desa Tuksongo adalah kawasan yang letaknya berdekatan dengan objek wisata Candi Borobudur.

Melalui program #DaurBikinMakmur, mereka membuat sistem pengolahan sampah terutama yang berbahan dasar plastik. Sistem tersebut dibuat mengandalkan alat shredder, injection, dan extrusion. Pengolahan dilakukan Milzam dan kawan-kawan dengan cara mengubah sampah-sampah plastik berukuran besar menjadi potongan-potongan kecil. Setelah itu, sampah yang sudah dipotong didaur ulang menjadi berbagai barang yang bisa digunakan masyarakat.

Selain mengolah sampah plastik, Milzam dan teman-temannya juga memanfaatkan sampah organik dari Desa Tuksongo dan kawasan Candi Borobudur agar bisa bernilai lebih. Caranya, sampah organik yang sudah dikumpulkan mereka gunakan untuk memunculkan maggot atau larva lalat hitam (black soldier fly).

Jangan salah sangka dulu, meski dianggap menjijikan, tapi maggot punya banyak manfaat untuk membantu mengurai sampah organik. Karena hewan ini, proses penguraian sampah organik bisa berjalan sampai tuntas hanya dalam hitungan jam.

Selain membantu proses penguraian sampah organik, maggot juga bisa digunakan untuk bahan pakan ikan lele dan bahan membuat pupuk kompos non-organik. Berbagai manfaat inilah yang dilihat dan akhirnya dimanfaatkan Milzam bersama TPSB Balkondes Tuksongo.

“Melalui program ini, kami memanfaatkan maggot hasil proses peleburan sampah organik untuk dijadikan pakan lele,” kata Milzam.

Berdampak Positif

Kegiatan daur ulang sampah yang dilakukan pekerja milenial Telkom Witel Magelang bersama TPSB Balkondes Tuksongo membawa banyak dampak positif bagi masyarakat sekitar kawasan wisata Candi Borobudur.

Pertama, kegiatan ini membuat masyarakat desa menjadi lebih sadar manfaat dan cara mengelola sampah. Alhasil, kini masyarakat di Desa Tuksongo terbiasa melakukan pemilahan sampah mulai dari rumah masing-masing.

Tim PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Witel Magelang dan  TPBS Balkondes Desa Tuksongo, Magelang, Jawa Tengah, yang berhasil mengolah sampah menjadi berharga

 

Kedua, program #DaurBikinMakmur meningkatkan roda ekonomi masyarakat Desa Tuksongo. Keuntungan finansial muncul dari penjualan berbagai barang hasil daur ulang sampah plastik, pemanfaatan maggot, dan naiknya produksi ternak lele masyarakat karena penggunaan larva lalat hitam.

Dampak positif yang dibawa program daur ulang sampah di Desa Tuksongo tak luput dari perhatian pemerintah. Buktinya, pada Januari 2021 lalu program #DaurBikinMakmur meraih penghargaan Honorable Mention dalam BUMN Corporate Communications and Sustainability Summit (BCOMSS 2021) Kategori Creating Shared Value terhadap Program.

General Manager Telkom Witel Magelang Mustadi berkata, pihaknya mendukung penuh keberlanjutan program #DaurBikinMakmur. Dukungan diberikan karena Telkom melihat pengelolaan sampah—jika dilakukan secara benar dan menggunakan bantuan teknologi informasi—dapat membawa banyak nilai tambah bagi masyarakat.

Ke depannya, Telkom berencana mengembangkan sistem IT khusus yang bisa digunakan TPSB Desa Tuksongo. Sistem ini nantinya bermanfaat membantu masyarakat mengawasi proses daur ulang hingga penjualan barang hasil pengolahan ke pembeli.

“Sesuai dengan Purpose Telkom Group yang ingin mewujudkan bangsa yang lebih sejahtera dan berdaya saing serta memberikan nilai tambah yang terbaik bagi para pemangku kepentingan, kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan masyarakat, dan melalui digitalisasi Daur Bikin Makmur akan menjadikan masyarakat lebih maju dan dapat dijadikan percontohan di tempat lain”, kata Mustadi.

Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu, untuk berkomentar memakai akun kamu.

Tekan ESC untuk keluar